Sulsel Darurat TB, Kemenkes Kirim 20 Rontgen Portabel ke Makassar

- Sulsel masuk prioritas Kementerian Kesehatan. Provinsi ini menjadi fokus intervensi karena kasus TB tertinggi di Indonesia.
- Rontgen portabel dirancang khusus untuk deteksi dini. Presiden Prabowo Subianto memberi penugasan khusus kepada Kementerian Kesehatan untuk menekan kasus TB secara nasional.
- Wamenkes berharap penurunan kasus TB dalam beberapa tahun ke depan. Kota Makassar menargetkan bebas TB pada 2029 dengan dukungan dari pemerintah pusat.
Makassar, IDN Times – Pemerintah pusat menaruh perhatian serius terhadap tingginya angka kasus Tuberkulosis (TB) di Sulawesi Selatan. Provinsi ini masuk dalam delapan besar wilayah dengan temuan TB tertinggi secara nasional, sehingga menjadi salah satu prioritas intervensi Kementerian Kesehatan.
Sebagai langkah percepatan deteksi dini, Kementerian Kesehatan berencana menyalurkan 20 unit alat rontgen portabel ke Kota Makassar pada 2026. Bantuan tersebut diharapkan bisa memperluas jangkauan pemeriksaan TB hingga ke permukiman warga.
1. Sulsel masuk prioritas Kementerian Kesehatan

Wakil Menteri Kesehatan RI, Benjamin Paulus Octavianus, mengatakan, Sulsel berada dalam daftar wilayah prioritas bersama Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten, DKI Jakarta, NTT, dan Sumatera Utara.
“Delapan provinsi ini menjadi fokus karena kasus TB-nya paling tinggi di Indonesia. Semua akan kita dorong untuk pemeriksaan masif,” kata Benjamin saat meninjau Puskesmas Ballaparang, Makassar, Selasa (13/1/2026).
Menurut Benjamin, 20 unit rontgen portabel yang akan dikirim ke Makassar bisa dimanfaatkan untuk melayani hingga 3 ribu pasien per alat.
“Kalau satu alat bisa melayani 50 pasien per hari, maka dalam setahun bisa sekitar 60 ribu orang yang diperiksa di Makassar,” ujarnya.
2. Dapat tugas khusus dari Presiden tekan kasus tuberkulosis

Benjamin menjelaskan, rontgen portabel ini dirancang khusus dengan bobot ringan dan mudah dibawa ke mana-mana. Alat tersebut memungkinkan petugas kesehatan melakukan pemeriksaan langsung di kelurahan hingga rumah warga.
“Besok kami juga akan bertemu Pak Gubernur untuk penyerahan simbolis. Berat alat ini hanya sekitar 3 kilogram, jadi bisa dibawa langsung ke lapangan untuk mempermudah diagnosis TB,” jelasnya.
Benjamin juga mengungkapkan, Presiden Prabowo Subianto memberi penugasan khusus kepada Kementerian Kesehatan untuk menekan kasus TB secara nasional. Saat ini, tren kasus TB di Indonesia disebut mulai menunjukkan penurunan, termasuk di Makassar.
“Penduduk Makassar sekitar 1,4 juta jiwa dan tahun lalu ditemukan 9.885 kasus TB. Artinya, ada hampir 9.800 rumah yang harus kita datangi untuk intervensi,” katanya.
3. Wamenkes berharap tiha tahun kedepan kasus TB menurun

Meski begitu, ia belum menetapkan target pasti penurunan angka TB dalam waktu dekat. Namun, pemerintah optimistis hasil kerja keras akan mulai terlihat dalam beberapa tahun ke depan.
“Harapannya pada 2027 atau 2028 sudah terlihat penurunan signifikan. Setelah tiga tahun intervensi, dampaknya harus kelihatan. Program yang terbukti efektif akan kita jadikan program nasional,” tuturnya.
Sementara itu, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menargetkan ambisi besar: Kota Makassar bebas TB pada 2029. Ia berharap seluruh jajaran puskesmas dan tenaga kesehatan terus meningkatkan inovasi layanan.
“Dukungan dari Pak Wamenkes ini luar biasa. Puskesmas kami, termasuk di Ballaparang, terus berbenah. Target kita jelas, nol kasus TB pada 2029 atau setelah tiga tahun masa intervensi,” tegas Munafri.


















