Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kakao Berkelanjutan Didorong Sejalan Perlindungan Anak dan Perempuan

Kakao Berkelanjutan Didorong Sejalan Perlindungan Anak dan Perempuan
Cocoa Project Learning Event yang digelar Save the Children Indonesia di Hotel Aryaduta Makassar, Selasa (31/3/2026). IDN Times/Asrhawi Muin
Intinya Sih
  • Program kakao berkelanjutan di Sulawesi Selatan menekankan perlindungan anak dan pemberdayaan perempuan melalui pembentukan 110 PATBM serta 423 kelompok simpan pinjam desa dengan dana lebih dari Rp15 miliar.
  • Pemerintah provinsi mendukung integrasi kelompok masyarakat seperti PATBM dan VSLA ke dalam struktur desa untuk memperkuat kemandirian serta memperluas dampak kesejahteraan di wilayah penghasil kakao.
  • Kolaborator program menegaskan keberhasilan industri kakao harus sejalan dengan kesejahteraan petani dan perlindungan kelompok rentan, agar rantai pasok global tetap adil dan berkelanjutan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Makassar, IDN Times - Upaya membangun rantai pasok kakao berkelanjutan terus diperkuat dengan menempatkan perlindungan anak dan kesejahteraan petani sebagai bagian yang tidak terpisahkan. Hal ini mengemuka dalam Cocoa Project Learning Event yang digelar Save the Children Indonesia di Hotel Aryaduta Makassar, Selasa (31/3/2026).

Kegiatan ini menjadi ruang berbagi pembelajaran dari pelaksanaan program di sejumlah daerah penghasil kakao di Sulawesi Selatan, meliputi Luwu Utara, Luwu Timur, Bone, Wajo, dan Soppeng. Program tersebut dijalankan melalui kolaborasi multipihak bersama Mars Indonesia, GrowAsia, PISAgro, Cargill, serta dukungan GIZ.

Sejak 2020, program ini berfokus pada penguatan sistem perlindungan anak berbasis masyarakat dan pemberdayaan perempuan di wilayah perkebunan kakao. Pendekatan pelokalan diterapkan dengan melibatkan mitra daerah agar inisiatif yang dijalankan tumbuh dari kebutuhan komunitas setempat.

1. Program perlindungan anak dan pemberdayaan perempuan diperkuat

Cocoa Project Learning Event yang digelar Save the Children Indonesia di Hotel Aryaduta Makassar, Selasa (31/3/2026). IDN Times/Asrhawi Muin
Cocoa Project Learning Event yang digelar Save the Children Indonesia di Hotel Aryaduta Makassar, Selasa (31/3/2026). IDN Times/Asrhawi Muin

Di sektor perlindungan anak, program ini telah membentuk 110 Kelompok Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) di 110 desa. Sebanyak 12 kelompok di antaranya telah berstatus sebagai lembaga kemasyarakatan desa melalui peraturan desa. Selain itu, puluhan kelompok lain mulai mereplikasi praktik yang sama secara mandiri.

Pada sisi pemberdayaan ekonomi, pembentukan 423 kelompok simpan pinjam desa (Village Savings and Loan Association/VSLA) mendorong kemandirian finansial perempuan di lima kabupaten. Total dana yang terhimpun mencapai lebih dari Rp15 miliar disertai tumbuhnya lebih dari 100 kelompok usaha mikro.

Salah satu penerima manfaat, Martiani, mengaku merasakan perubahan setelah bergabung dalam kelompok tersebut. Perubahan itu terutama terlihat pada cara mengelola keuangan keluarga yang kini lebih terarah.

"Sebelum mengikuti VSLA, keuangan kami tidak terkelola dengan baik. Setelah berpartisipasi, kami dapat mengelola keuangan dengan lebih baik, bahkan kami bisa menabung setengah dari penghasilan kakao kami," katanya.

2. Dukungan pemerintah perkuat keberlanjutan program

Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman memberikan arahan saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kota Makassar Tahun 2027 di Hotel Claro Makassar, Kamis (5/3/2026). (Dok. Humas Pemkot Makassar)
Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman memberikan arahan saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kota Makassar Tahun 2027 di Hotel Claro Makassar, Kamis (5/3/2026). (Dok. Humas Pemkot Makassar)

Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak dalam program ini. Menurutnya, kerja sama tersebut memberi dampak bagi masyarakat di wilayah penghasil kakao.

"Upaya ini sejalan dengan prioritas provinsi untuk mewujudkan Sulawesi Selatan yang ramah anak dan sejahtera," katanya.

Sudirman menyebut integrasi kelompok PATBM dan VSLA ke dalam struktur desa sebagai langkah menuju kemandirian masyarakat. Upaya tersebut dinilai perlu terus mendapat dukungan agar dampaknya meluas ke seluruh wilayah penghasil komoditas.

3. Keberlanjutan kakao harus sejalan dengan kesejahteraan petani

ilustrasi kakao (freepik.com/freepik)
ilustrasi kakao (freepik.com/freepik)

Perwakilan GrowAsia, Paramita Mentari Kesuma, menilai keberhasilan sektor kakao tidak bisa dilepaskan dari kondisi sosial masyarakatnya. Kondisi tersebut mencakup kesejahteraan petani serta perlindungan kelompok rentan di dalamnya.

"Kami percaya bahwa keberhasilan bisnis komoditas global tidak bisa dipisahkan dari kesejahteraan komunitas petani kakao," katanya.

Sementara itu, Senior Manager Agriculture Portofolio Lead Save the Children Indonesia, Ihwana Mustafa, menekankan pentingnya memperluas praktik baik yang telah berjalan. Upaya tersebut dinilai perlu diperluas agar manfaatnya menjangkau lebih banyak wilayah penghasil komoditas.

""Kami percaya bahwa cokelat yang kita nikmati seharusnya tidak menyisakan pahit bagi masa depan anak-anak," katanya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Irwan Idris
EditorIrwan Idris
Follow Us

Latest News Sulawesi Selatan

See More