Makassar, IDN Times - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengancam Sulawesi Selatan (Sulsel) di tengah kondisi cuaca yang semakin kering. Sepanjang periode Juli-Agustus 2026, kebakaran terjadi di sejumlah wilayah Sulsel.
Terbaru, kebakaran melanda kawasan Gunung Nona, Kabupaten Enrekang. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 10 hektare.
DLH Sulsel bersama tim terkait masih mendata total luas lahan yang terbakar akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Sulsel. Pendataan tersebut mencakup sejumlah wilayah yang terdampak karhutla.
Kepala DLH Sulsel, Kasman, mengatakan pendataan bertujuan mengetahui luasan lahan yang terdampak kebakaran selama periode kekeringan. Data tersebut akan menjadi dasar untuk penanganan dan evaluasi karhutla di Sulsel.
"Ini sementara kami lakukan pendataan karena beberapa lokasi juga kemarin sudah terjadi kebakaran dan sudah kita lakukan pemadaman," kata Kasman, Selasa (18/8/2026).
Menurutnya, data dari petugas di lapangan masih terus dihimpun. Data tersebut diperlukan untuk mengetahui total luasan lahan yang terbakar di Sulsel.
"Itu teman-teman input-input dari lapangan tentu kami butuhkan sehingga nanti untuk mengetahui berapa luasnya nanti kita info," katanya.
