Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Dirut Bank Sulselbar Dicecar Soal Dana CSR ke Masjid Nurdin Abdullah

Dirut Bank Sulselbar Dicecar Soal Dana CSR ke Masjid Nurdin Abdullah
Sidang lanjutan terdakwa Nurdin Abdullah di PN Tipikor Makassar. IDN Times/Sahrul Ramadan
Share Article

Makassar, IDN Times - Majelis hakim dan jaksa penuntut umum KPK, mencecar Direkur Utama Bank Sulselbar Amri Mauraga mengenai bantuan dana CSR untuk pembangunan masjid milik terdakwa Gubernur Sulsel nonaktif, Nurdin Abdullah. Masjid itu terletak di kawasan Kebun Raya Pucak, Kabupaten Maros.

Amri mengaku, rencana anggaran biaya (RAB) pembangunan masjid yang tertuang dalam proposal pengajuan sebesar Rp950 juta. "Ada sekitar Rp400 juta yang dicairkan untuk sumbangan dari CSR," kata Amri menjawab pertanyaan hakim dalam sidang lanjutan di PN Tipikor Makassar, Kamis (5/8/2021).

1. Rp400 juta untuk bantu pembangunan masjid

Sidang lanjutan terdakwa Nurdin Abdullah di PN Tipikor Makassar. IDN Times/Sahrul Ramadan
Sidang lanjutan terdakwa Nurdin Abdullah di PN Tipikor Makassar. IDN Times/Sahrul Ramadan

Amri bilang, proposal disodorkan oleh pengurus masjid pada bulan Desember 2020 lalu. Setelah menerima proposal itu, dia lalu mengutus tim komite CSR untuk menyurvei. "Saya ditelpon pak Syamsul Bahri untuk datang ke Pucak, melihat masjid dalam proses sedang dibangun untuk mamastikan saya kesana langsung setelah itu," ungkapnya.

Dana Rp400 juta dikirim ke rekening pengurus masjid. Saat meninjau di lokasi, Amri menemui pengurus masjid bernama Suardi. Amri juga mengaku, tiap bulan ada puluhan proposal yang mereka tampung. Namun karena proposal yang diajukan mengatasnamakan pembangunan masjid Nurdin Abdullah selaku Gubernur Sulsel, pihaknya memberikan prioritas.

Amri juga mengklarifikasi pernyataan bawahannya, Sekretaris Bank Sulselbar, Rezky yang dihadirkan dalam sidang pada Kamis, 29 Juli 2021 lalu. Amri bilang, sebelum pengurus masjid datang membawa proposal di bulan Desember, dia lebih dulu didatangi oleh Darman, pengawal pribadi Nurdin Abdullah untuk menyetorkan dana sumbangan masjid.

Dana ratusan juta yang disetorkan Darman diperoleh dari sumbangan sejumlah kontraktor. Di antaranya, Setya Budi dan Petrus Yalim. Keduanya juga telah memberikan kesaksian dalam sidang Kamis, pekan lalu. "Yang datang bawa uang, bukan Syamsul Bahri tapi Darman hanya mau menyetor menemui sekeretaris saya dan saya persilahkan masuk untuk duduk dan menunggu di ruangan saya," jelasnya.

2. Pengusaha SPBU asal Wajo sumbang Rp1 miliar untuk pembangunan masjid Nurdin Abdullah

Ilustrasi. Sidang lanjutan terdakwa Nurdin Abdullah di PN Tipikor Makassar. IDN Times/Sahrul Ramadan
Ilustrasi. Sidang lanjutan terdakwa Nurdin Abdullah di PN Tipikor Makassar. IDN Times/Sahrul Ramadan

Saksi lain yang dihadirkan JPU adalah pengusaha SPBU di Kabupaten Wajo, Sulsel, bernama Chaeruddin. Dia juga dicecar mengenai sumbangan Rp1 miliar untuk pembangunan masjid Nurdin Abdullah tahun 2020 lalu. Sebelum menyumbang, Chaeruddin lebih dulu bertemu dalam sebuah agenda acara di Wajo. Namun karena waktunya mepet dia tak sempat berbicara secara intim dengan Nurdin Abdullah.

"Tujuan saya mau bicara 4 mata untuk bicara-bicara biasa saja yang mulia. Seputar usaha dan sebagainya. Saya mau sekali ketemu dengan beliau itu hari jadi saya tanya ajudannya, pak Syamsul Bahri, tapi pak Syamsul bilang belum bisa karena bapak (Nurdin Abdullah) padat jadwalnya hari itu," jelas Chaeruddin.

