Ilustrasi jenazah (IDN Times/Mardya Shakti)
Aswan menyatakan sudah mempertanyakan ke pihak RS terkait kematian kerabatnya itu. Pihak RS mengatakan korban awalnya mengamuk dan dianiaya oleh sesama ODGJ.
"Di awal pembicaraannya itu katanya dia (Sahrullah) mengamuk dan mau memukul teman sejiwanya (pasien ODGJ lainnya)," bebernya.
Tak hanya itu, Aswan juga mempertanyakan luka jeratan di leher Sahrullah. Alasannya, berdasarkan keterangan RSKD Dadi Makassar, Sahrullah hanya diikat di tangan dan kaki.
"Dia bilang kalau korban ini mengamuk, tidak mau tenang di ruangan, makanya dia diikat. Tapi dia bilang yang diikat tangan kanan dan kirinya. Terus saya pertanyakan kenapa bisa ada bekas (luka) tali di lehernya. Sehingga itu menjadi tanda tanya bagi kami," tuturnya.
Akibat peristiwa ini, Aswan menyebut keluarga sudah melaporkan kematian Sahrullah di Polrestabes Makassar. "Sudah melapor hari Jumat itu di Polrestabes Makassar. Kita juga sudah lakukan autopsi," ucapnya.