Makassar, IDN Times - Pemadaman listrik bukan sekadar membuat rumah gelap. Bagi perempuan yang memikul sebagian besar pekerjaan domestik, listrik yang terhenti bisa berarti urusan rumah tangga ikut terganggu. Makanan harus segera diolah sebelum basi, anak-anak tetap perlu didampingi belajar, sementara anggota keluarga yang sakit membutuhkan perawatan.
Situasi itu menjadi lebih berat ketika pemadaman terjadi bersamaan dengan keterbatasan air bersih. Kebutuhan untuk memasak, membersihkan rumah, hingga merawat anggota keluarga tetap harus dipenuhi. Namun, ketika air sulit diperoleh, perempuan harus mencari cara lain, termasuk mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli air.
Ketua Badan Eksekutif Komunitas (BEK) Solidaritas Perempuan Anging Mammiri, Anggi Ria Awalia, mengatakan krisis iklim dan energi tidak hanya berdampak pada lingkungan dan ketersediaan sumber daya. Kondisi tersebut juga menambah beban perempuan, terutama karena mereka masih kerap dibebani tanggung jawab domestik dan perawatan keluarga
Hal itu disampaikan Anggi dalam diskusi bertajuk Satu Dekade Perjanjian Paris: Menguji Komitmen Iklim Indonesia di Tengah Karhutla dan Krisis Energi di Kafe Nol Tiga, Makassar, Jumat (30/10/2026).
