Kompolnas Bentuk Tim Usut Motif Penembakan AKP Ulil

Makassar, IDN Times - Anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) RI Irjen (Purn.) Ida Oetari Poernamasasi mengunjungi rumah mendiang AKP Ryanto Ulil Anshar di Makassar, Sabtu (23/11/2024). AKP Ulil, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Solok Selatan, merupakan korban penembakan oleh sejawatnya, Kepala Bagian Operasional Polres Solok Selatan AKP Dadang Iskandar.
Ida disambut keluarga di rumah duka, di Kompleks Antang Jaya, Kecamatan Manggala, Makassar. Dia diterima oleh Cristina Yun Abubakar, ibu mendiangAKP Ryanto Ulil. Dalam kunjungannya, ia menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya korban.
"Saya perwakilan Kompolnas datang ke rumah duka untuk menghaturkan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga junior saya," ucap Ida kepada awak media usai melayat dan bertemu orang tua almarhum AKP Ryanto.
1. Kompolnas kirim tim ke Solok

Usai kejadian tersebut, Ida menyatakan pihaknya bergerak cepat. Kompolnas mengirim tim ke Solok Selatan untuk mencaritahu apa motif di balik penembakan yang menewaskan AKP Ulil, jebolan Akademi Kepolisian tahun 2012.
"Kami sebagai pengawas eksternal Polri memberangkatkan tim ke Solok untuk memberikan dan mengetahui kejadian sebenarnya seperti apa dan motifnya apa," ucap Ida.
2. Hasil temuan tim akan dilaporkan ke Menko Polkam

Ida mengungkapkan, usai mengumpulkan fakta-fakta di lapangan pihaknya akan langsung melaporkan hasil temuan tersebut. Yaitu ke Menko Polkam sekaligus Ketua Kompolnas, Budi Gunawan untuk memberikan masukan dan pembenahan kinerja Polri ke depannya.
"Itu yang penting dari tugas kami. Dan hari ini kami bagi tugas, tim yang satu ke Solok sementara kami ke Makassar untuk bertemu dengan keluarga untuk menyampaikan duka cita," bebernya.
3. Kompolnas mengapresiasi Kapolda Sumbar

Ida juga menyampaikan informasi awal yang Kompolnas terima terkait insiden ini. Yaitu berkaitan dengan pengungkapkan almarhum AKP Ryanto Ulil soal aktivitas tambang galian C ilegal. "Ini menjadi perhatian kami," kata dia.
Pihaknya juga mengapresiasi Kapolda Sumatera Barat, Irjen Suharyono. Kapolda disebut sudah bergerak cepat melakukan pemeriksaan dan penangkapan terhadap tersangka AKP Dadang Iskandar.
"Tinggal bagaimana proses ini berjalan dengan yang diharapkan masyarakat soal apa yang terjadi di Solok. Doakan tim berjalan dengan baik dan keluarga merasa juga anaknya meninggal tidak sia sia, ternyata motifnya seperti ini dan pihak keluarga juga ikhlas menerima," tutur Ida.


















