Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kualitas Udara di Makassar Tidak Sehat Pagi Ini, Pakai Masker!
Ketua Tim Bidang Meteorologi BMKG Wilayah IV Makassar, Rizky Yudha, saat menjelaskan soal penurunan kualitas udara di kantor BMKG Wilayah IV Makassar, Rabu (14/10/2026). IDN Times/Asrhawi Muin
  • BBMKG Wilayah IV mencatat konsentrasi PM2,5 di Makassar dan sekitarnya pada Senin, 19 Oktober 2026, mencapai 60,3 µg/m³ atau kategori tidak sehat.
  • Partikel PM2,5 dapat masuk ke saluran pernapasan, memicu iritasi mata, hidung, tenggorokan, serta memperburuk gangguan pernapasan pada anak-anak, lansia, dan penderita asma.
  • BMKG mengimbau warga memakai masker, mengurangi aktivitas fisik di luar, menutup pintu dan jendela, serta menjaga kesehatan dengan memperbanyak minum air putih.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Makassar, IDN Times - Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah IV merilis informasi terbaru terkait kondisi kualitas udara di wilayah Makassar dan sekitarnya pada Senin (19/10/2026). Informasi berdasarkan pemantauan Stasiun Klimatologi Sulawesi Selatan di Maros.

Berdasarkan hasil pengukuran konsentrasi partikulat PM2,5, tercatat angka berada di level 60,3 µg/m³, yang mengategorikan kualitas udara saat ini berada pada rentang "Tidak Sehat".

1. Kondisi dan ambang batas kualitas udara

Kondisi udara di Makassar, Rabu (14/10/2026). IDN Times/Asrhawi Muin

Sesuai dengan standar Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, kategori Indeks Kualitas Udara untuk PM2,5 terbagi menjadi beberapa rentang. Antara lain, kategori baik (0 – 15,4 µg/m³), yaitu tingkat kualitas udara sangat baik. Berikutnya, sedang (15,5 – 55,4 µg/m³), yaitu ingkat kualitas udara masih dapat diterima.

Kategori tidak Sehat (55,5 – 150,4 µg/m³) berarti kualitas udara bersifat merugikan pada manusia, hewan, dan tumbuhan. Kategori sangat tidak sehat (150,5 – 250,4 µg/m³), meningkatkan risiko kesehatan pada sejumlah segmen populasi. Adapun kategori berbahaya (> 250,4 µg/m³), berpotensi merugikan kesehatan serius dan memerlukan penanganan cepat.

PM2,5 merupakan partikel udara berukuran sangat kecil (2,5 mikrometer ke bawah) yang dapat masuk langsung ke dalam saluran pernapasan dan berdampak negatif bagi kesehatan manusia.

2. Dampak kesehatna yang perlu diwaspadai

Kondisi langit Kota Makassar, Sulawesi Selatan, tampak kelabu dan berkabut pada Sabtu (10/10/2026). IDN Times/Asrhawi Muin

Pihak BBMKG menyampaikan beberapa dampak kesehatan yang dapat timbul akibat paparan kualitas udara tidak sehat ini. Di antaranya, menyebabkan iritasi pada mata, hidung, dan tenggorokan.

Kualitas udara tidak sehat juga berisiko memperburuk penyakit pernapasan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit paru/asma.

3. BMKG imbau pakai masker

Ilustrasi sejumlah warga mengenakan masker. (unsplash.com/Aditya Enggar Perdana)

Menyikapi kondisi tersebut, BMKG memberikan beberapa langkah pencegahan dan imbauan kepada masyarakat yang beraktivitas. Di antaranya, gunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Serta kurangi aktivitas fisik di luar ruangan.

Selain itu, tutup jendela dan pintu rumah untuk mengurangi paparan udara luar yang kotor. Serta jaga kesehatan dan perbanyak minum air putih.

Curated For You

Editorial Team

Related Article