Bupati Gowa Ancam Tindak Pedagang yang Mainkan Harga Kebutuhan Pokok

- Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang melakukan inspeksi harga kebutuhan pokok jelang Idul Fitri 2026 di dua pasar utama untuk memastikan ketersediaan dan kestabilan harga.
- Hasil pemantauan menunjukkan sebagian besar harga pangan tetap stabil, hanya cabai dan ayam yang naik tipis namun masih dalam batas wajar sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga.
- Pemkab Gowa memperketat pengawasan pasar dan menegaskan akan menindak pedagang yang menaikkan harga secara tidak wajar demi menjaga kepercayaan publik serta mengendalikan inflasi daerah.
Gowa, IDN Times - Jelang perayaan Idul Fitri 1447 H/2026 M, Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang menggelar inspeksi harga dan ketersediaan kebutuhan pokok di Pasar Minasa Maupa dan Pasar Sentral Sungguminasa di Kecamatan Somba Opu, Selasa (17/3/2026).
Dalam inspeksi itu, Talernang mengaku akan menindak tegas pedagang yang mencoba memainkan harga hingga batas tak wajar saat masyarakat membutuhkan pasokan kebutuhan pokok.
1. Harga kebutuhan pokok stabil

Hasil pemantauan menunjukkan bahwa mayoritas harga komoditas pangan masih stabil. Kenaikan harga hanya terjadi pada cabai dan ayam dengan tren yang masih terkendali. Kondisi ini berdampak langsung pada terjaganya daya beli masyarakat dan kelancaran aktivitas transaksi di pasar.
“Secara umum harga kebutuhan pokok masih relatif normal. Kenaikan hanya terjadi pada cabai dan ayam, dan itu masih dalam batas yang wajar,” ucap Talenrang melalui rilis pers, Selasa.
Talenrang menilai tidak terjadi gejolak harga yang signifikan. Aktivitas belanja masyarakat tetap berlangsung, menunjukkan bahwa kebutuhan konsumsi menjelang lebaran dapat terpenuhi tanpa gangguan berarti.
“Kami melihat masyarakat masih tetap berbelanja artinya kebutuhan pokok tetap terpenuhi meskipun ada penyesuaian harga,” lanjutnya.
2. Pemkab Gowa akan tindak pedagang nakal

Dari sisi tata kelola, Pemkab Gowa memperkuat pengawasan untuk memastikan tidak terjadi distorsi harga di tingkat pedagang. Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Gowa bersama pengelola pasar melakukan pemantauan rutin guna menjaga kepatuhan terhadap harga acuan serta mencegah praktik kecurangan yang merugikan konsumen.
“Kami terus melakukan pengawasan. Jika ada kenaikan yang tidak wajar atau praktik yang merugikan masyarakat, tentu akan segera ditindak,” tegas Talenrang.
Langkah ini memberikan dampak pada meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap kondisi pasar serta menjaga ekspektasi harga tetap terkendali hingga hari raya. Stabilitas ini juga menjadi faktor penting dalam mengendalikan tekanan inflasi daerah pada periode musiman.
3. Pedagang sebut harga ayam dan cabai naik

Salah satu pedagang di Pasar Minasa Maupa, Hj. Asni menyampaikan bahwa kenaikan harga masih dalam batas yang dapat diikuti oleh pasar.
“Memang cabai sama ayam naik sedikit, tapi pembeli tetap ada. Orang tetap belanja karena kebutuhan lebaran,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa sebagian besar komoditas lain masih stabil sehingga tidak memicu penurunan transaksi secara keseluruhan.
“Yang lain seperti sayur, bawang, bumbu masih normal, jadi tidak terlalu berpengaruh ke jualan,” lanjutnya.
Pemantauan akan terus dilakukan secara berkala sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara ketersediaan pasokan, stabilitas harga, dan perlindungan daya beli masyarakat di Kabupaten Gowa. Turut hadir pada pemantauan ini, SKPD yang tergabung dalam Tim Pengendali Inflasi Daerah (TIPD), Camat Somba Opu, serta lurah di wilayah Kecamatan Somba Opu.


















