Makassar, IDN Times - Alarm di handphone jadul Zainuddin berbunyi. Waktu menunjukkan pukul 2.25 Wita. Di tengah hujan gerimis, Rabu, 12 April 2023, dia menyusuri lorong-lorong perkampungan di tengah kota Makassar.
Zainuddin, yang disapa Kacea, melangkah dituntun tongkat di tangannya, sebab penglihatannya terganggu alias buta. Di sisi tangannya yang lain terdapat pengeras suara yang dia gunakan berteriak.
"Sahur, sahur, sahur!," pekik Zainuddin yang terdengar hingga ke dalam rumah-rumah warga.
Selama bulan Ramadan, di waktu yang sama, Zainuddin punya jadwal keliling. Dia menyusuri tiap lorong di Jalan Irian, Barrang Lompo, dan Tarakan, di Kelurahan Mallimongan, Kecamatan Wajo. Zainuddin dikenal warga setempat sebagai relawan membangunkan sahur setiap bulan Ramadan. Aktivitasnya itu sudah dia lakoni sejak puluhan tahun silam di tengah keterbatasan fisik.
"Kepada warga segera bangun sahur. Kalau sudah buka matanya langsung segera jalan menuju meja makan untuk santap sahur. Ingat, saat hujan-hujan begini ini gampang terlelap," ucap Zainuddin dari pengeras suara.
