Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Menikmati Nasu Palekko Berbumbu Kuat di Cafe Reza Parepare

Kota Pare Pare
5 min read
Menikmati Nasu Palekko Berbumbu Kuat di Cafe Reza Parepare
Cafe Reza di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Parepare, Sulawesi Selatan. IDN Times/Asrhawi Muin
Cafe Reza di Parepare menjual nasu palekko, makanan Bugis dari bebek atau ayam dengan bumbu pedas dan asam. Abdul Malik bilang palekko adalah makanan paling dicari di tiga cabang kafe. Kafe ini punya tempat bernuansa kayu dan pemandangan bukit. Sekarang kafe buka setiap hari dan juga menjual ikan, udang, cumi, serta camilan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Parepare, IDN Times - Aroma rempah dan bumbu khas Sulawesi Selatan menjadi salah satu daya tarik kuliner yang sulit dilewatkan. Di Kota Parepare, ada Cafe Reza atau Reza Cafe & Palekko yang menawarkan sajian nasu palekko berbahan dasar bebek dan ayam lokal dengan cita rasa bumbu yang kuat.

Berada di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Tiro Sompe, Kecamatan Bacukiki Barat, Kota Parepare, kafe ini menjadi salah satu pilihan tempat makan sekaligus nongkrong. Pengunjung dapat menikmati hidangan sambil bersantai di area semi terbuka dengan suasana perbukitan dan tebing di sekitarnya.

Sesuai namanya, palekko menjadi menu andalan yang paling banyak dicari pelanggan. Hidangan khas Bugis ini tersedia dalam dua pilihan bahan utama, yakni bebek dan ayam. Keduanya disajikan bersama nasi hangat dan sup untuk melengkapi pengalaman bersantap. Begitu masuk ke area kafe, aroma bumbu hidangan ini terasa langsung menyambut hidung.

Penanggung Jawab Cafe Reza, Abdul Malik, mengatakan palekko menjadi menu andalan di seluruh cabang usaha tersebut. Cafe Reza memiliki tiga cabang, yakni di Makassar, Sidrap, dan Parepare.

"Dari ketiga cabang tersebut, kami mempunyai menu andalan, yaitu palekko. Menu andalannya itu bebek palekko dengan ayam palekko. Jadi, di semua cabang, itu best seller-nya, palekko," kata Malik saat ditemui IDN Times di Cafe Reza, Kamis (15/10/2026).

  1. 1. Mengenal nasu palekko sebagai kuliner khas Bugis

    IMG-20261017-WA0314.jpg
    Nasu palekko, kuliner khas Bugis yang jadi menu andalan di Cafe Reza, Kota Parepare. (IDN Times/Asrhawi Muin

    Nasu palekko merupakan salah satu hidangan khas Bugis yang dikenal dengan penggunaan daging bebek atau ayam yang dipotong kecil-kecil, kemudian dimasak bersama racikan rempah. Perpaduan bumbunya menghadirkan cita rasa pedas dan asam yang menjadi karakter hidangan ini.

    Secara bahasa, nama nasu palekko berasal dari bahasa Bugis. Kata nasu berarti memasak atau masakan, sedangkan palekko merujuk pada kuali atau belanga yang terbuat dari tanah liat. Nama tersebut menggambarkan cara memasak tradisional yang dahulu menggunakan wadah tanah liat.

    Seiring perkembangan zaman, metode pengolahan hidangan ini turut mengalami perubahan. Meski cara memasak modern mulai digunakan, racikan bumbu dan karakter rasa tetap menjadi bagian penting dalam mempertahankan identitas nasu palekko.

    Hal serupa diterapkan di Cafe Reza. Proses memasaknya kini menggunakan metode yang lebih modern dan tidak menggunakan wadah tanah liat, tetapi pengelola tetap berupaya mempertahankan cita rasa khas palekko melalui racikan bumbu yang menjadi andalan mereka.

    "Di sini metode masaknya lebih modern lagi. Cuma kita racik menunya, bumbunya supaya mendekati kesempurnaan," kata Malik.

  2. 2. Resep turun-temurun dengan bumbu yang lebih kuat

    IMG_20261017_214114.jpg
    Nasu palekko, kuliner khas Bugis yang jadi menu andalan di Cafe Reza, Kota Parepare. (IDN Times/Asrhawi Muin

    Bagi Cafe Reza, mempertahankan cita rasa palekko menjadi bagian penting dalam membangun identitas kuliner. Resep yang digunakan disebut berasal dari warisan turun-temurun, kemudian mengalami modifikasi untuk menghasilkan rasa yang sesuai dengan karakter kafe.

    Malik mengungkapkan salah satu ciri yang ingin ditonjolkan adalah kekuatan bumbu. Menurutnya, pelanggan yang sudah mencicipi palekko di Cafe Reza dapat merasakan perbedaan dibandingkan sajian serupa di tempat lain.

    "Sebenarnya prosesnya dari waktu sih yang berjalan, karena memang dari rasa palekko di Cafe Reza itu beda dengan di tempat lain. Lebih kuat bumbunya. Pasti yang sudah merasakan pasti tahu bedanya," katanya.

