Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Karhutla Mengancam Sulsel, Puluhan Titik Terbakar Juli-Agustus 2026
Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). (ANTARA FOTO/Rony Muharrman)
  • Karhutla melanda sejumlah wilayah Sulsel sepanjang Juli-Agustus 2026, termasuk Gunung Nona Enrekang sekitar 10 hektare, Tana Toraja, Toraja Utara, Parepare, hingga Makassar.
  • DLH Sulsel masih menghimpun data luas lahan terdampak sebagai dasar penanganan dan evaluasi; di Makassar, 31 kebakaran pada 1-12 Agustus membakar 47 rumah.
  • Setiap kabupaten memiliki posko karhutla dan penanganan melibatkan lintas sektor. Meski beberapa titik telah padam, patroli serta imbauan pencegahan diperkuat saat kondisi kering berlangsung.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Makassar, IDN Times - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengancam Sulawesi Selatan (Sulsel) di tengah kondisi cuaca yang semakin kering. Sepanjang periode Juli-Agustus 2026, kebakaran terjadi di sejumlah wilayah Sulsel.

Terbaru, kebakaran melanda kawasan Gunung Nona, Kabupaten Enrekang. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 10 hektare.

DLH Sulsel bersama tim terkait masih mendata total luas lahan yang terbakar akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Sulsel. Pendataan tersebut mencakup sejumlah wilayah yang terdampak karhutla.

Kepala DLH Sulsel, Kasman, mengatakan pendataan bertujuan mengetahui luasan lahan yang terdampak kebakaran selama periode kekeringan. Data tersebut akan menjadi dasar untuk penanganan dan evaluasi karhutla di Sulsel.

"Ini sementara kami lakukan pendataan karena beberapa lokasi juga kemarin sudah terjadi kebakaran dan sudah kita lakukan pemadaman," kata Kasman, Selasa (18/8/2026).

Menurutnya, data dari petugas di lapangan masih terus dihimpun. Data tersebut diperlukan untuk mengetahui total luasan lahan yang terbakar di Sulsel.

"Itu teman-teman input-input dari lapangan tentu kami butuhkan sehingga nanti untuk mengetahui berapa luasnya nanti kita info," katanya.

1. Kebakaran terjadi di sejumlah wilayah

Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan. (ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan)

Karhutla telah terjadi di sejumlah daerah Sulsel sepanjang Juli-Agustus 2026. Kondisi tersebut tidak hanya terjadi di kawasan hutan, tetapi juga menyasar lahan kering dan kawasan permukiman.

Di Kota Makassar, tercatat 31 peristiwa kebakaran terjadi pada 1-12 Agustus 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak 47 rumah ludes terbakar, satu perusahaan industri terdampak, serta 26 kejadian terjadi pada titik alang-alang atau sampah.

Kebakaran hutan juga melanda wilayah pegunungan Kabupaten Tana Toraja. Peristiwa kebakaran terjadi secara beruntun sejak 29 Juli hingga 6 Agustus 2026.

Sementara di Toraja Utara, lahan di Kelurahan Pantanakan Lolo, Kecamatan Kesu', terbakar pada Rabu (5/8/2026). Lahan seluas sekitar 1 hektare terbakar dan diduga akibat aktivitas pembukaan lahan dengan cara dibakar.

Kebakaran lahan juga terjadi di Parepare. Di Parepare, tercatat 106 kejadian kebakaran lahan sepanjang Juli 2026.

2. Setiap kabupaten miliki posko karhutla

Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). (ANTARA FOTO/Anis Efizudin)

Kasman mengatakan setiap kabupaten di Sulsel telah memiliki posko penanganan karhutla. Posko tersebut disiapkan untuk memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran.

"Ada posko, jadi setiap kabupaten ada posko. Kemarin juga dari kepolisian, dari Polda juga sudah melakukan apel kesiap-siagaan untuk karhutla," kata Kasman.

Menurutnya, kesiapsiagaan juga diperkuat melalui koordinasi lintas sektor. Penanganan karhutla melibatkan berbagai unsur, mulai dari BPBD, Damkar, TNI, Polri, Manggala Agni, Polhut, KPA hingga masyarakat dan kelompok tani.

"Kemarin juga beberapa lahan yang sudah mengalami kebakaran itu, teman-teman di KPA sudah melakukan pemadaman, bekerja sama dengan pemerintah daerah termasuk dari Manggala Agni untuk melakukan pemadaman," katanya.

3. Sejumlah wilayah sudah ditangani

(Ilustrasi Karhutla) IDN Times/istimewa

Kasman mengatakan sejumlah lokasi yang sebelumnya mengalami kebakaran telah berhasil ditangani dan api sudah dipadamkan. Salah satunya kawasan Gunung Nona, Kabupaten Enrekang, dengan luas lahan terbakar sekitar 10 hektare.

"Terakhir kemarin di Enrekang, Gunung Nona itu kurang lebih 10 hektare terbakar. Terus beberapa waktu yang lalu juga ada di lahan, lahan terbakar di Parepare. Itu juga sudah dilakukan penanganan dan kemarin juga sudah padam," ungkapnya.

Meski sejumlah titik telah berhasil dipadamkan, tim masih memantau dan mendata kondisi di lapangan. Langkah tersebut untuk mengantisipasi munculnya titik api baru.

4. Warga diminta waspada

Ilustrasi karhutla (Dok: istimewa)

Kasman mengatakan kondisi El Nino masih berlangsung sehingga diharapkan segera berakhir agar kebakaran tidak semakin meluas. Meski demikian, petugas di lapangan tetap intensif berpatroli dan memberikan imbauan kepada masyarakat untuk mencegah kebakaran.

Kasman mengatakan kondisi serasah dan semak-semak yang sangat kering rentan terbakar. Karena itu, masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati dalam beraktivitas.

"Utamanya mungkin yang ada pembersihan-pembersihan lahan ya, di lahan-lahan warga, baik itu mungkin di kebun atau di mana untuk sedapat mungkin bisa mencegah," katanya.

Kasman berharap kondisi cuaca segera membaik sehingga potensi kebakaran hutan dan lahan tidak semakin meluas. Namun, upaya pencegahan dan kesiapsiagaan tetap ditingkatkann selama kondisi kering masih berlangsung.

Curated For You

Editorial Team

Related Article