Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pembenahan TPA Tamangapa Capai 70 Persen, Siap Tinggalkan Open Dumping
TPA Tamangapa di Makassar. (Dok. Pemkot Makassar)
  • Pembenahan TPA Tamangapa sudah mencapai 70 persen, menandai peralihan dari sistem open dumping menuju controlled landfill sebagai langkah awal menuju sanitary landfill.
  • Penerapan metode cover soil dan pembangunan infrastruktur seperti drainase, kolam lindi, serta akses jalan dilakukan untuk mengurangi bau dan meningkatkan pengelolaan lingkungan.
  • Mulai Agustus 2026, TPA Tamangapa hanya akan menerima sampah residu sesuai kebijakan nasional, sementara sampah lain diolah sejak dari sumber melalui pemilahan dan pengomposan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Makassar, IDN Times - Pembenahan besar-besaran di TPA Tamangapa, Antang, Kecamatan Manggala, Kota Makassar mulai menunjukkan hasil. Kawasan yang sebelumnya identik dengan timbunan sampah terbuka dan bau menyengat kini lebih tertata sebagai bagian dari transformasi menuju sistem pengelolaan sampah yang lebih modern.

Pemerintah Kota Makassar menargetkan TPA Tamangapa beralih dari sistem open dumping menuju controlled landfill. Tahap ini menjadi langkah awal sebelum penerapan sistem sanitary landfill sesuai kebijakan pemerintah pusat yang menghentikan praktik pembuangan sampah terbuka.

"Untuk progres pembenahan TPA Manggala, rata-rata sudah diatas 70persen progresnya," kata Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar, Muhammad Amin, Kamis (16/7/2026).

1. Penimbunan tanah urug kurangi bau dan lalat

TPA Tamangapa di Makassar. (Dok. Pemkot Makassar)

Salah satu perubahan paling terlihat di TPA Tamangapa adalah penerapan metode cover soil, yakni penutupan timbunan sampah menggunakan tanah urug secara bertahap. Metode ini bertujuan mengurangi bau, menekan perkembangan lalat dan hama, serta meminimalkan pencemaran lingkungan.

Amin mengatakan penggunaan tanah urug menjadi syarat penting dalam proses transisi menuju sistem controlled landfill.

"Karena itu, kita berproses menuju sanitary landfill. Salah satu syarat utamanya adalah sampah harus ditutup menggunakan tanah urug agar tidak menimbulkan bau," katanya.

2. Drainase, kolam lindi, hingga akses jalan ikut dibangun

Pembenahan TPA Antang di Kota Makassar menggunakan metode cover soil sebagai bagian dari transisi sistem pengelolaan dari open dumping menuju sanitary landfill. (Dok. Pemkot Makassar)

Selain menutup timbunan sampah, Pemkot Makassar juga membangun berbagai infrastruktur pendukung di kawasan TPA. Pekerjaan meliputi pembangunan drainase, kolam penampungan air lindi (leachate pond), terasering kawasan timbunan sampah, hingga akses jalan menuju lokasi TPA.

Setiap hari sekitar 100 rit tanah urug didatangkan untuk mempercepat proses penutupan sampah. Sejumlah alat berat juga dioperasikan di berbagai titik pekerjaan.

"Selain penimbunan menggunakan cover soil, berbagai infrastruktur pendukung juga terus kami kerjakan di kawasan area TPA Tamangapa," kata Amin.

3. Disiapkan hanya menerima sampah residu mulai Agustus

Pembenahan TPA Antang di Kota Makassar menggunakan metode cover soil sebagai bagian dari transisi sistem pengelolaan dari open dumping menuju sanitary landfill. (Dok. Pemkot Makassar)

Pembenahan ini menjadi bagian dari persiapan penerapan kebijakan nasional yang mulai berlaku 1 Agustus 2026. Nantinya TPA Tamangapa hanya akan menerima sampah residu, sedangkan sampah organik dan anorganik diharapkan sudah dikelola sejak dari sumber melalui pemilahan, pengomposan, budidaya maggot, maupun bank sampah.

Amin mengatakan seluruh pekerjaan ditargetkan selesai sesuai tenggat yang ditetapkan pemerintah pusat agar sistem pengelolaan sampah di Makassar memenuhi standar yang baru.

"Kami target seluruh pembenahan TPA dapat dirampungkan, sesuai target waktu dari pemerintah pusat," katanya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article