Jemaah Naqsyabandiyah di Makassar Salat Idulfitri Lebih Awal

Ratusan jemaah Tarekat Naqsyabandiyah di Makassar melaksanakan Salat Idul Fitri 1447 H lebih awal pada Kamis, 19 Maret 2026, di halaman parkir RM Sambal Lalap, Tamalanrea.
Sekitar 100 jemaah mengikuti salat dengan pengamanan dari aparat kepolisian setempat agar ibadah berlangsung tertib dan aman tanpa gangguan.
Pemerintah masih menunggu hasil sidang isbat untuk menetapkan 1 Syawal 1447 H, dengan kemungkinan Idulfitri jatuh pada 20 atau 21 Maret 2026 tergantung visibilitas hilal.
Makassar, IDN Times - Ratusan jemaah Tarekat Naqsyabandiyah melaksanakan Salat Idul Fitri 1447 Hijriah lebih awal di Makassar, Kamis (19/3/2026). Salat digelar di halaman parkir RM Sambal Lalap, Jalan Perintis Kemerdekaan Km 09, Kelurahan Tamalanrea Jaya, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar.
Salat berlangsung khusyuk dengan pengamanan dari aparat kepolisian setempat. Kapolsek Tamalanrea, Kompol Muhammad Yusuf, membenarkan pelaksanaan ibadah tersebut.
"Iya betul, sudah ada yang lebaran (hari ini)," kata Yusuf.
1. Sekitar 100 jemaah hadir

Menurut Yusuf, sekitar 100 orang jemaah hadir mengikuti Salat Idulfitri. Aparat kepolisian pun berjaga untuk memastikan ibadah berlangsung tertib dan aman.
"Jumlah jemaah yang hadir sekitar kurang lebih 100 orang. Kita hanya melakukan pengamanan terhadap pelaksanaan ibadah tersebut agar berjalan dengan lancar," ungkapnya.
2. Pelaksanaan ibadah aman dan tertib

Setelah Salat Idulfitri selesai, situasi di lokasi kembali normal. Para jemaah meninggalkan area secara tertib, tanpa menimbulkan gangguan.
"Para jemaah membubarkan diri dan pelaksanaan ibadah berjalan aman, tertib dan kondusif," kata Yusuf.
3. Penetapan Idul Fitri 1447 H oleh pemerintah

Di sisi lain, pemerintah melalui sidang isbat masih akan menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah pada Kamis (19/3/2026) sore. Jika hilal memenuhi kriteria, maka Idulfitri berpotensi jatuh pada 20 Maret 2026. Namun jika belum memenuhi, maka maka Lebaran diperkirakan berlangsung pada 21 Maret 2026.
Sejumlah lembaga sebelumnya memprediksi Idulfitri jatuh pada 21 Maret 2026. Prediksi tersebut merujuk pada posisi hilal yang belum memenuhi kriteria visibilitas berdasarkan standar Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS).


