Saat hendak meninggalkan lokasi kegiatan yang dihadiri oleh Nurdin Abdullah, Syamsul Bahri lantas menyampaikan pesan kepada Chaeruddin. "Saat itu pertemuan beliau (Nurdin Abdullah) meminta bahwa ada pmbangunan masjid tapi butuh dana yang besar di (wilayah) Pucak," ucap Chaeruddin menyampaikan pesan Syamsul Bahri.

Dia lantas meminta waktu sejenak kepada Syamsul untuk mencarikan dana dan disumbangan untuk membantu pembangunan masjid. Uang Rp1 miliar dalam bentuk tunai, diserahkan Chaeruddin kepada Syamsul Bahri. Proses penyerahan uang berlangsung di rumah Chaeruddin di Wajo. Chaeruddin mengaku membantu pembangunan masjid untuk mendapat pahala.

Meskipun dia sama sekali belum sempat menemui Nurdin Abdullah saat itu dalam kunjungannya di Wajo. "Saya sering menyumbang memang kalau ada pembangunan masjid bukan hanya di Pucak tapi di tempat lain juga pernah yang mulia, di Wajo dan beberapa masjid di daerah lain juga, kami menyumbang," ucapnya.

3. Pengusaha bantu Rp300 juta untuk tim kampanye Nurdin Abdullah dalam Pilkada Sulsel 2018

Sidang lanjutan terdakwa Nurdin Abdullah di PN Tipikor Makassar. IDN Times/Sahrul Ramadan
Sidang lanjutan terdakwa Nurdin Abdullah di PN Tipikor Makassar. IDN Times/Sahrul Ramadan

JPU juga menghadirkan penyuplai dana kampanye Nurdin Abdullah saat Pilkada Gubernur 2018 lalu. Saksi adalah pemilik PT Karya Baru Tinumbu bernama Rudhy Mora. "Saya setorkan Rp300 juta sama tim panitia (kampanye) pak Nurdin Abdullah dulu. Uang saya setor tiga kali direkening tim kampanye pak Nurdin, karena limit ATM jadi Rp20 juta tiga kali setor," ucap Rudhy.

Dia mengaku didatangi oleh tim kampanye Nurdin Abdullah bernama Nur Hidayat. Rudhy mengaku rela membantu Nurdin Abdullah karena sudah kenal sejak lama. "Selain bertetangga saya juga kenal sosok beliau yang sosial. Saya kenal lama sebelum jadi Bupati Bantaeng sampai jadi Gubernur," terangnya.

Rudhy juga mengaku bahwa bantuan dana yang diberikan, digunakan untuk bantuan sosial tim kampanye Nurdin Abdullah. Dia juga mengaku pernah ditegur oleh Nurdin Abdullah karena persoalan proyek. "Saya dimarahi, bapak bilang kalau mau (proyek) harus ikut proses lelang tender, itu pengalaman saya kenal dekat dengan beliau," ungkapnya.

4. Terdakwa Nurdin Abdullah tanggapi 1 pernyataan saksi

default-image.png
Default Image IDN

Terpisah terdakwa Nurdin Abdullah sempat menanggapi sedikit pernyataan saksi. Di antaranya, kesaksian Chaeruddin. Nurdin bilang kedatangannya ke Wajo saat itu dalam rangka tugas. "Ada memang hari itu tugas dan kebetulan saya berapakali disampaikan oleh ajudan (Syamsul Bahri) bahwa Chaeruddin mau ketemu tapi saya belum iya kan karena padat," imbuh Nurdin.

Nurdin menambahkan, sempat memberikan apresiasi saja ke Chaeruddin karena bersedia membantu pembangunan masjid. "Saya bilang kalau harusnya pengusaha-pengusaha lain di Sulsel bisa dijadikan contoh ini dari pak Chaeruddin yang berjiwa sosial tinggi selain itu saya tidak berbicara banyak dan tidak sempat ketemu ngobrol langsung sama beliau," ucap Nurdin menyudahi.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Irwan Idris
Sahrul Ramadan
Irwan Idris
EditorIrwan Idris

Latest News Sulawesi Selatan

See More

Ribuan Pelari Meriahkan Bhayangkara Run Polres Pelabuhan Makassar

28 Jun 2026, 18:49 WIBNews