Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Pemkot Makassar Bakal Gelar Rapid Test Massal di Pasar Tradisional

Pemkot Makassar Bakal Gelar Rapid Test Massal di Pasar Tradisional
Ilustrasi toko sembako (ANTARA FOTO/Arnas Padda)
Share Article

Makassar, IDN Times - Pemerintah Kota Makassar melalui tim Gugus Tugas COVID-19, mengagendakan pelaksanaan tes cepat atau rapid test massal pekan depan. Tes cepat sebagai upaya memutus mata rantai penularan COVID-19.

Rapid test massal sejalan dengan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Makassar yang sudah memasuki tahap kedau sejak Jumat (8/5) kemarin.

"Itu tangggal 12 Mei 2020 rencananya. Tempatnya antara lain kita rencanakan di pasar-pasat (tradisional)," kata Juru Bicara Gugus Tugas COVID-19 Makassar Ismail Hajiali, Sabtu (9/5).

1. Pasar jadi sasaran utama karena jadi tempat berkumpul banyak orang

Ilustrasi pasar tradisional. (ANTARA FOTO/Abriawan Abhe)
Ilustrasi pasar tradisional. (ANTARA FOTO/Abriawan Abhe)

Ismail mengungkapkan, pasar menjadi target utama pelaksanaan rapid test, mengingat lokasi tersebut menjadi pusat berkumpulnya warga. Interaksi antar warga di pasar dianggap berpotensi besar menjadi media penularan virus.

Di pasar, sebagian pengunjung dinilai kerap mengabaikan aturan pemerintah, khususnya untuk menjaga jarak hingga menggunakan masker.

"Di kerumunan orang, di keramaian orang kita tidak menjamin penularan. Apalagi mengabaikan protokol kesehatan," ucap Ismail.

Jika pada rapid test nanti ada orang dengan hasil reaktif COVID-19, maka langsung ditangani oleh petugas medis di lapangan. Pemerintah sudah menyiapkan tempat untuk isolasi, terutama bagi orang tanpa gejala (OTG).

2. Selain pasar, tes cepat juga direncanakan di pos perbatasan hingga puskesmas

Ilustrasi penyekatan kendaraan. ANTARA FOTO/Abriawan Abhe
Ilustrasi penyekatan kendaraan. ANTARA FOTO/Abriawan Abhe

Selain pasar, rapid test massal menyasar sejumlah lokasi atau tempat keramaian lain. Ismail menyebutkan, antara lain di posko perbatasan yang menghubungkan Kota Makassar dengan daerah tetangga. Warga yang berlalu lalang juga dianggap penting menjadi sasaran, karena turut berpotensi menjadi carrier virus.

"Semuanya kita asumsikan berpotensi di tempat-tempat yang ramai. Dan juga tetap ada di puskesmas yang wilayahnya berdekatan dengan warga. Ini upaya untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19," ucap Ismail.

3. Rapid test sebelumnya menunjukkan 316 orang reaktif COVID-19

ilustrasi (IDN Times/Pemkab Gowa)
ilustrasi (IDN Times/Pemkab Gowa)

Dinas Kesehatan Kota Makassar, Sulawesi Selatan, menggelar test cepat atau rapid test melalui puskesmas sejak 23 April 2020. Hasilnya, ratusan orang dinyatakan reaktif COVID-19.

"Dari 10 ribu alat rapid test yang ada, telah digunakan enam ribuan. Hasilnya ada 316 orang reaktif," sebut Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, Naisyah Tun Azikin dikutip dari Antara, Jumat (8/5).

Naisyah mengatakan, hasil rapid test menunjukkan bahwa COVID-19 sudah menular lewat transimi lokal di Makassar. Dinas Kesehatan selanjutnya melakukan tracing kepada orang-orang yang pernah kontak dengan mereka yang reaktif.

Share Article
Topics
Editorial Team
Sahrul Ramadan
EditorSahrul Ramadan

Latest News Sulawesi Selatan

See More

Mengenal Didek, Seni Bertutur Unik Milik Masyarakat Kabupaten Selayar

03 Jun 2026, 19:19 WIBNews