Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Dramatis! Detik-Detik Bayi Dievakuasi saat Banjir di Tello Baru Makassar

Dramatis! Detik-Detik Bayi Dievakuasi saat Banjir di Tello Baru Makassar
Tim TRC BPBD Makassar mengevakuasi seorang bayi di Jalan Sermani 4, Kelurahan Tello Baru, Kecamatan Panakkukang, Makassar, Selasa (24/2/2026) pagi. (Dok. BPBD Makassar)
Intinya Sih
  • Seorang bayi berhasil dievakuasi oleh Tim Reaksi Cepat BPBD Makassar dari rumah yang terendam banjir setinggi sekitar satu meter di kawasan Tello Baru, Panakkukang.
  • Banjir dipicu hujan deras sejak dini hari yang merendam sejumlah wilayah Makassar, membuat pemerintah kota menurunkan tim siaga dan menginstruksikan kewaspadaan di seluruh kecamatan.
  • BPBD Makassar menyebar personel ke titik terdampak, melakukan asesmen cepat, serta menyiagakan perahu karet dan perlengkapan keselamatan untuk antisipasi kenaikan debit air.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Makassar, IDN Times - Seorang bayi berhasil diselamatkan dari rumahnya yang terendam banjir di Jalan Sermani 4, Kelurahan Tello Baru, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Selasa (24/2/2026). Air di kawasan permukiman itu dilaporkan setinggi pinggang orang dewasa dan menutupi hampir seluruh jalan dan mengganggu aktivitas warga.

Momen evakuasi terekam dalam video yang didokumentasikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar. Dalam video tersebut, lima anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Makassar mengenakan jaket oranye tampak mendekati sebuah rumah warga yang terendam banjir.

Mereka bergerak dengan hati-hati menembus genangan air untuk mengevakuasi penghuni rumah. Di depan pintu rumah, orang tua bayi menyerahkan anaknya kepada petugas.

1. Petugas evakuasi bayi di tengah banjir setinggi 1 meter

IMG-20260224-WA0132.jpg
Tim TRC BPBD Makassar mengevakuasi seorang bayi di Jalan Sermani 4, Kelurahan Tello Baru, Kecamatan Panakkukang, Makassar, Selasa (24/2/2026) pagi. (Dok. BPBD Makassar)

Salah seorang anggota TRC kemudian menggendong bayi tersebut, sementara orang tuanya berjalan menyusul dari belakang. Petugas terlihat memayungi bayi yang digendong agar terhindar dari hujan yang masih mengguyur.

Dua personel lain terlihat mengawal proses evakuasi guna memastikan perjalanan aman. Seorang anggota tim turut membantu membawa barang milik keluarga yang ikut dievakuasi.

Kelompok TRC itu lalu berjalan perlahan menyusuri jalan yang terendam air. Mereka menembus ketinggian air yang menutupi hampir seluruh akses menuju permukiman.

Proses evakuasi berlangsung hati-hati di tengah arus air yang menggenangi kawasan permukiman. Hingga proses evakuasi selesai, bayi dan keluarganya berhasil dipindahkan ke lokasi yang lebih aman.

2. Hujan sejak dini hari picu banjir di sejumlah wilayah

IMG-20260224-WA0129.jpg
Personel TRC BPBD Makassar memantau di salah satu titik banjir, Selasa (24/2/2026). (Dok. BPBD Makassar)

Hujan yang mengguyur Kota Makassar sejak dini hari, Selasa (24/2/2026), memicu banjir dan luapan air di sejumlah wilayah. Ketinggian air di Jalan Sermani 4 tersebut terpantau menjadi yang tertinggi dengan mencapai sekitar 1 meter dan merendam permukiman warga.

Pemerintah Kota Makassar merespons kondisi tersebut dengan mengerahkan jajaran terkait ke lapangan. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menginstruksikan seluruh perangkat daerah hingga tingkat kecamatan dan kelurahan untuk siaga menghadapi potensi cuaca ekstrem.

BPBD Kota Makassar kemudian menurunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke sejumlah titik terdampak serta mendirikan posko siaga. Personel disebar untuk mengevakuasi warga yang membutuhkan bantuan dan memetakan kondisi banjir di lapangan.

3. BPBD Makassar sebar personel dan siagakan perahu karet

IMG-20260224-WA0103.jpg
Personel TRC BPBD Makassar memantau di salah satu titik banjir, Selasa (24/2/2026). (Dok. BPBD Makassar)

Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Muhammad Fadli Tahar, menyampaikan personel telah disebar ke sejumlah titik terdampak banjir. Mereka bertugas mengevakuasi warga yang membutuhkan bantuan serta melaksanakan asesmen cepat untuk memetakan kondisi di lapangan.

"Personel kami telah melakukan evakuasi terhadap warga yang membutuhkan bantuan, melakukan asesmen cepat, serta memastikan tidak ada korban jiwa," kata Fadli.

Fadli juga menyampaikan tim memantau tinggi muka air secara berkala di sejumlah titik rawan. Perahu karet dan perlengkapan keselamatan turut disiagakan untuk mengantisipasi kenaikan volume air akibat hujan lanjutan.

"Sejumlah peralatan evakuasi seperti perahu karet dan perlengkapan keselamatan, kami telah disiagakan untuk mengantisipasi kemungkinan peningkatan debit air," katanya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Irwan Idris
EditorIrwan Idris
Follow Us

Latest News Sulawesi Selatan

See More