Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Gubernur Sulsel Beri Santunan ke Anak Petugas Pemadam Karhutla yang Gugur
Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman melayat ke rumah duka Padayya Mangampang, Jumat (30/10/2026) petugas karhutla yang gugur saat bertugas di Toraja Utara. (Dok. Humas Pemprov Sulsel)
  • Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menyerahkan santunan dan bantuan biaya pendidikan bagi anak Padayya Mangampang, petugas karhutla yang gugur di Toraja Utara.
  • Padayya, PPPK Manggala Agni di KPH Saddang II DLHK Sulsel, meninggal saat bertugas memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Lembang Nanna', Nanggala.
  • Usai pemadaman, Padayya beristirahat di Jalan Poros Karre lalu tertimpa pohon tumbang; ia sempat dievakuasi ke puskesmas dan dirujuk, tetapi meninggal saat tiba di rumah sakit.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Makassar, IDN Times - Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman, memberikan santunan kepada keluarga Padayya Mangampang, petugas pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang gugur saat bertugas di Toraja Utara. Dia juga memberikan bantuan biaya pendidikan untuk anak almarhum.

Bantuan tersebut diserahkan saat Sudirman melayat ke rumah duka di Toraja Utara. Padayya merupakan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang bertugas sebagai personel Manggala Agni pada UPTD Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Saddang II, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Sulsel.

Padayya sedang bertugas memadamkan karhutla di Lembang Nanna', Kecamatan Nanggala, Toraja Utara, Rabu (28/10/2026) malam. Saat beristirahat, dia tertimpa pohon tumbang hingga meninggal dunia.

1. Gubernur sampaikan belasungkawa

Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman. (IDN Times/Asrhawi Muin)

Sudirman menyampaikan duka cita atas meninggalnya Padayya. Menurutnya, almarhum telah mengabdikan diri untuk menjaga kelestarian lingkungan dan hutan.

"Atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas kepergian almarhum. Beliau telah mengabdikan diri untuk menjaga kelestarian lingkungan dan hutan. Kepergian beliau menjadi duka dan kehilangan bagi kita semua," ucap Sudirman.

2. Anak korban mendapat bantuan biaya pendidikan

Ilustrasi pendidikan. Senin (27/1/2025). Desain (IDN Times/Aditya Pratama)

Selain santunan, Sudirman juga menjanjikan bantuan biaya pendidikan bagi anak almarhum, termasuk untuk memenuhi kebutuhan sekolahnya. Dia mengatakan pemerintah memberikan perhatian kepada keluarga yang ditinggalkan sebagai bentuk tanggung jawab terhadap aparatur yang telah mengabdikan diri untuk masyarakat dan kelestarian lingkungan.

"Termasuk kebutuhan-kebutuhan sekolah, kita sudah berbincang dengan keluarga almarhum, bagaimana kedepan anak-anaknya ini bisa ada beasiswa tabungan," ungkapnya.

3. Korban tertimpa pohon saat beristirahat

Ilustrasi meninggal (IDN Times/Sukma)

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulsel, Amson Padolo, sebelumnya menjelaskan kronologi kejadian tersebut. Padayya saat itu sedang bertugas memadamkan karhutla di kawasan hutan lindung Nanggala.

Usai memadamkan api, korban beristirahat di sekitar jalan poros Karre. Namun, sebuah pohon tiba-tiba tumbang dan menimpa tubuhnya hingga mengalami luka serius.

"Korban meninggal dunia dalam tugas. Awalnya korban istirahat di tengah jalan Poros Karre dalam proses pemadaman kebakaran hutan dan lahan, tiba-tiba sebuah pohon tumbang jatuh menimpa korban," kata Amson kepada wartawan, Kamis (29/10/2026).

Padayya sempat dievakuasi ke Puskesmas Nanggala sebelum dirujuk ke Rumah Sakit Elim Rantepao. Namun, nyawanya tidak tertolong. Korban dinyatakan meninggal dunia saat tiba di rumah sakit.

"Pada saat tiba di Rumah Sakit Elim korban sudah dalam keadaan meninggal dunia," kata Amson.

Curated For You

Editorial Team

Related Article