Makassar, IDN Times - Pakar kesehatan merekomendasikan agar pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten/kota di Sulawesi Selatan, menerapkan sistem klaster atau pengelompokan dalam mengidentifikasi kasus Covid-19. Sistem yang sama sudah dipraktikkan di daerah lain seperti Jakarta dan Jawa Barat.
Dekan Fakultas Kehehatan Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Dr Aminuddin Syam berpendapat, pengelompokan kasus bisa membantu upaya memutus mata rantai penularan virus corona. Pengelompokan bisa mengacu pada jumlah kasus, mengingat sejauh ini sudah ada 13 orang positif di Sulsel.
"Saya menyarankan Sulsel perlu melakukan klasterisasi seperti daerah lain. Yang kelihatan positif memang baru 13, tapi saya menduga kalau dilakukan pemeriksaan massal, maka di Sulsel (ada) lebih dari jumlah yang diumumkan pemerintah," kata Aminuddin kepada IDN Times saat berbincang melalui telepon, Kamis (26/3).
