Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pemprov Sulsel Pastikan Tidak Ada Rencana WFH meski Efisiensi Anggaran

Pemprov Sulsel Pastikan Tidak Ada Rencana WFH meski Efisiensi Anggaran
Pj Gubernur Sulawesi Selatan, Fadjry Djufry (tengah),dalam Rapat Koordinasi Entry Meeting Evaluasi Perencanaan dan Penganggaran Pemerintah Daerah se-Sulsel di Kantor Gubernur Sulsel, Selasa (11/2/2025). (Dok. Humas Pemprov Sulsel)
Share Article

Makassar, IDN Times - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menegaskan hingga saat ini tidak ada rencana menerapkan sistem Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) meskipun pemerintah pusat tengah menerapkan efisiensi anggaran. Pj. Gubernur Sulsel, Fadjry Djufry, menjelaskan kondisi di daerah berbeda dengan Jakarta, sehingga kebijakan WFH belum dianggap diperlukan.

"Postur anggaran kita masih memadailah. Artinya agak berbeda kalau di Jakarta dengan di daerah yang memang banyak hal menjadi pertimbangan. Kalau di daerah saya lihat masih oke aja. Jadi belum," kata Fadjry di Kantor Gubernur Sulsel, Selasa (11/2/2025).

1. Bakal dievaluasi setelah dua bulan

Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Selatan, Fadjry Djufry, Rabu (8/1/2025). IDN Times/Ashrawi Muin
Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Selatan, Fadjry Djufry, Rabu (8/1/2025). IDN Times/Ashrawi Muin

Meski demikian, Fadjry tidak menutup kemungkinan adanya perubahan kebijakan jika evaluasi dalam beberapa bulan ke depan menunjukkan perlunya penyesuaian. Bukan tidak mungkin WFH akan menjadi pilihan.

"Nanti kalau berjalan satu dua bulan ini, kita evaluasi  Tapi sampai sekarang kita belum memutuskan untuk melakukan WFH," kata Fadjry.

2. TPP pegawai tidak terganggu

ilustrasi Anggaran (IDN Times/Aditya Pratama)
ilustrasi Anggaran (IDN Times/Aditya Pratama)

Selain itu, Fadjry juga memastikan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) tidak akan terganggu meskipun ada pemangkasan anggaran.

"TPP adalah hak dasar pegawai, dan seharusnya tidak diganggu. Kalau pun ada keterlambatan administrasi, mungkin satu atau dua minggu masih wajar, tapi jangan sampai berbulan-bulan," katanya. 

3. Pemprov terapkan efisiensi anggaran sesuai instruksi pusat

Ilustrasi anggaran. (IDN Times)
Ilustrasi anggaran. (IDN Times)

Fadjry menegaskan pihaknya siap menjalankan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang efisiensi anggaran. Meski demikian, lima sektor prioritas, yaitu ketahanan pangan, pengentasan kemiskinan, penurunan stunting, pendidikan, dan kesehatan, tetap menjadi fokus utama.

"Ini mandatory yang memang diharapkan tetap bisa berjalan dengan baik. Dari beberapa masukan saran dan bupati, wali kota tadi itu kan disampaikan Kepala BPKP bahwa ini bisa menjadi kekhawatiran teman-teman terkait target-target yang dicapai," kata Fadjry.

Share Article
Editorial Team

Latest News Sulawesi Selatan

See More