Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pemkot Makassar Siapkan Penambahan CCTV di Wilayah Rawan Tawuran
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memimpin rapat koordinasi bersama camat, lurah, dan unsur TNI-Polri untuk membahas upaya pencegahan tawuran antarkelompok di Makassar, Selasa (20/10/2026). IDN Times/Asrhawi Muin
  • Pemkot Makassar akan menambah CCTV di wilayah rawan tawuran, membenahi posko keamanan, serta memperkuat titik kumpul dan ruang interaksi masyarakat.
  • Wali Kota Munafri Arifuddin meminta camat, lurah, TNI, dan Polri mengantisipasi provokator dari luar serta mengontrol tantangan antarkelompok melalui media sosial.
  • Penindakan terhadap pelaku tawuran di Jalan Abu Bakar Lambogo akan berlanjut setelah bentrokan Jorjoran dan Lonner pada 16 Oktober 2026 menewaskan Mansyur, 45 tahun.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Makassar, IDN Times - Pemerintah Kota Makassar menyiapkan penambahan kamera pengawas atau CCTV di wilayah yang rawan tawuran antarkelompok. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, meminta camat dan lurah melaporkan wilayah yang masih membutuhkan CCTV agar pengadaannya bisa segera ditindaklanjuti.

Hal tersebut disampaikan Munafri setelah menggelar rapat koordinasi bersama seluruh camat dan lurah serta unsur TNI-Polri di Makassar, Selasa (20/10/2026). Rapat tersebut membahas upaya mencegah tawuran antarkelompok yang belakangan kembali terjadi di sejumlah wilayah.

Munafri mengatakan penanganan tawuran membutuhkan kerja sama pemerintah kota, TNI, dan Polri. Diaa juga meminta camat dan lurah aktif menjaga keamanan di wilayah masing-masing dengan melibatkan masyarakat.

"Di mana ada yang kekurangan CCTV, sampaikan kepada Pak Camat dan secepatnya akan kita eksekusi," kata Munafri saat diwawancarai usai rapat koordinasi.

Pemkot Makassar juga berencana membenahi posko keamanan di wilayah rawan konflik. Selain itu, pemkot akan memperkuat titik kumpul dan ruang interaksi masyarakat.

1. Minta polisi tindak tegas provokator tawuran

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin. (Dok. Humas Pemkot Makassar)

Munafri juga meminta aparat keamanan memastikan tidak ada pihak luar yang memprovokasi warga hingga memicu tawuran. Dia mengatakan pemkot telah menyampaikan hal tersebut kepada Kapolrestabes Makassar dan jajaran TNI agar ditindaklanjuti.

Menurutnya, konflik antarkelompok memiliki motif yang beragam. Tawuran bisa bermula dari keinginan mencari pengakuan hingga persoalan ketersinggungan yang kemudian membesar.

"Nah, yang paling penting yang harus kita laksanakan adalah bagaimana yang paling pertama memastikan bahwa tidak ada keterlibatan orang-orang luar dalam membangun provokasi di wilayah-wilayah tertentu itu," katanya.

2. Soroti provokasi tawuran melalui media sosial

Ilustrasi tawuran. (IDN Times/Sukma Shakti)

Munafri juga menyoroti penggunaan media sosial untuk saling menantang antarkelompok. Menurutnya, tindakan tersebut berpotensi memperkeruh konflik.

"Permainan-permainan di sosial media harus terkontrol dengan baik. Jangan menjadi provokasi untuk saling menantang satu dengan yang lainnya karena tidak ada untungnya bisa berantem sesama kita," katanya.

Dia menegaskan penanganan tawuran tidak cukup hanya mengandalkan aparat keamanan. Pemkot juga akan mendorong kegiatan pemberdayaan masyarakat untuk mengurangi potensi konflik.

3. Tegaskan penindakan pelaku tawuran di Ablam berlanjut

Ilustrasi Tawuran (Foto: IDN Times)

Munafri turut menyoroti tawuran yang berulang di Jalan Abu Bakar Lambogo atau Ablam, Makassar. Dia menyebut Kapolsek Makassar telah menindak pihak-pihak yang terlibat.

Dia menegaskan bahwa polisi akan kembali menindak pelaku jika tawuran kembali terjadi. Penindakan tersebut berlaku bagi pihak-pihak yang terlibat dalam bentrokan di kawasan Ablam.

"Sudah ada yang diambil. Pak Kapolsek sudah bertindak sangat tegas. Nah, kalau ada lagi yang melakukan ya diambil lagi, gitu," kata Munafri.

Sebelumnya, tawuran antarkelompok Jorjoran dan Lonner kembali pecah di Jalan Abu Bakar Lambogo pada Jumat (16/10/2026) sekitar pukul 06.30 WITA. Insiden tersebut diwarnai meninggalnya seorang warga bernama Paman alias Mansyur (45).

Curated For You

Editorial Team

Related Article