Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pemkot Makassar Padamkan Kebakaran Sampah Berulang di Jalan Leimena
Petugas memadamkan kebakaran sampah di Jalan Dr. Leimena (Jalur 2 Middle Ring Road), Kelurahan Tello Baru, Kecamatan Panakkukang, Makassar, Senin (20/7/2026) malam. (Dok. Pemkot Makassar)
  • Pemerintah Kota Makassar menindaklanjuti laporan warga soal kebakaran sampah di Jalan Dr. Leimena dengan mengerahkan tim Damkarmat untuk memadamkan api yang menimbulkan asap tebal.
  • Kebakaran berulang diduga dipicu oleh seorang ODGJ yang sering membakar tumpukan sampah di area gelap dan terbuka, sehingga sudah empat kali dipadamkan oleh petugas.
  • Pemerintah kecamatan memperketat pengawasan dan edukasi warga agar tidak membuang atau membakar sampah sembarangan serta berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menangani pelaku pembakaran.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Makassar, IDN Times - Pemerintah Kota Makassar melalui Kecamatan Panakkukang menindaklanjuti aduan masyarakat terkait kebakaran sampah di Jalan Dr. Leimena atau Jalur 2 Middle Ring Road, Kelurahan Tello Baru, Kecamatan Panakkukang, Senin (20/7/2026) malam. Kebakaran tersebut menyebabkan asap tebal yang mengganggu jarak pandang pengendara.

Camat Panakkukang Syahril mengatakan laporan masyarakat yang masuk melalui aplikasi LONTARA+ langsung ditindaklanjuti oleh pemerintah kecamatan. Selanjutnya, pihaknya bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Makassar mendatangi lokasi untuk memadamkan api.

"Saya bersama pak Lurah sudah kenlokasi di Jalan Middle Ring Road (Jalan Dr. Leimena), Kelurahan Tello Baru, Kecamatan Panakkukang, informasi kami dapatkan bahwa bakar sampah ODGJ," kata Syahril.

1. Diduga ulah ODGJ

Pemadaman kebakaran sampah di Jalan Dr. Leimena (Jalur 2 Middle Ring Road), Kelurahan Tello Baru, Kecamatan Panakkukang, Makassar, Senin (20/7/2026) malam. (Dok. Pemkot Makassar)

Syahril menjelaskan kebakaran yang berulang di kawasan tersebut bukan semata-mata disebabkan oleh tumpukan sampah. Menurutnya, kebakaran diduga dipicu oleh seorang orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang kerap membakar sampah di lokasi.

Syahril mengatakan kawasan Jalan Dr. Leimena masih didominasi lahan terbuka dengan vegetasi serta minim penerangan pada malam hari. Kondisi tersebut kerap dimanfaatkan oknum untuk membuang sampah secara ilegal.

"Di sisi kiri dan kanan masih berupa kawasan berhutan sehingga pada malam hari kondisinya gelap. Banyak orang memanfaatkan situasi itu untuk membuang sampah," katanya.

2. Sudah empat kali dipadamkan

Ilustrasi pemadaman karhutla (Dok: Manggala Agni)

Syahril mengungkapkan kejadian serupa bukan kali pertama terjadi. Pemerintah Kecamatan Panakkukang bersama Damkarmat Makassar telah beberapa kali memadamkan api di lokasi yang sama.

"Sudah sekitar empat kali kami bersama Dinas Pemadam Kebakaran melakukan penyiraman di lokasi ini. Jadi bukan hanya hari ini, tetapi sudah berulang kali ditangani," katanya.

Berdasarkan informasi yang diterima pihak kecamatan, ODGJ yang diduga menjadi pelaku berasal dari wilayah Moncongloe. Dia disebut kerap datang ke lokasi pada dini hari untuk membakar tumpukan sampah, lalu kembali meninggalkan kawasan itu.

3. Pemkot akan tingkatkan pengawasan

Ilustrasi pemadaman kebakaran (IDN Times/Bagus F)

Selain memadamkan api, pihak kecamatan juga memberikan teguran kepada pelaku yang ditemukan membakar sampah. Pihak kecamatan turut mengedukasi masyarakat agar tidak membuang maupun membakar sampah secara sembarangan.

Syahril mengatakan pihaknya tetap membersihkan sampah setiap hari. Namun, upaya tersebut kerap terkendala karena masih adanya masyarakat yang membuang sampah secara liar, termasuk dari wilayah perbatasan Kota Makassar.

"Setiap hari kami melakukan pembersihan. Tetapi setelah malam, kembali ada yang membuang sampah, baik dari wilayah sekitar maupun dari daerah perbatasan," katanya.

Dia memastikan pihaknya akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menangani ODGJ yang diduga menjadi pelaku pembakaran. Di sisi lain, pengawasan terhadap praktik pembuangan sampah liar di kawasan tersebut juga akan diperketat.

"Apinya sudah padam, aduan masyarakat selalu kami tindak lanjuti. Bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Dinas Kominfo. Jadi, bukan berarti laporan itu diabaikan, semuanya sudah kami respons," kata Syahril.

Curated For You

Editorial Team

Related Article