Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You
    It helps you see more of our articles when you search on Google
    [FOTO] Nostalgia Suasana Kota Ujung Pandang di Tahun 1972
    Foto-foto suasana Kota Ujung Pandang (kini Makassar) pada tahun 1972. (Dok. Stanford University/Jean-Claude Latombe)

    • Kesibukan proses bongkar-muat kapal kargo Tobelo dengan rute Ujung Pandang-Surabaya di Pelabuhan Makassar

    • Kapal-kapal nelayan yang memadati Pelabuhan Paotere, sebuah pemandangan yang masih ada hingga sekarang

    • Pantai Losari masih menjadi "markas" para nelayan yang akan melaut, tak lupa dari kejauhan bisa terlihat sejumlah pulau lepas pantai

    Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

    Agustus 1972, seorang mahasiswa teknik elektro Universitas Grenoble bernama Jean-Claude Latombe menginjakkan kaki di Kota Ujung Pandang (kini Makassar) setelah menempuh perjalanan lebih dari 15 ribu kilometer dari Prancis.

    "Saya tertarik dengan bentuk pulau Sulawesi yang aneh dan fakta bahwa pada saat itu Sulawesi terdengar sangat jauh bahkan bagi saya sendiri," tulisnya saat membagi kisahnya di laman resmi Stanford University.

    Tujuan utama Latombe saat itu ialah mengunjungi Tana Toraja. Tapi ia lebih dulu menyusuri pesisir barat Sulawesi Selatan, dari Ujung Pandang menuju Polewali (kini Sulawesi Barat). Perjalanan tersebut ia lakukan dengan cara berjalan kaki.

    Tak lupa, sosok yang kini dikenal sebagai pakar robotika terkemuka itu memotret keadaan Ujung Pandang tahun 1972. Mulai dari pelabuhan, Pantai Losari, keramaian kota hingga sejumlah tempat bersejarah.

    1. Kesibukan proses bongkar-muat kapal kargo Tobelo dengan rute Ujung Pandang-Surabaya di Pelabuhan Makassar

    Foto-foto suasana Kota Ujung Pandang (kini Makassar) pada tahun 1972. (Dok. Stanford University/Jean-Claude Latombe)

    2. Kapal-kapal nelayan yang memadati Pelabuhan Paotere, sebuah pemandangan yang masih ada hingga sekarang

    Foto-foto suasana Kota Ujung Pandang (kini Makassar) pada tahun 1972. (Dok. Stanford University/Jean-Claude Latombe)

    3. Pantai Losari masih menjadi "markas" para nelayan yang akan melaut, tak lupa dari kejauhan bisa terlihat sejumlah pulau lepas pantai

    Foto-foto suasana Kota Ujung Pandang (kini Makassar) pada tahun 1972. (Dok. Stanford University/Jean-Claude Latombe)

    4. Pesona pemandangan sore hari Pantai Losari era 1970-an, lengkap dengan perahu yang sedang berlayar, tak luput diabadikan kamera Latombe

    Foto-foto suasana Kota Ujung Pandang (kini Makassar) pada tahun 1972. (Dok. Stanford University/Jean-Claude Latombe)

    5. Keramaian aktivitas warga di daerah sekitar pelabuhan, kemungkinan besar adalah Jalan Penghibur atau Jalan Nusantara

    Foto-foto suasana Kota Ujung Pandang (kini Makassar) pada tahun 1972. (Dok. Stanford University/Jean-Claude Latombe)

    6. Kondisi Benteng Fort Rotterdam tahun 1972, masih terbengkalai dan ringsek akibat pemboman Sekutu di Perang Dunia II

    Foto-foto suasana Kota Ujung Pandang (kini Makassar) pada tahun 1972. (Dok. Stanford University/Jean-Claude Latombe)

    7. Latombe juga turut mengunjungi Kompleks Pemakaman Raja-Raja Tallo yang berada tak jauh dari Pelabuhan Paotere

    Foto-foto suasana Kota Ujung Pandang (kini Makassar) pada tahun 1972. (Dok. Stanford University/Jean-Claude Latombe)

    8. Suasana sebuah warung makan di Ujung Pandang tahun 1972, bisa tebak kira-kira apa yang dijual?

    Foto-foto suasana Kota Ujung Pandang (kini Makassar) pada tahun 1972. (Dok. Stanford University/Jean-Claude Latombe)

    9. Jean-Claude Latombe, saat itu masih berusia 25 tahun, sedang bersantai di geladak kapal Tobelo yang membawanya dari Surabaya ke Makassar

    Foto-foto suasana Kota Ujung Pandang (kini Makassar) pada tahun 1972. (Dok. Stanford University/Jean-Claude Latombe)

    Selain Indonesia, Jean-Claude Latombe juga mengunjungi tiga negara Asia Tenggara lain di tahun 1972. Yakni Thailand, Malaysia dan Singapura. Tapi, sosok kelahiran Pernes-les-Fontaines itu kembali ke Sulawesi pada Juni 1994 dan Desember 2009.

    Meski sudah pensiun sebagai pengajar, ia ternyata masih senang jalan-jalan. Yang terbaru, Septenber 2022 silam, Latombe (sekarang berusia 75 tahun) mengunjungi Danau Pangong Tso di Tibet.

    Meski dikenal sebagai pakar robotika, Latombe juga punya hobi berkeliling dunia. Foto-foto dari pelesirannya sejak tahun 1967 diabadikan dalam buku-buku yang bisa kamu baca dan unduh secara gratis.

    Curated For You

    Editorial Team

    Related Article