Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

MBG Berujung Petaka, Puluhan Ibu dan Balita di Majene Keracunan

Kota Makassar
MBG Berujung Petaka, Puluhan Ibu dan Balita di Majene Keracunan
Ilustrasi menu MBG (IDN Times)

  • 38 ibu dan balita dirawat intensif akibat keracunan MBG di Majene, Sulbar.

  • Mitra penyedia MBG ditutup sementara untuk investigasi polisi dan Dinas Kesehatan.

  • MBG berisi nasi, ayam suwir, tahu kuning, sop, semangka yang menyebabkan pusing dan mual pada korban.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Makassar, IDN Times - Puluhan ibu dan balita di Kecamatan Tubo Sendana, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Sulbar), dilaporkan keracunan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (12/1/2026). Bahkan, beberapa balita dilaporkan mengalami dehidrasi sehingga membutuhkan penanganan medis intensif.

  1. 1. Ada 38 korban masih dirawat intensif

    Ilustrasi rumah sakit (IDN Times/Arief Rahmat)
    Ilustrasi rumah sakit (IDN Times/Arief Rahmat)

    Akibat insiden tersebut, mitra penyedia MBG untuk sementara ditutup sembari menunggu investigasi polisi dan Dinas Kesehatan, untuk memastikan apa penyebab puluhan ibu dan balita mengalami keracunan MBG.

    Koordinator Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Wilayah Majene, Muhammad Sadli membenarkan telah terjadi peristiwa keracunan. Para korban saat ini masih menjalani perawatan di Puskesmas setempat.

    "Saat ini masih ada 38 orang dirawat. Sebagian adalah balita," kata Sadli kepada awak media, Selasa (13/1/2026).

  2. 2. MBG dibagian tiap dua pekan

    Makanan MBG di salah satu sekolah di Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel), diduga berbau busuk, Jumat (23/5/2025)/Istimewa
    Makanan MBG di salah satu sekolah di Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel), diduga berbau busuk, Jumat (23/5/2025)/Istimewa

    Sadli menjelaskan, MBG tersebut merupakan paket khusus yang ditujukan bagi ibu dan balita, yang rutin dibagikan dua kali dalam sepekan. Proses pembagian berlangsung hingga sore hari lantaran jarak lokasi penerima cukup jauh dan harus ditempuh ke beberapa titik.

    "Menunya nasi, ayam suwir, tahu kuning, sop, semangka," ucapnya.

  3. 3. Korban alami pusing dan mual

    ilustrasi sakit perut (vecteezy.com/IVAN SVIATKOVSKYI)
    ilustrasi sakit perut (vecteezy.com/IVAN SVIATKOVSKYI)

    Namun, beberapa jam setelah makanan dikonsumsi, warga mulai merasakan gejala tidak biasa, sejumlah ibu dan balita mengeluhkan mual, muntah-muntah, hingga lemas. "Makanan dibagi mulai pukul 14.00 Wita, Senin (13/1/2026) kemarin, tetapi mungkin ada yang baru mengonsumsi pada malam hari," tuturnya

    Hingga kini, pihak SPPG bersama dinas kesehatan masih melakukan pendataan jumlah korban serta menelusuri penyebab pasti keracunan. Sampel makanan juga telah diamankan untuk diperiksa lebih lanjut.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More