Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
PDAM Makassar Ungkap 3 Strategi Pulihkan Distribusi Air saat Kemarau
Plt Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar, Andi Syahrum, memaparkan strategi penanganan krisis air bersih dalam Dialog Luar Studio RRI Pro 1 Makassar di Kelurahan Cambayya, Selasa (21/7/2026). (Dok. PDAM Makassar)
  • PDAM Makassar melakukan pengerukan saluran air baku dari Lekopancing ke Panaikang untuk mengatasi pendangkalan hingga tiga meter yang menyebabkan krisis distribusi air bersih di wilayah utara kota.
  • Perbaikan pompa Intake Manggala dan penyambungan jaringan pipa dari Maccini Sombala ke Tallo berhasil meningkatkan pasokan air serta memperluas jangkauan distribusi hingga kawasan utara Makassar.
  • Sebagai antisipasi kemarau, PDAM menyiagakan 14 mobil tangki bekerja sama dengan Pemprov Sulsel dan Damkar untuk mendistribusikan air bersih bagi pelanggan terdampak gangguan layanan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Makassar, IDN Times - Plt Direktur Utama Perumda Air Minum (PDAM) Kota Makassar, Andi Syahrum, memaparkan sejumlah strategi untuk mengatasi krisis air bersih. Dia juga menjelaskan upaya memperluas pemerataan distribusi hingga wilayah utara dan timur Kota Makassar.

Menurutnya, berbagai upaya tersebut mulai menunjukkan hasil dengan kembali mengalirnya air di sejumlah kawasan yang sebelumnya mengalami gangguan. Hal itu disampaikan Andi saat menjadi narasumber dalam Dialog Luar Studio RRI Pro 1 Makassar di Kantor Kelurahan Cambayya, Kecamatan Ujung Tanah, Selasa (21/7/2026).

1. Pengerukan saluran air baku jadi langkah pertama

Petugas PDAM Makassar bmengerjakan koneksi pipa berdiameter 500 milimeter di Jembatan PLTU Tello, Senin (3/11/2025). (Dok. PDAM Makassar)

Syahrum mengatakan persoalan pertama yang dihadapi saat mulai memimpin PDAM adalah krisis distribusi air bersih, terutama di kawasan utara Makassar. Dia memilih turun langsung menelusuri jalur air baku dari Lekopancing menuju Panaikang untuk mencari penyebab gangguan distribusi.

"Saat saya mulai menjalankan tugas, persoalan pertama yang harus kami hadapi adalah krisis air bersih di beberapa wilayah. Banyak masyarakat menyampaikan air tidak lagi mengalir, terutama di kawasan utara Kota Makassar," katanya.

Hasil penelusuran menemukan pendangkalan saluran air baku hingga sekitar tiga meter di beberapa titik. Berdasarkan temuan tersebut, PDAM mulai mengeruk saluran air baku dan prosesnya telah berlangsung selama tiga pekan.

"Begitu pengerukan dilakukan, aliran air baku mulai kembali masuk. Ini menjadi salah satu langkah penting untuk memulihkan pasokan air bersih kepada masyarakat," katanya.

2. Perbaiki pompa Intake Manggala dan sambung jaringan pipa

Intake Manggala resmi beroperasi sebagai sumber tambahan air baku untuk pelanggan di wilayah utara Kota Makassar. (Dok. Perumda Air Minum Kota Makassar).

Selain menormalisasi saluran, PDAM juga memperbaiki pompa Intake Manggala yang sebelumnya mengalami kerusakan sejak Oktober 2025. Pembenahan juga menyasar instalasi kelistrikan yang mendukung operasional intake.

Menurut Syahrum, langkah tersebut mulai membuahkan hasil. Pasokan air ke sejumlah wilayah pun meningkat.

"Alhamdulillah, setelah pompa dan instalasi diperbaiki, distribusi air di beberapa wilayah mulai kembali normal," katanya.

PDAM juga menyambungkan jaringan pipa dari Maccini Sombala menuju kawasan Tallo. Upaya ini diharapkan dapat memperluas pasokan air hingga wilayah utara Kota Makassar.

3. Siagakan 14 mobil tangki hadapi kemarau

Unit mobil tangki PDAM Makassar saat menyalurkan air bersih gratis. (Istimewa)

Menghadapi potensi kemarau berkepanjangan, PDAM telah menyiapkan 14 unit mobil tangki untuk membantu distribusi air bersih kepada pelanggan yang mengalami gangguan layanan. Dukungan armada juga disiapkan bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Dinas Pemadam Kebakaran apabila dibutuhkan.

Syahrum mengatakan mobil tangki disiapkan untuk mengantisipasi kondisi yang sangat krusial selama musim kemarau. Menurutnya, prioritas utama distribusi air melalui armada tersebut adalah pelanggan PDAM yang mengalami gangguan layanan.

"Namun apabila masyarakat di luar pelanggan membutuhkan bantuan air bersih melalui koordinasi RT/RW, kami juga akan berupaya membantu sesuai kemampuan yang ada," kata Syahrum.

Dia juga meluruskan informasi yang menyebut cadangan air PDAM hanya mampu bertahan selama 30 hari. Menurutnya, angka tersebut merupakan skenario dalam kondisi kemarau ekstrem, sedangkan sumber air baku PDAM berasal dari sungai yang dipantau setiap hari.

"Cadangan air PDAM itu bukan seperti stok di dalam tangki yang tinggal dihitung harinya. Sumber air baku kami berada di sungai dan terus kami pantau setiap hari," katanya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article