Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kemenhaj Evaluasi Istithaah Kesehatan Jemaah Sulsel usai Banyak Wafat

Kemenhaj Evaluasi Istithaah Kesehatan Jemaah Sulsel usai Banyak Wafat
Kemenhaj Sulsel evaluasi pemeriksaan kesehatan jemaah haji usai banyak yang meninggal. (dok. Media Center Haji 2026)
Intinya Sih
  • Kementerian Haji dan Umrah RI meminta evaluasi istithaah kesehatan jemaah Sulsel setelah tingginya angka kematian pada musim haji 2026, dengan fokus pada pemeriksaan dan pengawasan kesehatan calon jemaah.
  • PPIH Embarkasi Makassar akan memperkuat koordinasi dengan dinas kesehatan daerah agar pemeriksaan lebih ketat, serta melarang keberangkatan calon jemaah yang tidak memenuhi syarat istithaah kesehatan.
  • Menteri Haji Irfan Yusuf menegaskan perlunya persiapan haji 2027 sejak dini, termasuk penerapan standar istithaah yang lebih ketat dan pembinaan kesehatan sebagai bagian dari manasik haji.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Makassar, IDN Times - Kementerian Haji dan Umrah RI meminta dilakukan evaluasi khusus terhadap pelaksanaan pemeriksaan dan pengawasan kesehatan calon jemaah haji di Sulawesi Selatan. Permintaan ini muncul setelah tingginya angka kematian jemaah asal Sulsel selama penyelenggaraan ibadah haji 2026.

Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Makassar, Ikbal Ismail, mengatakan arahan tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Haji dan Umrah RI saat berkunjung ke Embarkasi Makassar beberapa waktu lalu. Evaluasi itu difokuskan pada aspek istithaah kesehatan yang menjadi syarat utama keberangkatan jemaah.

"Pak Menteri melihat data yang ada dan menilai perlu dilakukan evaluasi khusus terkait istithaah kesehatan di Sulawesi Selatan. Sebab, di sejumlah provinsi lain jumlah jemaah yang meninggal tahun ini justru lebih sedikit dibanding tahun-tahun sebelumnya," kata Ikbal Ismail dalam keterangan yang dikutip, Senin (22/6/2026).

1. PPIH akan rapat evaluasi dengan kabupaten dan kota

Ketua PPIH Embarkasi Makassar Ikbal Ismail. (Dok. Kemenhaj Sulsel)
Ketua PPIH Embarkasi Makassar Ikbal Ismail. (Dok. Kemenhaj Sulsel)

Menindaklanjuti arahan itu, PPIH Embarkasi Makassar akan menggelar rapat bersama jajaran Kementerian Haji dan Umrah kabupaten/kota di Sulawesi Selatan. Pertemuan itu akan membahas langkah-langkah perbaikan dalam proses penetapan istithaah kesehatan bagi calon jemaah.

Ikbal menegaskan koordinasi dengan dinas kesehatan di daerah akan diperkuat agar pemeriksaan kesehatan dilakukan lebih ketat dan objektif. Menurutnya, calon jemaah yang tidak memenuhi syarat kesehatan tidak boleh dipaksakan berangkat.

"Kami meminta agar jika ada calon jemaah yang memang tidak memenuhi syarat istithaah kesehatan, maka jangan dipaksakan untuk dinyatakan istithaah. Ini menjadi perhatian serius kami setelah adanya evaluasi dari Pak Menteri," ujarnya.

Ia mengungkapkan pada musim haji 2026 terdapat sekitar 60 calon jemaah yang dinyatakan tidak lolos istithaah kesehatan. Jumlah itu lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya dan dinilai menunjukkan proses pengawasan kesehatan sudah mulai berjalan lebih ketat.

"Tahun ini terdapat sekitar 60 calon jemaah yang tidak lolos istithaah kesehatan. Jumlah ini lebih banyak dibanding tahun sebelumnya. Ini menunjukkan pengawasan kesehatan sebenarnya sudah berjalan cukup maksimal," jelasnya.

2. Mayoritas jemaah wafat terinidikasi mengalami gangguan pernapasan

Ilustrasi jenazah. (IDN Times/Sukma Shakti)
Ilustrasi jenazah. (IDN Times/Sukma Shakti)

Meski demikian, tingginya angka kematian jemaah asal Sulsel dibanding beberapa provinsi lain tetap menjadi perhatian serius pemerintah. Berdasarkan evaluasi sementara, sebagian besar jemaah yang meninggal disebabkan kegagalan pernapasan dan komplikasi penyakit bawaan.

Menariknya, mayoritas jemaah yang wafat justru berusia di bawah 70 tahun. Sementara hanya satu orang yang tercatat berusia di atas 80 tahun.

"Kami melihat penyebab kematian rata-rata terkait gangguan pernapasan dan penyakit penyerta. Karena itu pengawasan terhadap aspek istithaah kesehatan harus lebih diperketat lagi ke depan," tutur Ikbal.

3. Menteri Haji minta persiapan haji 2027 dimulai dari sekarang

Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak (IDN Times/Ilman Nafi'an)
Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Sebelumnya, Menteri Haji dan Umrah RI, Irfan Yusuf, menilai penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M secara umum berjalan baik. Namun, menurutnya pemerintah tidak boleh berpuas diri karena perbaikan harus terus dilakukan setiap tahun.

Hal itu disampaikan Irfan Yusuf saat menyambut kepulangan jemaah Kloter 17 Embarkasi Makassar di Asrama Haji Sudiang, Makassar, Minggu (14/6/2026). Ia menyoroti tingginya angka kematian jemaah Sulsel yang hampir menyamai tahun sebelumnya.

“Di Sulawesi Selatan, jumlah jemaah yang meninggal relatif besar dan hampir sama dengan tahun lalu. Sementara di banyak provinsi lain turun drastis. Artinya kita harus berbenah, khususnya di bidang kesehatan,” ujarnya.

Menurut Irfan, penerapan standar istithaah kesehatan tahun depan akan diperketat sesuai aturan yang berlaku. Selain itu, pembinaan kesehatan akan menjadi bagian penting dalam manasik haji agar jemaah lebih siap secara fisik.

“Tahun depan kita akan menjalankan standar istithaah sesuai aturan yang sebenarnya. Saya juga meminta Kanwil Kementerian Agama Sulsel mulai menyiapkan jemaah dari sekarang, bukan hanya manasik ibadah tetapi juga manasik kesehatan,” jelasnya.

Ia juga menegaskan persiapan penyelenggaraan haji 2027 harus segera dimulai, meski proses pemulangan jemaah tahun ini belum sepenuhnya selesai. Hingga kini, pemerintah juga belum menerima informasi soal tambahan kuota haji dari Arab Saudi.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Aan Pranata
EditorAan Pranata

Latest News Sulawesi Selatan

See More