Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Makassar, Andi Suhada Sappaile, menyampaikan pendapat akhir fraksi dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Makassar, Rabu (29/7/2026). IDN Times/Asrhawi Muin
Ketua Fraksi PDI Perjuangan, Andi Suhada Sappaile, mengatakan dari alokasi belanja modal sebesar Rp955,23 miliar, Pemkot Makassar hanya mampu merealisasikan Rp783,16 miliar atau 81,99 persen. Menurutnya, masih ada lebih dari Rp172 miliar anggaran yang gagal dieksekusi.
"Artinya, ada lebih dari Rp 172 miliar anggaran belanja modal yang gagal dieksekusi dan dibiarkan mengendap. Kegagalan penyerapan ini secara langsung merampas hak masyarakat untuk menikmati sarana dan prasarana yang gagal direalisasikan," kata Suhada.
Suhada menilai rendahnya serapan belanja modal menjadi penyebab utama membengkaknya Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA). Nilainya bahkan mencapai Rp699,85 miliar.
"Angka SILPA ratusan miliar ini bukan pertanda efisiensi, melainkan cermin kegagalan perencanaan dan eksekusi Pemkot Makassar yang mengorbankan hak warga atas layanan kesehatan, pendidikan hingga infrastruktur dasar," katanya.
Fraksi PDI Perjuangan pun meminta Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memperketat evaluasi terhadap organisasi perangkat daerah (OPD). Langkah itu dinilai perlu untuk meningkatkan kinerja OPD yang gagal mengoptimalkan pelaksanaan program.
"Kami menyarankan walikota Makassar lebih mampu melakukan penakanan terhadap perangkat kerja teknisnya agar lebih mampu bekerja secara optimal dan maksimal, evaluasi terhadap kinerja OPD harus lebih intensif dilakukan," katanya.