Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Mendagri Lantik Fadjry Djufry sebagai Pj Gubernur Sulawesi Selatan
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian melantik Pj. Gubernur Sulsel Fadjry Djufry. (Dok. Istimewa)

Makassar, IDN Times - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian melantik Fadjry Djufry sebagai Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Selasa (7/1/2025). Pelantikan ini sekaligus menandai berakhirnya masa jabatan Zudan Arif Fakrulloh yang sebelumnya menjabat sebagai Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan.

Dalam agenda tersebut, Tito Karnavian menyampaikan apresiasi atas kontribusi Zudan selama masa jabatannya. Zudan yang kini dipromosikan menjadi Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) mendapatkan ucapan terima kasih atas pengabdiannya.

"Saya merasa bangga atas kepercayaan dan amanah yang bapak emban. Saya mengucapkan terima kasih banyak kerja sama selama ini 5 tahun saya mendagri di periode kabinet lalu kita bersama dan saling mengisi," kata Tito dalam sambutannya. 

1. Putra daerah asal Kabupaten Soppeng

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian melantik Pj. Gubernur Sulsel Fadjry Djufry. (Dok. Istimewa)

Fadjry Djufry, putra daerah asal Kabupaten Soppeng, dipercaya memegang kendali pemerintahan di Sulawesi Selatan selama masa transisi hingga pelantikan kepala daerah definitif. Dia dikenal berpengalaman di bidang pertanian. 

Saat ini, dia juga menjabat sebagai Kepala Badan Standarisasi Instrumen Pertanian (BSIP). Mendagri menegaskan bahwa pengangkatan ini berdasarkan masukan dari berbagai pihak dan persetujuan Presiden Prabowo Subianto. 

"Kita banyak menerima masukan salah satunya adalah Bapak Fadjry. Dengan pengalaman Bapak apalagi putra daerah, Bapak Presiden sudah memberikan kepercayaan," kata Tito. 

2. Tugas prioritas Penjabat Gubernur

Fadjry Djufry calon Pj Gubernur Sulsel menggantikan Zudan Arif Fakrulloh. (Dok. Kementan)

Dalam sambutannya, Tito menekankan beberapa tugas penting yang harus dijalankan Fadjry selama masa jabatannya. Salah satunya adalah menangani bencana banjir yang melanda beberapa wilayah di Sulawesi Selatan baru-baru ini. 

Selain itu, program nasional seperti swasembada pangan, penanganan stunting, dan hilirisasi ekonomi menjadi fokus utama yang harus mendapat perhatian serius.

"Salah satu pertimbangan Bapak dipilih karena memang Sulawesi Selatan itu lumbung pangan Indonesia. Pengalaman dan kemampuan Bapak di bidang pertanian kita harapkan bisa mempercepat program-program untuk swasembada pangan menunjang pangan Indonesia," kata Tito. 

3. Transisi singkat menuju pelantikan gubernur definitif

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian melantik Pj. Gubernur Sulsel Fadjry Djufry. (Dok. Istimewa)

Fadjry Djufry diproyeksikan memimpin Sulawesi Selatan selama beberapa bulan hingga pelantikan gubernur dan kepala daerah terpilih hasil Pilkada serentak. Tito mengingatkan pentingnya komunikasi yang baik antara Fadjry dan para pemangku kepentingan, termasuk DPRD, Forkopimda, dan tokoh masyarakat.

"Untuk bisa melaksanakan tugas-tugas ini, saya titip saja untuk cepat membangun komunikasi dengan semua stakeholder yang ada di Sulawesi Selatan. Karena putra dari Soppeng, saya yakin Bapak akan cepat membangun hubungan tersebut," imbuhnya. 

Tito juga berharap masyarakat Sulawesi Selatan menerima kehadiran pemimpin baru ini dengan terbuka. Meskipun masa transisi ini singkat, Tito percaya Fadjry dapat menjembatani proses menuju pelantikan gubernur definitif dengan lancar. 

"Semua masyarakat Sulawesi Selatan, tolong diterima kehadiran pemimpin baru meskipun masa transisi singkat menuju pelantikan definitif nanti sambil menjembatani untuk mulusnya pelantikan gubernur terpilih," kata Tito. 

Editorial Team

Related Article