Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Menkes Bagikan Tips Panjang Umur dan Sehat, Jangan Diabaikan!
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjadi narasumber pada puncak peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 di Hotel Claro Makassar, Sabtu (11/7/2026). IDN Times/Asrhawi Muin
  • Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menargetkan peningkatan angka harapan hidup masyarakat Indonesia dari 72 menjadi 76 tahun, serta usia hidup sehat dari 60 menjadi 65 tahun.
  • Budi menyoroti stroke dan penyakit jantung sebagai penyebab kematian tertinggi di Indonesia, namun menegaskan keduanya bisa dicegah lewat deteksi dini dan gaya hidup sehat.
  • Melalui program Cek Kesehatan Gratis, masyarakat diajak rutin memantau tekanan darah, gula darah, dan kolesterol serta menjaga pola makan rendah gula untuk mencegah penyakit tidak menular.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Makassar, IDN Times - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengajak masyarakat rutin memantau kondisi kesehatan agar dapat hidup lebih lama dan tetap sehat. Hal itu disampaikannya saat menjadi narasumber pada puncak peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 di Hotel Claro Makassar, Sabtu (11/7/2026).

Budi mengatakan pemerintah menargetkan peningkatan angka harapan hidup masyarakat Indonesia dari rata-rata 72 tahun menjadi 76 tahun. Selain itu, pemerintah juga ingin meningkatkan angka harapan hidup sehat dari 60 tahun menjadi 65 tahun.

"Target yang kedua adalah saya harus bisa menaikkan rata-rata usia hidup sehat. Tadi rata-rata usia hidup, sekarang rata-rata usia hidup sehat dari 60 ke 65 tahun," kata Budi.

1. Stroke dan penyakit jantung menjadi penyebab kematian tertinggi

ilustrasi stroke (IDN Times/Novaya Siantita)

Budi mengungkapkan stroke masih menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia dengan sekitar 300 ribu kasus kematian setiap tahun. Posisi berikutnya ditempati penyakit jantung dengan sekitar 250 ribu kematian per tahun, disusul kanker dan penyakit ginjal.

"Kalau kita mau hidup sehat, umurnya 72 atau 74, 76, 70, 80, jangan sampai kena stroke, kena jantung, kena kanker, kena ginjal. Itu penyakit yang paling banyak korbannya," katanya. 

Namun menurutnya, stroke, penyakit jantung, dan gagal ginjal merupakan penyakit yang sebenarnya dapat dicegah. Salah satu caranya adalah melalui deteksi dini dan penerapan gaya hidup sehat.

2. Menkes minta masyarakat rutin mengikuti Cek Kesehatan Gratis

Petugas kesehatan mengambil sampel darah pasien anak saat cek kesehatan gratis di Puskesmas PB Selayang, Medan, Sumatera Utara, Senin (10/2/2025). (ANTARA Foto/Yudi Manar)

Budi menilai Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi langkah penting untuk mendeteksi faktor risiko penyakit sejak dini. Dia meminta masyarakat tidak menunggu munculnya gejala sebelum memeriksakan kesehatan.

Menurutnya, ada tiga indikator utama yang harus rutin dipantau. Ketiga indikator tersebut yakni tekanan darah, gula darah, dan kolesterol.

Budi menjelaskan tekanan darah ideal berada di bawah 120/80 mmHg. Sementara kadar gula darah jangka panjang melalui pemeriksaan HbA1c sebaiknya di bawah 5,7 persen, sedangkan kadar kolesterol LDL idealnya di bawah 100 mg/dL.

"Karena yang namanya tekanan darah tinggi adalah salah satu faktor resiko terbesar kena serangan stroke. Jantung juga," katanya. 

3. Pola makan berperan penting mencegah penyakit tidak menular

Ilustrasi pola makan bergizi seimbang (freepik.com/freepik)

Selain pemeriksaan kesehatan rutin, Budi mengingatkan masyarakat untuk menjaga pola makan, terutama mengurangi konsumsi makanan dan minuman tinggi gula. Dia bahkan menyinggung kebiasaan mengonsumsi makanan manis yang menurutnya cukup populer di Makassar.

"Cemilannya manis semua. Enak, boleh seminggu sekali, tapi makannya setengah saja supaya jangan kena penyakit ginjal, stroke, dan jantung," kata Budi.

Dia pun berharap masyarakat semakin memanfaatkan layanan Cek Kesehatan Gratis. Dengan begitu, faktor risiko penyakit dapat diketahui lebih awal sehingga penanganan dapat diberikan sebelum berkembang menjadi penyakit yang lebih berat.

Curated For You

Editorial Team

Related Article