    Meski mengusung resep turun-temurun, pengolahan palekko di Cafe Reza tidak sepenuhnya mengikuti cara tradisional. Proses memasaknya telah menggunakan metode yang lebih modern dengan racikan bumbu yang disesuaikan untuk menghasilkan cita rasa yang diinginkan.

    Bahan baku utama berupa bebek dan ayam juga berasal dari peternak lokal di Sulawesi Selatan. Sejak awal beroperasi, pihak kafe telah bekerja sama dengan sejumlah pemasok untuk menjaga ketersediaan bahan.

    Malik mengatakan kerja sama dengan pemasok yang dapat dipercaya menjadi salah satu upaya menjaga kualitas bahan baku. Dengan demikian, kebutuhan bebek dan ayam untuk operasional kafe dapat dipenuhi melalui distribusi yang telah terjalin.

  3. 3. Berawal dari rencana membuka usaha di Sidrap

    IMG-20261017-WA0310.jpg
    Suasana area outdoor di Cafe Reza, Kota Parepare, Sulawesi Selatan, yang menghadap ke laut. IDN Times/Asrhawi Muin

    Kehadiran Cafe Reza di Parepare berawal dari rencana pemilik usaha, Idham Masse, untuk membuka usaha kuliner palekko di kawasan Sidrap. Namun, banyaknya kompetitor di lokasi tersebut membuat rencana itu berubah.

    Alih-alih membuka usaha di Sidrap, pemilik akhirnya memilih Parepare sebagai lokasi usaha. Kota ini dinilai strategis karena menjadi salah satu jalur perjalanan masyarakat dari Makassar menuju sejumlah daerah, termasuk Palu dan Mamuju. 

    "Jadi, semua area ini, kebetulan memang strategis kami tempatnya di Parepare," kata Malik.

    Kota Parepare juga masih bertetangga dengan Kabupaten Sidrap yang dikenal sebagai daerah asal nasu palekko. Pilihan lokasi tersebut kemudian mempertemukan sajian palekko dengan pelanggan yang memang menyukai kuliner khas Bugis.

    Malik menurutkan usaha tersebut mulai dirintis pada 2017. Seiring waktu, Kafe Resa berkembang dan kini memiliki tiga cabang di tiga daerah tersebut.

    Keberadaan palekko sebagai menu andalan pun tetap dipertahankan di seluruh cabang. Bagi pengelola, sajian tersebut bukan sekadar menu yang ditawarkan kepada pelanggan, tetapi juga identitas kuliner yang membedakan Cafe Reza dari tempat makan lainnya.

  4. 4. Nuansa kayu untuk suasana bersantap yang santai

    IMG-20261017-WA0311.jpg
    Suasana area bersantap di Cafe Reza, Kota Parepare, Sulawesi Selatan, yang mengusung konsep interior bernuansa kayu. IDN Times/Asrhawi Muin

    Selain makanan, suasana tempat turut menjadi bagian dari pengalaman pengunjung. Cafe Reza mengusung konsep interior bernuansa kayu yang menjadi ciri khas desain pilihan pemiliknya.

    Malik menjelaskan elemen kayu menjadi ciri khas interior Cafe Reza. Konsep tersebut diterapkan di cabang Parepare maupun di lokasi lainnya.

    "Memang owner kami, Bapak Idham Masse, memang dia punya style yang identik dengan nuansa kayu. Jadi, rata-rata itu Cafe Reza Makassar, Sidrap, Parepare, itu pasti nuansanya nuansa kayu," katanya.

    Nuansa tersebut menghadirkan suasana hangat dan santai bagi pengunjung. Tempat ini cocok untuk makan bersama keluarga, berkumpul dengan teman, ataupun sekadar beristirahat dalam perjalanan.

    Area terbuka menjadi salah satu pilihan tempat duduk yang memungkinkan pengunjung menikmati suasana sekitar. Perpaduan tempat makan, pemandangan perbukitan, dan sajian khas Bugis menjadi daya tarik tersendiri bagi kafe ini.

  5. 5. Ada beragam pilihan menu selain nasu pallekko

    IMG-20261017-WA0312.jpg
    Cafe Reza di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Parepare, Sulawesi Selatan. IDN Times/Asrhawi Muin

    Meski dikenal melalui palekko, Cafe Reza juga menawarkan sejumlah menu lain bagi pelanggan yang ingin mencoba hidangan berbeda. Pilihan tersebut antara lain ikan bakar rica-rica, ikan bakar parape, dan ikan bakar polos. Pengunjung juga dapat memesan olahan udang dan cumi, serta camilan seperti pisang goreng dan kentang goreng.

    Beragam minuman turut tersedia untuk melengkapi hidangan. Kisaran harga menu yang ditawarkan berada di angka Rp25 ribu hingga Rp125 ribu, bergantung pada jenis dan porsi makanan yang dipesan.

    Cafe Reza beroperasi setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 23.30 WITA. Khusus Sabtu dan Minggu, jam operasionalnya berlangsung hingga pukul 00.30 WITA.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More