Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kebakaran di Gunung Nona Enrekang, 10 Hektare Hutan Hangus
Kebakaran lahan di Gunung Nona, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan/Dok. BPBD Enrekang
  • Kebakaran hutan dan lahan di area Gunung Nona, Enrekang, menghanguskan sekitar 10 hektare lahan.
  • Api diduga berasal dari pembukaan lahan warga dengan cara dibakar dan meluas ke Gunung Nona.
  • Petugas memantau dari Desa Bambapuang karena akses sulit, sementara dugaan pelaku diselidiki kepolisian.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Sabtu (15/8/2026)

Kebakaran hutan dan lahan terjadi di area Gunung Nona sekitar pukul 16.00 Wita. Api diduga berasal dari pembukaan lahan dengan cara dibakar dan mulai padam sekitar pukul 21.30 Wita.

Senin (17/8/2026)

Syamsul Bahri menyampaikan dugaan penyebab kebakaran masih dalam penanganan aparat kepolisian. Petugas masih memantau lokasi untuk mengantisipasi titik api kembali muncul.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Kebakaran hutan dan lahan menghanguskan sekitar 10 hektare lahan di area Gunung Nona.
  • Who?
    BPBD Enrekang, TNI, Polri, Polhut, relawan Baznas, dan aparat kepolisian menangani serta memantau kejadian.
  • Where?
    Area Gunung Nona di Dusun Leon, Desa Rossoan, Kecamatan Enrekang, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan.
  • When?
    Kebakaran terjadi Sabtu (15/8/2026) sekitar pukul 16.00 Wita dan api mulai padam sekitar pukul 21.30 Wita.
  • Why?
    Api diduga berasal dari aktivitas pembukaan lahan milik warga dengan cara dibakar.
  • How?
    Api meluas ke Gunung Nona. Petugas memantau dari Desa Bambapuang karena akses menuju titik kebakaran sulit dijangkau.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Api membakar lahan di Gunung Nona, Enrekang. Sekitar 10 hektare lahan hangus. Api diduga dari warga yang membuka lahan dengan dibakar. Petugas BPBD, TNI, Polri, Polhut, dan relawan memantau dari Desa Bambapuang karena jalannya sulit. Api mulai padam, tetapi petugas masih melihat titik api.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pemantauan yang tetap dilakukan setelah api mulai padam menunjukkan upaya petugas untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api. Keterlibatan TRC BPBD Enrekang, personel TNI, Polri, Polhut, dan relawan Baznas juga memungkinkan pemantauan berlangsung dari Desa Bambapuang saat akses ke lokasi kebakaran sulit dijangkau.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Makassar, IDN Times – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menghanguskan sekitar 10 hektare lahan di area Gunung Nona di Dusun Leon, Desa Rossoan, Kecamatan Enrekang, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, Sabtu (15/8/2026).

Kebakaran terjadi sekitar pukul 16.00 Wita. Api diduga berasal dari aktivitas pembukaan lahan milik warga dengan cara dibakar. Kobaran api kemudian meluas hingga ke area Gunung Nona.

1. Akses ke lokasi sulit

Ilustrasi karhutla api membakar lahan (ANTARA FOTO/Auliya Rahman)

Kalaksa BPBD Kabupaten Enrekang Syamsul Bahri mengatakan, dugaan penyebab kebakaran saat ini masih dalam penanganan aparat kepolisian.

“Dugaan sementara, api berasal dari aktivitas pembukaan lahan milik warga dengan cara dibakar. Api kemudian meluas hingga ke area Gunung Nona,” ujar Syamsul Bahri kepada IDN Times, Senin (17/8/2026).

Syamsul Bahri menjelaskan, Petugas gabungan mengalami kendala untuk menjangkau titik kebakaran karena kondisi akses menuju lokasi cukup sulit.

TRC BPBD Enrekang bersama personel TNI, Polri, Polhut dan relawan Baznas kemudian melakukan pemantauan dari wilayah Desa Bambapuang.

“Karena aksesnya sulit dijangkau, personel melakukan pemantauan dari wilayah Desa Bambapuang,” katanya.

2. 10 hektare lahan terbakar

ilustrasi api (pexels.com/Francesco Paggiaro)

Berdasarkan hasil pemantauan BPBD Enrekang api mulai padam sekitar pukul 21.30 Wita. Tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Petugas masih melakukan pemantauan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api di lokasi.

"Diperkirakan luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 10 hektare," ucapnya.

3. Dugaan pelaku masih diselidiki

ilustrasi api (pexels.com/Miriam Espacio)

Terkait dugaan adanya warga yang membakar lahan, kasus tersebut saat ini masih diselidiki oleh kepolisian.

“Untuk sementara masih dalam lidik Polres,” ujar Kalaksa BPBD Enrekang.

BPBD mengimbau masyarakat tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar karena api dapat dengan mudah meluas dan membahayakan lingkungan sekitar.

Curated For You

Editorial Team

Related Article