Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Miris! Ibu Muda di Sinjai Ditandu 2 Km ke Puskesmas karena Jalan Rusak

Miris! Ibu Muda di Sinjai Ditandu 2 Km ke Puskesmas karena Jalan Rusak
Warga menandi Ramlah (22) sejauh kurang lebih 2 kilometer demi mendapatkan perawatan medis akibat keterbatasan akses jalan di Dusun Tonrong, Desa Terasa, Kecamatan Sinjai Barat, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan (Sulsel), Sabtu (4/4/2026). Dok. Istimewa
Intinya Sih
  • Seorang ibu muda bernama Ramlah di Sinjai harus ditandu sejauh 2 km menuju puskesmas karena mengalami pendarahan hebat usai melahirkan.
  • Akses jalan tanah yang licin membuat ambulans tidak bisa menjangkau rumah Ramlah, sehingga warga bergotong royong menandu korban menggunakan bambu dan sarung.
  • Warga berharap pemerintah segera memperbaiki infrastruktur jalan agar akses menuju fasilitas kesehatan lebih mudah dan aman bagi masyarakat pedesaan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Makassar, IDN Times - Seorang warga bernama Ramlah (22) terpaksa ditandu sejauh kurang lebih 2 kilometer demi mendapatkan perawatan medis akibat keterbatasan akses jalan di Dusun Tonrong, Desa Terasa, Kecamatan Sinjai Barat, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (4/4/2026) sekitar pukul 19.21 Wita. Ramlah diketahui mengalami pendarahan hebat setelah melahirkan beberapa hari sebelumnya.

1. Ditandu pakai bambu dan sarung

Warga menandi Ramlah (22) sejauh kurang lebih 2 kilometer demi mendapatkan perawatan medis akibat keterbatasan akses jalan di Dusun Tonrong, Desa Terasa, Kecamatan Sinjai Barat, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan (Sulsel), Sabtu (4/4/2026). Dok. Istimewa
Warga menandi Ramlah (22) sejauh kurang lebih 2 kilometer demi mendapatkan perawatan medis akibat keterbatasan akses jalan di Dusun Tonrong, Desa Terasa, Kecamatan Sinjai Barat, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan (Sulsel), Sabtu (4/4/2026). Dok. Istimewa

Dalam video yang beredar, tampak warga bergotong royong membuat tandu sederhana dari bambu dan sarung untuk membawa Ramlah. Mereka berjalan kaki secara bergantian memikul tandu.

Sementara rombongan keluarga turut mengiringi perjalanan, sebagian menggunakan sepeda motor dan lainnya berjalan kaki di sepanjang jalur yang sulit dilalui kendaraan.

Sebelumnya, korban sempat mendapat pertolongan pertama dari seorang perawat di kampungnya. Setelah sekitar dua jam penanganan, pendarahan berhasil dihentikan. Namun, kondisi Ramlah sempat melemah hingga pingsan akibat banyaknya darah yang keluar.

2. Ambulans tidak dapat menjangkau lokasi

ilustrasi ambulans (unsplash.com/Jiachen Lin)
ilustrasi ambulans (unsplash.com/Jiachen Lin)

Khawatir kondisi korban memburuk, pihak keluarga akhirnya memutuskan membawa Ramlah ke Puskesmas Tengalembang di Bontosalama, Kecamatan Sinjai Barat, untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.

Namun upaya tersebut tidak mudah. Akses jalan menuju rumah korban masih berupa tanah dan menjadi licin saat musim hujan, sehingga ambulans tidak dapat menjangkau lokasi

Akibatnya, keluarga bersama warga setempat terpaksa menandu Ramlah hingga mencapai titik yang bisa dilalui kendaraan.

“Iya, kami keluarga memutuskan untuk membawa ke puskesmas demi fasilitas kesehatan yang lebih memadai dan agar bisa langsung ditangani oleh perawat maupun dokter,” ujar Syamsul, pihak keluarga kepada awak media, Minggu (5/4/2026).

3. Warga harap pemerintah perbaiki akses jalan

Ilustrasi ambulans. (Unsplash/onnica Hill)
Ilustrasi ambulans. (Unsplash/onnica Hill)

Ia juga mengungkapkan bahwa kondisi ini sudah lama menjadi persoalan bagi warga setempat.

“Karena jalan di dusun kami ini masih tanah dan licin, ambulans tidak bisa masuk. Jadi kalau ada warga sakit, harus ditandu dulu sampai ke jalan yang bisa dilalui kendaraan,” tambahnya.

Peristiwa ini kembali menggambarkan keterbatasan infrastruktur yang masih dirasakan warga di wilayah tersebut. Syamsul berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah untuk segera memperbaiki akses jalan.

“Kami berharap pemerintah tidak hanya sebatas janji dan wacana. Kami butuh bukti nyata, seperti pengaspalan atau pengecoran jalan agar akses kesehatan lebih mudah,” tandasnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Irwan Idris
EditorIrwan Idris
Follow Us

Latest News Sulawesi Selatan

See More