Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

PDAM Makassar Genjot Digitalisasi, Baru 50 Persen Pelanggan Tersentuh Layanan Digital

Gedung kantor PDAM Kota Makassar di Jalan DR. Ratulangi Makassar. (Dok. PDAM Makassar)
Gedung kantor PDAM Kota Makassar di Jalan DR. Ratulangi Makassar. (Dok. PDAM Makassar)
Intinya sih...
  • Aplikasi layanan digital belum tersosialisasi maksimalPDAM Makassar telah memiliki aplikasi layanan digital sejak beberapa tahun lalu, namun belum tersosialisasi dan termanfaatkan secara optimal. Melalui sinergi dengan Bank Indonesia dan perbankan, sistem digital yang ada akan dimaksimalkan tanpa perlu membuat platform baru.
  • Percepatan layanan akan dirasakan langsung oleh masyarakatHamzah optimistis, bila sistem ini terintegrasi secara menyeluruh, maka percepatan layanan bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Dia menargetkan seluruh pelanggan dapat menikmati layanan digital dalam waktu dekat.
  • Wali kota Makassar dorong sistem cashless pada PerumdaTransformasi digital PDAM sejalan dengan kebijakan Pemerintah
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Makassar, IDN Times - Perumda Air Minum (PDAM) Makassar tengah mempercepat transformasi layanan digital guna meningkatkan efisiensi dan kenyamanan bagi pelanggan. Hingga kini, dari total sekitar 180 ribu pelanggan, baru sekitar 90 ribu yang sudah tersambung ke sistem digital.

Plt Direktur Utama PDAM Makassar, Hamzah Ahmad, menyampaikan bahwa percepatan ini menjadi prioritas untuk memudahkan akses masyarakat terhadap layanan air bersih. Hal ini sekaligus menjawab kebutuhan layanan yang cepat dan tanpa tatap muka.

"Jadi, berdasarkan data yang ada di PDAM, dari 180 ribu pelanggan PDAM yang ada sekarang ini, baru tersentuh digitalisasi itu baru separuhnya. Sekitar 90 ribu. Jadi selebihnya itu masih manual," kata Hamzah, Minggu (8/6/2025).

1. Aplikasi layanan digital belum tersosialisasi maksimal

ilustrasi digitalisasi (unsplash.com/NordWood Themes)
ilustrasi digitalisasi (unsplash.com/NordWood Themes)

PDAM Makassar telah memiliki aplikasi layanan digital sejak beberapa tahun lalu, namun belum tersosialisasi dan termanfaatkan secara optimal. Melalui sinergi dengan Bank Indonesia dan perbankan, sistem digital yang ada akan dimaksimalkan tanpa perlu membuat platform baru.

"Pembayarannya melalui QRIS, m-banking, mengecek berapa jumlah tagihan. Ini sebenarnya sudah ada aplikasinya dari dulu cuma belum tersosialisasi dan termanfaatkan dengan baik," kata Hamzah. 

2. Percepatan layanan akan dirasakan langsung oleh masyarakat

Mobil operasional PDAM Makassar mengangkut air bersih untuk didistribusikan ke wilayah terdampak kekeringan. IDN Times/Dahrul Amri Lobubun
Mobil operasional PDAM Makassar mengangkut air bersih untuk didistribusikan ke wilayah terdampak kekeringan. IDN Times/Dahrul Amri Lobubun

Hamzah optimistis, bila sistem ini terintegrasi secara menyeluruh, maka percepatan layanan bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Dia menargetkan seluruh pelanggan dapat menikmati layanan digital dalam waktu dekat.

Menurut Hamzah, program ini tidak hanya menyangkut efisiensi internal. Dia menyebutkan, digitalisasi juga memberikan kemudahan bagi pelanggan yang selama ini mengeluhkan birokrasi dan waktu tunggu layanan konvensional.

"Ini kan sangat membebani masyarakat karena transportasi, waktu, untuk datang ke kantor pelayanan ketika ada kebutuhan layanan terkait dengan distribusi. Dengan adanya rencana digitalisasi pelayanan ini sangat mensupport percepatan layanan kepada pelanggan kami," ucapnya.

3. Wali kota Makassar dorong sistem cashless pada Perumda

Wali Kota Makassar, Munafri Ariffudin, Selasa (8/4/2025). IDN Times/Ashrawi Muin
Wali Kota Makassar, Munafri Ariffudin, Selasa (8/4/2025). IDN Times/Ashrawi Muin

Transformasi digital PDAM sejalan dengan kebijakan Pemerintah Kota Makassar yang menghapus penggunaan uang tunai dalam pelayanan publik BUMD. Wali Kota Munafri Arifuddin telah menekankan soal sistem non-tunai dan transparansi dalam tata kelola perusahaan daerah.

"Langkah ini tidak hanya memperkuat pengawasan dan akuntabilitas, tetapi juga sejalan dengan semangat tata kelola BUMD yang bersih dan profesional," kata Munafri. 

Dia mengajak seluruh direksi untuk terus berinovasi dan memastikan setiap langkah membawa manfaat bagi masyarakat dan keuangan daerah. Dia menegaskan bahwa seluruh pembayaran ke depan akan berlangsung secara digital tanpa lagi menggunakan uang tunai.

"Sistem digitalisasi dan perangkat jalan, jadi tidak ada lagi pembayaran cash," kata Munafri.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Irwan Idris
EditorIrwan Idris
Follow Us

Latest News Sulawesi Selatan

See More

Keluarga Klaim Smartwatch Kopilot Pesawat ATR 42-500 Catat Pergerakan

20 Jan 2026, 09:51 WIBNews