Penuhi Syarat Usungan di Pilwali Makassar, Appi-Aliyah Siap Deklarasi

Makassar, IDN Times - Pasangan bakal calon Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin dan Aliyah Mustika Ilham telah menerima rekomendasi dari tiga partai politik, yaitu Golkar, Demokrat dan Perindo sebagai pasangan dalam Pilwali Makassar. Dalam waktu dekat, pasangan ini menyiapkan deklarasi.
Hal ini disampaikan Appi, sapaan Munafri, di sela kegiatan syukuran di Hotel Novotel, Makassar, Senin (19/8/2024) malam. Dia mengaku pihaknya akan membicarakan perihal deklarasi setidaknya dua hari setelah acara syukuran itu.
"Tentu pada saat deklarasi pasti materinya akan berbeda sehingga mungkin akan melibatkan teman-teman relawan. Kita sudah harus produksi apakah itu official logo, alat peraga dan sebagainya," kata Appi.
1. Gelar syukuran karena syarat terpenuhi

Rekomendasi dari tiga parpol tersebut telah diserahkan di waktu yang berbeda. Dengan rekomendasi tersebut, maka Appi dan Aliyah mendapatkan dukungan 10 kursi dengan rincian Golkar enam kursi, Perindo satu, dan Demokrat tiga kursi.
Dengan cukupnya parpol pengusung itu maka Appi dan Aliyah menggelar syukuran. Hal ini, kata Appi, tidak terlepas dari proses mendapatkan parpol yang penuh dinamika.
"Artinya, di kegiatan ini kita bersyukurlah bahwa proses yang kita jalani ini insyaallah akan selalu ada jalan keluar di setiap persoalan-persoalan yang kita hadapi," kata Appi.
2. Pertama kali tampil sepanggung bareng Aliyah

Selain itu, syukuran ini juga merupakan momen pertama kali Appi dan Aliyah berada satu panggung di depan publik setelah jumlah syarat dukungannya cukup. Syarat mengusung di Pilwali Makassar minimal 20 persen atau 10 kursi.
"Secara bersama-sama di atas panggung setelah kita mencukupkan 10 kursi usungan yang diberikan oleh Partai Golkar, Demokrat dan Perindo," kata Appi.
3. Masih buka pintu untuk parpol lain

Saat ini, Appi mengaku pihaknya masih tetap membangun komunikasi dengan parpol lainnya. Dia tidak menutup peluang bagi parpol lain yang hendak bergabung.
Lagipula, kata dia, proses politik ini belum selesai. Masih banyak kemungkinan yang bisa terjadi sebelum benar-benar final.
"Masih dalam proses apakah akan di-finishing atau tidak karena tentu ini kita akan bicarakan seperti apa pola atau metode pada saat nanti partai itu bergabung," kata Appi.


















