Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pasien ODGJ RS Dadi Makassar Meninggal dengan Tubuh Penuh Luka
RSKS Dadi Makassar di Jl. Lanto Dg. Pasewang Kecamtan Mamajang, Kota Makassar, Rabu (9/10/2024) ( IDN Times / Darsil Yahya Mustari)

Makassar, IDN Times - Seorang pasien orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) bernama Sahrullah (42) meninggal dunia di Rumah Sakit Daerah Khusus (RSKD) Dadi Makassar. Korban meninggal dunia dengan sejumlah luka ditubuhnya pada Jumat (18/10/2024).

Pihak keluarga menduga Sahrullah dianiaya terlebih dahulu sebelum dinyatakan meninggal dunia oleh pihak rumah sakit.

1. Keluarga sebut terdapat luka di tubuh korban

Ilustrasi garis polisi. (IDN Times/Arief Rahmat)

Aswan, salah satu kerabat korban, menjelasan awalnya Sahrullah masuk menjadi pasien RSKD Dadi Makassar pada Pukul 12.00 Wita, Jumat (18/10/2024). Namun, belum sampai 24 jam, pihak keluarga mendapatkan kabar jika Sahrullah meninggal dunia di RS.

"Dapat informasi kematian Sahrullah tanggal 18 hari Jumat pukul 22.00 Wita. Tapi korban meninggal pukul 21.00 Wita," ucapnya kepada awak media, Minggu (20/10/2024).

Dia merasa kematian kerabatnya itu terasa janggal karena penuh dengan luka di tubuhnya. Begitu pun hasil autopsi RS Bhayangkara menyebut korban penuh luka.

"Sejumlah luka yang terlihat di tubuh Sahrullah seperti di atas alis sebelah kiri dan di bawah pelipis mata. Terus di bagian leher itu seperti ada jeratan tali, seperti dianiaya. Terus di bagian belakang kepala (ada luka)," bebernya.

2. Keluarga melapor ke polisi

Ilustrasi jenazah (IDN Times/Mardya Shakti)

Aswan menyatakan sudah mempertanyakan ke pihak RS terkait kematian kerabatnya itu. Pihak RS mengatakan korban awalnya mengamuk dan dianiaya oleh sesama ODGJ.

"Di awal pembicaraannya itu katanya dia (Sahrullah) mengamuk dan mau memukul teman sejiwanya (pasien ODGJ lainnya)," bebernya.

Tak hanya itu, Aswan juga mempertanyakan luka jeratan di leher Sahrullah. Alasannya, berdasarkan keterangan RSKD Dadi Makassar, Sahrullah hanya diikat di tangan dan kaki. 

"Dia bilang kalau korban ini mengamuk, tidak mau tenang di ruangan, makanya dia diikat. Tapi dia bilang yang diikat tangan kanan dan kirinya. Terus saya pertanyakan kenapa bisa ada bekas (luka) tali di lehernya. Sehingga itu menjadi tanda tanya bagi kami," tuturnya.

Akibat peristiwa ini, Aswan menyebut keluarga sudah melaporkan kematian Sahrullah di Polrestabes Makassar. "Sudah melapor hari Jumat itu di Polrestabes Makassar. Kita juga sudah lakukan autopsi," ucapnya.

3. RS benarkan ada pasien ODGJ meninggal

Ilustrasi jenazah (IDN Times/Mia Amalia)

Dikonfirmasi terpisah, Pelaksana tugas (Plt) Kabid Humas RSKD Dadi Makassar, Sukirman membenarkan adanya pasien ODGJ yang meninggal dunia. Namun dia belum bisa menjelaskan banyak soal kejadian itu.

"Kejadian itu memang betul ada. Untuk kronologis dan lain-lainnya masih menunggu hasil pemeriksaan pihak penyidik Polrestabes," ucapnya.

Sukirman menyebut ada dua perawat yang diperiksa sebagai saksi di Polrestabes Makassar. Mereka dimintai keterangan terkait penyebab kematian Sahrullah.

"Kita semua menunggu hasil kesimpulan dari pemeriksaan pihak penyidik, biar beritanya tidak simpang siur," kata dia.

Editorial Team

Related Article