Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
PDAM Makassar Klaim Masih Mampu Salurkan Air di Tengah Ancaman Kekeringan
Gedung kantor PDAM Kota Makassar di Jalan DR. Ratulangi Makassar. (Dok. PDAM Makassar)
  • PDAM Makassar menyatakan masih mampu menjaga layanan air bersih selama kekeringan dan telah melaporkan kondisi tersebut kepada Wali Kota Munafri Arifuddin.
  • Debit sumber air menurun, terutama mengganggu distribusi ke wilayah utara dan timur Makassar akibat sungai yang semakin menipis.
  • Penurunan debit Sungai Lekoapancing dan Intake Manggala berdampak pada Manggala serta Antang; debit yang sempat 400 kini dapat turun di bawah 200.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Makassar, IDN Times - Perumda Air Minum Kota Makassar mengklaim masih mampu mempertahankan pelayanan di tengah kondisi kekeringan yang melanda sejumlah wilayah. Perusahaan daerah mengaku itu terus berupaya menjaga kelancaran pasokan air bersih kepada masyarakat.

Plt Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar, Andi Syahrum Makkurade, mengatakan kondisi kekeringan telah dilaporkan kepada Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin. PDAM Makassar masih berupaya mempertahankan pelayanan air bersih di tengah kondisi tersebut.

"Kita tahu bahwa kita sekarang dilanda kekeringan. Saya sudah melaporkan ke Bapak Wali Kota bahwa insyaallah kita masih mampu untuk bertahan dengan situasi ini," kata Andi Syahrum, Sabtu (8/8/2026).

1. Debit air di sejumlah sumber menurun

Kondisi air di Bendung Leko Pancing, Kabupaten Maros, Kamis (19/9/2024). (Dok. PDAM Makassar)

Menurut Syahrum, PDAM tetap menjalankan sejumlah langkah untuk menjaga pelayanan air bersih selama musim kemarau. Kondisi sumber air dan operasional pompa terus dipantau untuk memastikan distribusi kepada pelanggan tetap berjalan.

Meski demikian, Syahrum mengakui terdapat sejumlah kendala akibat menurunnya debit air. Kondisi tersebut terutama dirasakan di wilayah utara dan timur Makassar.

"Kurang lebih satu bulan itu ada kelancaran aliran air ke daerah utara dan timur. Tetapi akhir-akhir ini kita terkendala daripada sungai yang semakin menipis," katanya.

2. Pasokan air ke Manggala dan Antang ikut terdampak

Unit mobil tangki PDAM Makassar saat menyalurkan air bersih gratis. (Istimewa)

Salah satu sumber air yang terdampak adalah Sungai Lekoapancing. Selain itu, pompa yang berada di Intake Manggala juga mengalami penurunan debit pada malam hingga pagi hari.

Kondisi tersebut membuat operasional pompa harus disesuaikan dengan ketersediaan air. PDAM mengaktifkan kembali pompa ketika kondisi debit memungkinkan.

Syahrum menyebut penurunan debit tersebut turut berdampak pada pelayanan di wilayah Kecamatan Manggala. Kondisi ini khususnya dirasakan masyarakat di kawasan Antang.

"Intake Manggala, itu juga mengalami drop pada saat malam dan pagi hari. Siang sampai sore atau sampai malam kita baru aktifkan kembali sehingga ada terkendala di daerah Manggala juga, daerah Antang," katanya.

3. Debit air sempat mencapai 400 dan kini bisa di bawah 200

instalasi PDAM Makassar/pdammakassar.go.id

PDAM mencatat debit air mengalami penurunan ketika kondisi sumber air semakin menipis. Penurunan tersebut turut memengaruhi operasional pompa dan distribusi air kepada pelanggan.

Meski menghadapi kendala tersebut, PDAM Makassar memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas. Berbagai upaya terus dijalankan untuk menjaga distribusi air bersih di tengah musim kemarau.

"Kemarin kita sudah mencapai di angka 400, tetapi sekarang ini kalau dia drop, itu di bawah, malah ada di bawah 200 kalau dia drop. Tetapi kita tunggu sampai air laut ini surut sehingga kita bisa aktifkan pompa kembali," katanya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article