Hujan Deras Guyur Makassar, BMKG Prediksi Musim Hujan Mulai Desember

- Hujan lebat mengguyur hampir seluruh Makassar pada 27 Oktober 2026 pukul 16.30-18.00 WITA, setelah wilayah tersebut berbulan-bulan mengalami minim hujan akibat El Nino.
- BMKG menyebut hujan dipicu konveksi kuat yang membentuk awan hujan; kondisi serupa juga terpantau di sebagian Maros, Takalar, dan Gowa.
- Meski hujan deras sudah terjadi, BMKG memprediksi awal musim hujan Makassar baru pada Desember 2026; hujan sebelumnya lebih banyak muncul di wilayah dataran tinggi dan belum merata.
Makassar, IDN Times - Hujan deras mengguyur hampir seluruh wilayah Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pada Selasa (27/10/2026) sore. Hujan mulai turun sekitar pukul 16.30 WITA dan berakhir sekitar pukul 18.00 WITA.
Setelah berbulan-bulan mengalami kondisi minim hujan di tengah fenomena El Nino, hujan sore itu disambut warga. Prakirawan BMKG Wilayah IV Makassar, Rizky Yudha, mengonfirmasi bahwa hujan yang mengguyur Makassar pada sore hari tersebut masuk kategori lebat.
"Intensitas lebat," kata Rizky saat dikonfirmasi, Selasa (27/10/2026).
1. Hujan dipicu pertumbuhan awan konvektif

Ilustrasi hujan lebat. (IDN Times/Muhammad Nasir) Rizky menjelaskan hujan yang mengguyur Makassar dipengaruhi proses konveksi yang cukup kuat di sekitar wilayah tersebut. Proses ini memicu pertumbuhan awan hujan yang kemudian menghasilkan hujan dengan intensitas lebat.
"Proses konveksi yang cukup kuat di sekitaran Makassar sehingga tumbuh awan hujan," kata Rizky.
Selain Makassar, hujan juga terpantau di sebagian wilayah Kabupaten Maros, Takalar, dan Gowa.
2. Musim hujan Makassar diprediksi awal Desember

Ilustrasi hujan (IDN Times/Sukma Shakti) Meski hujan deras telah mengguyur Makassar, BMKG memprediksi wilayah ini baru memasuki awal musim hujan pada Desember 2026. Dengan demikian, hujan pada Selasa sore belum serta-merta menandakan bahwa Makassar telah memasuki musim hujan.Â
"Musim hujan Kota Makassar diprediksi di awal Desember," kata Rizky.
3. Hujan sebelumnya terpantau di Malino

Ilustrasi Hujan Deras. (IDN Times/Anjani Asra) Beberapa hari sebelum hujan mengguyur Makassar, hujan juga terpantau di kawasan Malino, Kabupaten Gowa. Staf Prakirawan BMKG Makassar, Farid, menyebut hujan terdeteksi di sebagian wilayah Gowa, Maros, dan Pangkep, terutama di kawasan dataran tinggi.
Menurut Farid, hujan di Malino berkaitan dengan pembentukan awan dari laut yang bergerak ke daratan. Ketika awan mencapai wilayah dengan ketinggian lebih tinggi, proses tersebut dapat memicu turunnya hujan.
"Biasanya pembentukan awan di laut dan terbawa ke daratan. Karena kenaikan ketinggian, awan akan punah menjadi hujan di dataran tinggi," jelasnya.
BMKG juga mencatat hujan dengan intensitas sangat ringan pada 17 Oktober 2026 sebelum hujan dengan intensitas lebih tinggi terpantau pada 24 Oktober 2026. Saat itu, Farid menegaskan hujan masih belum merata.

















