Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Munafri Ingatkan Lomba 17 Agustus Tak Jadi Ajang Merendahkan Warga
ilustrasi lomba Agustusan (pexels.com/Yaomil Akbar)
  • Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin meminta perayaan HUT ke-81 RI di tingkat warga menjadi hiburan aman, menyenangkan, edukatif, serta tetap berlandaskan norma dan budaya.
  • Panitia dilarang menjadikan individu atau kelompok sebagai objek hiburan yang merendahkan martabat atau memicu keresahan; camat dan lurah diminta memediasi potensi gesekan.
  • Pemkot, TNI, dan Polri akan memperkuat pengawasan melalui deteksi dini, CCTV, layanan 112, dan forum kewaspadaan; warga diimbau tidak mudah terprovokasi informasi media sosial.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Makassar, IDN Times - Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengingatkan masyarakat agar rangkaian perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tidak hanya berlangsung meriah, tetapi tetap memperhatikan kepatutan dan keharmonisan sosial. Ia menegaskan, kegiatan yang digelar di tingkat kecamatan, kelurahan hingga lorong harus menjadi ruang hiburan yang aman dan menyenangkan bagi seluruh masyarakat.

Munafri secara khusus meminta panitia tidak menjadikan kelompok atau individu tertentu sebagai objek hiburan yang berpotensi merendahkan martabat atau memicu keresahan sosial. Menurutnya, seluruh kegiatan kemerdekaan harus tetap memiliki nilai edukasi, norma dan budaya yang baik, sekaligus memperhatikan perlindungan terhadap anak.

1. Perayaan kemerdekaan harus jadi hiburan yang positif

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menerima perwakilan warga Tamalanrea, PT SUS dan perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup dalam pertemuan membahas rencana pembangunan PSEL di Balai Kota Makassar, Kamis (6/8/2026). (Dok. Humas Pemkot Makassar)

Munafri menyampaikan hal tersebut saat menghadiri Rapat Koordinasi Forkopimda tentang Situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat di Kota Makassar di Novotel Makassar Grand Shayla, Kamis (13/8/2026). Ia meminta camat dan lurah memastikan setiap kegiatan yang digelar masyarakat tetap berada dalam koridor kepatutan.

Menurut Munafri, perayaan kemerdekaan biasanya diisi pesta rakyat, perlombaan, pertunjukan seni dan budaya hingga malam apresiasi yang berpotensi mengumpulkan banyak warga. Karena itu, kegiatan tersebut perlu dipersiapkan dengan baik agar kemeriahan tidak berubah menjadi persoalan yang mengganggu ketertiban atau keharmonisan masyarakat. Ia ingin peringatan kemerdekaan benar-benar menjadi pesta rakyat yang menghadirkan kegembiraan bagi masyarakat.

"Ini kegiatan dalam rangka memperingati ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia, bukan ajang untuk mencari jagoan-jagoan yang ada di daerah masing-masing," tegas Munafri.

2. Jangan merendahkan martabat kelompok atau individu

ilustrasi lomba Agustusan (pexels.com/RUDI GUZTI)

Selain menjaga keamanan, Munafri meminta kegiatan masyarakat memperhatikan norma dan budaya yang berlaku. Ia menekankan bahwa hiburan dalam perayaan kemerdekaan tidak boleh menjadikan kelompok maupun individu tertentu sebagai sasaran tontonan apabila hal tersebut berpotensi merendahkan martabat atau menimbulkan keresahan sosial.

Pesan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga agar ruang publik selama perayaan tetap inklusif dan nyaman bagi warga. Pemerintah kota juga mendorong keterlibatan RT/RW, tokoh masyarakat, Babinsa dan Bhabinkamtibmas untuk memberikan sosialisasi serta edukasi kepada masyarakat sebelum, selama dan setelah kegiatan berlangsung.

Munafri juga meminta camat dan lurah aktif menjadi mediator apabila terjadi persoalan antarpanitia atau kelompok masyarakat. Menurutnya, gesekan dalam kegiatan warga terkadang bermula dari persoalan teknis yang seharusnya dapat diselesaikan melalui komunikasi sehingga tidak berkembang menjadi konflik.

3. Tiga pilar diminta perkuat pengawasan

Kapolrestabes Makassar Kombes Arya Perdana. (IDN Times/Darsil Yahya)

Munafri menekankan pengamanan perayaan kemerdekaan harus dilakukan sejak tahap persiapan hingga setelah kegiatan selesai. Ia meminta sinergi pemerintah daerah, TNI dan Polri diperkuat hingga tingkat kelurahan dan kecamatan untuk mendeteksi potensi gangguan keamanan sejak dini.

Pengawasan juga diarahkan pada potensi konflik sosial, kejahatan jalanan, tawuran hingga gangguan lain yang dapat muncul selama rangkaian kegiatan. Pemerintah Kota Makassar akan mengoptimalkan pula CCTV, layanan darurat 112 serta Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat untuk mempercepat deteksi dan respons terhadap persoalan di lapangan.

Kapolrestabes Makassar Kombes Arya Perdana mengatakan kondisi kamtibmas di Makassar dalam beberapa bulan terakhir semakin kondusif. Ia meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi informasi di media sosial yang belum jelas kebenarannya, terutama menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

"Ini merupakan kerja sama dari kita semua, bukan hanya tugas polisi. Ada kesepakatan dari seluruh masyarakat untuk bersama-sama menciptakan situasi yang kondusif dan menolak hal-hal negatif tersebut," ujar Arya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article