Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Dua Ormas Bentrok di Makassar, 6 Kendaraan Rusak-1 Dibakar
Dua ormas di Makassar terlibat bentrok akibat sengketa lahan, Minggu (26/7/2026). Dok. Istimewa

Makassar, IDN Times - Dua kelompok organisasi masyarakar (Ormas) terlibat bentrok di pertigaan jembatan Abdullah Daeng Sirua dan Prof Abdurahman Basalamah, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Minggu (26/7/2026).

Pemicu bentrokan diduga larena sengketa lahan yang sama-sama diklaim oleh warga bernama James dan Tina.

1. Ormas yang bentrok merupakan kubu James dan Tina

Dua ormas di Makassar terlibat bentrok akibat sengketa lahan, Minggu (26/7/2026). Dok. Istimewa

Kapolsek Panakkukang, Kompol Ema Ratna mengatakan, bentrokan terjadi sekitar Pukul 15.00 Wita. Kedua kubu tiba - tiba saling menyerang menggunakan batu dan anak panah busur hingga membuat warga di sekitar lokasi bentrok panik.

"Kelompok ini dari ormas, dari dua kubu. Kubu dari Pak James dan Ibu Tina. Tiba-tiba saja langsung saling menyerang," ucap Ema kepada wartawan di lokasi.

2. Sejumlah orang luka dan 1 motor dibakar

Satu unit sepeda motor dibakar saat dua ormas di Makassar terlibat bentrok akibat sengketa lahan, Minggu (26/7/2026). Dok. Istimewa

Bentrokan ini mengakibatkan enam kendaraan rusak, diantaranya dua unit mobil rusak parah dan empat unit sepeda motor, salah satunya hangus dibakar warga yang terlibat bentrokan. Meski demikian, Ema mengaku tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.

"Kalau untuk korban jiwa tidak ada. Namun untuk kendaraan ada 2 unit mobil rusak parah. Untuk motor 4 unit," kata Ema.

Sementara berdasarkan video yang beredar sejumlah pria yang diduga terlibat bentrokan terluka akibat terkena anak panah busur, ada yang terkena di punggung, tangan dan kakinya hingga bagian pahanya.

3. Tidak ada yang ditangkap

Dua ormas di Makassar terlibat bentrok akibat sengketa lahan, Minggu (26/7/2026). Dok. Istimewa

Kanit Reskrim Polsek Panakkukang, Iptu Uji Mughni mengatakan, dalam bentrokan tersebut pihaknya tidak melakukan penangkapan karena situasi tidak memungkinkan.

"Kita tadi cuma memukul mundur kedua belah pihak. Kalau korban luka, kami belum bisa memastikan sementara kita cari tahu yang kami liat ada terjadi perusakan mobil dua, yang terparkir di lokasi," ungkapnya.

Usai bentrokan terjadi, Personel gabungan Polrestabes Malassar dan Polsek Panakkukang bersama Tripika serta RT/RW Kelurahan Karampuang akan dilibatkan berjaga di lokasi untuk mencegah terjadinya bentrokan susulan

Situasi saat ini telah kondusif dan sudah bisa dilalui kendaraan. Namun warga imbau berhati-hati dan menghindari wilayah tersebut jika terjadi bentrokan susulan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article