Gubernur Nurdin Abdullah Harap Pandemik COVID-19 Tuntas Akhir Mei

Makassar, IDN Times – Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah berharap semua pihak di wilayahnya bahu membahu melawan pandemik COVID-19. Dengan begitu wabah penyakit akibat virus corona bisa segera tuntas.
Nurdin menyampaikan itu saat mengunjungi posko Gugus Tugas COVID-19 Sulsel di Balai Prajurit Jenderal M Jusuf, Jalan Jenderal Sudirman Makassar, Sabtu (2/5).
“Tentu kita ingin hidup normal Kembali. Target kami, kalau kita sepakat tentu ini butuh komitmen bersama, akhir Mei kita harus akhiri COVID-19 ini,” kata Nurdin.
1. Tracing pasien positif diharap bisa memutus mata rantai penyebaran virus

Gubernur mengungkapkan, pandemik bisa cepat berlalu jika semua pihak berkomitmen memutus mata rantai penyebaran virus. Salah satu upayanya dengan menelusuri atau tracing semua Riwayat pasien positif, untuk mencegah dan mendeteksi penyebaran lewat transmisi lokal.
Dia mencontohkan upaya yang dilakukan di Kota Makassar, yakni semua puskesmas dikerahkan untuk menelusuri pasien di masing-masing wilayah. Hal yang sama diharap dilakukan di daerah lain di Sulsel.
“Kita berharap para Kepala Dinas Kesehatan, apa yang kita butuhkan untuk betul-betul memutus rantai penularan. Nah kalau kita bergerak dari camat, lurah kepala desa RT/RW, kepala Puskesmas. Saya kira tidak sulit,” ujar Nurdin.
2. Masyarakat bisa lebih disiplin dengan PSBB

Di Sulsel, sejauh ini baru Makassar yang menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). PSBB sudah berlangsung selama satu pekan dan akan disusul Kabupaten Gowa.
Nurdin optimistis PSBB bisa efektif untuk menekan penyebaran virus corona di Makassar. Apalagi ibu kota provinsi itu jadi episentrum di Sulsel.
“Masih ada waktu, makanya kita sekarang lagi berusaha bagaimana masyarakat ini kita dorong disiplin, kita bersama-sama berusaha untuk memotong rantai penularan. Tentu kita butuhkan adalah kepatuhan masyarakat, semua harus patuh dengan protokol kesehatan,” kata Nurdin Abdullah.
3. Sejauh ini ada 577 kasus positif di Sulsel

Per Sabtu (2/5), Provinsi Sulsel mencatat penambahan 30 kasus baru orang yang teridentifikasi positif COVID-19. Sehingga total sejauh ini ada 577 kasus di Sulsel.
Dari jumlah itu, 151 orang dinyatakan sembuh. Sebanyak 386 orang masih dirawat, dan 40 orang meninggal.
Di waktu yang sama, terdapat 859 pasien dalam pengawasan (PDP). Ada 89 pasien yang meninggal, dan 211 orang yang mendapat perawatan lanjutan. Sedangkan 559 orang dinyatakan non-COVID-19.



















