“Kalau implementasinya ada masalah, yang diperbaiki adalah pelaksanaannya, bukan tujuannya,” ujarnya.
Lantik Pengurus PPP Sulsel, Mardiono Minta Kader Kawal Program Prabowo

- Muhamad Mardiono melantik pengurus baru DPW PPP Sulsel periode 2026–2031 dan menekankan pentingnya regenerasi kepemimpinan dengan hadirnya Ilham Ari Fauzi A. Uskara sebagai ketua muda berusia 28 tahun.
- Mardiono meminta seluruh kader PPP Sulsel mengawal program pemerintahan Presiden Prabowo, seperti Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Merah Putih, agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat di daerah.
- PPP menargetkan kebangkitan pada Pemilu 2029 dengan memulihkan perolehan kursi seperti tahun 2014, memperkuat basis suara daerah, serta membangun sistem IT untuk menjaga keutuhan dan kesiapan partai.
Makassar, IDN Times – Ketua Umum Muhamad Mardiono melantik pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sulawesi Selatan periode 2026–2031 di Hotel Claro Makassar, Sabtu (20/6/2026). Pelantikan ditandai dengan pengucapan ikrar dan penyerahan surat keputusan (SK) kepada Ketua DPW PPP Sulsel Ilham Ari Fauzi A. Uskara.
Dalam sambutannya, Mardiono menyoroti regenerasi kepemimpinan di tubuh PPP Sulsel. Ia menyebut Ilham yang dilantik di usia 28 tahun sebagai representasi generasi baru yang diharapkan bisa melanjutkan, bahkan melampaui capaian seniornya.
"Saya doakan supaya PPP dapat meregenerasi kepemimpinan di tingkat pusat," kata Mardiono.
1. Kader PPP diminta kawal program Prabowo

Mardiono menegaskan seluruh kader PPP Sulsel harus sejalan dengan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ia mengingatkan PPP sebagai partai pendukung pemerintah memiliki tanggung jawab untuk menyosialisasikan program-program nasional.
“Tidak boleh kader Partai Persatuan Pembangunan terprovokasi oleh isu-isu yang negatif,” kata Mardiono usai acara.
Mardiono menyebut kader PPP harus ikut mengawal program-program seperti Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Merah Putih. Ia menegaskan program tersebut tidak boleh gagal hanya karena persoalan teknis.
Mardiono menilai program-program seperti Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Merah Putih merupakan bagian dari upaya membangun kembali ekonomi berbasis rakyat. Ia meminta kader PPP ikut mengawal implementasi program itu di daerah agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
2. PPP bidik bangkit pada Pemilu 2029

Selain mengawal program pemerintah, Mardiono juga menegaskan PPP tengah menyiapkan langkah untuk menghadapi Pemilu 2029. Ia menyebut target nasional PPP adalah mengembalikan capaian Pemilu 2014.
“Diharapkan nanti bisa meraih kembali kursi perolehan suara tahun 2014 yang lalu. Soalnya 2014 kita mendapatkan 39 kursi,” katanya.
Mardiono optimistis target itu realistis karena menurutnya basis suara PPP di akar rumput masih kuat. Ia menyebut persoalan partai di tingkat pusat tidak mencerminkan kekuatan riil PPP di daerah.
“Suara kita masih besar di tingkat pusat, di tingkat daerah. Hanya memang ada kekurangan di tingkat pusat tetapi di daerah kita masih utuh,” ujarnya.
3. PPP diminta tetap percaya diri

Mardiono juga menyinggung hasil Pemilu 2024 yang membuat PPP gagal lolos ke DPR RI. Ia menyebut kegagalan itu sebagai “kecelakaan politik” dan meminta seluruh kader tetap percaya diri.
“PPP masih hidup utuh sampai ke tingkat grassroot,” katanya.
Ia menyebut PPP masih meraih hampir 9 juta suara di tingkat kabupaten/kota dan 6,45 juta di tingkat provinsi. Menurut dia, basis itu menjadi modal untuk bangkit menghadapi Pemilu 2029.
“PPP sudah menyusun basis IT untuk memperkuat pengawalan suara di Pemilu 2029. Kita harus lebih siap, lebih solid, dan lebih kuat,” ujar Mardiono.




![[FOTO] Kondisi Kabupaten Sigi-Kota Palu Usai Diguncang Gempa M 6,7](https://image.idntimes.com/post/20260619/antarafoto-dampak-gempa-bumi-m67-di-sigi-1781857571-1_a8f9d6e7-094b-47a8-b231-1be90828cc8a.jpg)












