KPU Makassar Pastikan Logistik Tidak Telat Lagi Sampai di TPS

- KPU Makassar menerima 1.066.156 surat suara untuk Pilkada Serentak 2024.
- Penyaluran logistik akan selesai minimal H-3 pemungutan suara, dengan antisipasi cuaca buruk dan distribusi cepat ke daerah terluar.
- Kendala keterlambatan distribusi logistik pada Pemilu 2024 diantisipasi dengan persiapan pihak ketiga dan distribusi dari gudang KPU ke gudang kecamatan.
Makassar, IDN Times - Satu per satu logistik untuk Pilkada Serentak 2024 telah tiba di Kota Makassar. Terbaru, KPU Makassar menerima kedatangan 1.066.156 surat suara untuk pemilihan Gubernur Sulawesi Selatan dan pemilihan Wali Kota Makassar, Rabu (30/10/2024).
Ketua KPU Kota Makassar, Yasir Arafat, memastikan bahwa penyaluran semua logistik untuk pemungutan suara tidak akan telat sampai ke Tempat Pemungutan Suara (TPS). Dia menegaskan proses distribusi logistik akan selesai minimal H-3 pemungutan suara.
"Kami mau duduk untuk memformulasikan strategi distribusi logistik. Tapi satu yang pasti bahwa kami usahakan itu tidak sampai H-3 sudah terdistribusi," kata Yasir.
1. Distribusi lebih cepat untuk wilayah kepulauan

Menyikapi kendala potensial seperti cuaca buruk, KPU telah menyiapkan langkah mitigasi. Salah satunya dengan mengebut pengiriman khususnya di daerah terluar.
Di Kota Makassar, ada satu kecamatan yang terdiri dari wilayah kepulauan yakni Kecamatan Sangkarrang. Untuk wilayah ini, logistik akan dikirimkan lebih cepat.
"Itu (Sangkarrang) pasti perlakuannya agak berbeda. Mungkin lebih jauh lagi H-6 distribusi ke kepulauan," kata Yasir.
2. Tidak ingin mengulang keterlambatan logistik saat Pemilu

Yasir menyadari perlunya antisipasi ini mengingat terjadinya keterlambatan distribusi logistik pada Pemilu 2024 lalu. Saat itu, pemungutan suara di sejumlah TPS molor lantaran logistik yang terlambat tiba.
Ada logistik yang baru tiba saat hari H pemungutan suara. Petugas KPPS pun baru menghitung jumlah logistik sehingga pemungutan suara molor dari jadwal. Ini pun berimbas pada jadwal lainnya molornya seperti perhitungan suara.
"Artinya kita sama-sama tidak menginginkan terulang kekeliruan atau keterlambatan dalam Pemilu kemarin," kata Yasir.
3. Logistik akan diangkut oleh pihak ketiga

Lebih lanjut, Yasir mengatakan pihaknya belum menentukan siapa yang akan menjadi pihak ketiga untuk distribusi logistik itu. Namun pastinya, akan ada pihak ketiga untuk distribusi logistik karena medan untuk tiap kecamatan berbeda-beda.
Dia menjelaskan distribusi logistik dimulai dari gudang KPU Makassar ke gudang tiap kecamatan. Dari gudang kecamatan, barulah logistik diangkut menuju ke semua TPS.
"TPS kan ada yang di dalam lorong. Itu tidak mungkin pakai armada besar. Itu juga harus dipastikan bagaimana sampai di TPS sebelum jam pembukaan TPS," kata Yasir.


















