Kematian akibat COVID-19 di Sulsel Turun meski Kasus Baru Melonjak

Makassar, IDN Times - Ketua Tim Konsultan Satgas Penanganan COVID-19 Sulawesi Selatan, Ridwan Amiruddin, mengatakan kasus kematian akibat COVID-19 mengalami penurunan meski kasus melonjak. Pada bulan Oktober lalu, persentase pasien meninggal dunia masih 2,6 persen.
"Hal yang menarik bahwa dari sisi angka kematian mengalami penurunan. Sekarang sisa 2,2 persen," katanya dalam rapat Forkopimda di Kantor Gubernur Sulsel, Jumat (18/12/2020).
Menurut data Satgas Penanganan COVID-19 Sulsel hingga Kamis 17 Desember 2020, kasus meninggal dunia akibat COVID-19 sudah mencapai 541 atau 2,2 persen. Angka tersebut lebih rendah dari kasus kematian nasional yaitu 3 persen.
1. Angka kesembuhan mengalami penurunan

Total kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Sulsel sudah mencapai 24.352, dengan kasus aktif sebanyak 3.913 atau 16,1 persen. Total angka kesembuhan sudah mencapai 19.898 atau 81,7 persen.
Ridwan mengatakan angka kesembuhan dua pekan yang lalu masih 85 persen. Angka itu sekarang mengalami penurunan.
"Itu hampir sama dengan kesembuhan secara nasional yang 81,9 persen," katanya.
2. Ada 6 daerah dengan angka kematian masih tinggi

Ridwan menyebutkan 6 daerah yang perlu mendapatkan perhatian karena persentase kematian COVID-19 di daerah tersebut masih tinggi. Daerah itu adalah Barru (3,1 persen), Enrekang 6,6 persen), Luwu (4,4 persen), Luwu Utara (3,8 persen), Soppeng (2,8 persen), dan Toraja Utara (4,8 persen).
"Kabupaten/kota itu tolong mendapatkan perhatian belum mendapatkan perhatian. Persentasenya lebih tinggi dari persentase Sulsel yang 2,2 persen," katanya.
3. Ada 4 daerah dengan angka kesembuhan masih rendah

Ridwan juga menyebutkan daerah yang angka kesembuhannya masih rendah. Daerah tersebut adalah Bantaeng (65,1 persen), Bone (66,2 persen), Soppeng (67,7 persen), Toraja Utara (63,1 persen), dan Wajo (61 persen).
"Itu kabupaten/kota tolong mendapatkan perhatian karena angka kesembuhan di wilayah itu sangat rendah dibanding secara provinsi yang sudah di angka 81 persen," kata Ridwan.


















