Dinkes Maksimalkan Penemuan Kasus TBC untuk Deteksi Dini

Makassar, IDN Times - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Makassar saat ini gencar menyosialisasikan kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran terhadap penyakit TBC. Saat ini, Dinkes tengah berupaya menemukan kasus-kasus TBC di masyarakat yang belum terdeteksi.
Menurut data Dinas Kesehatan Kota Makassar, jumlah warga yang terdeteksi TBC tahun 2022 mencapai 6.000 kasus. Tahun ini, Dinkes menargetkan untuk bisa mendeteksi sebanyak 10.000 kasus.
"Mungkin tahun ini bisa lebih banyak ditemukan kalau kita secara massif melakukan sosialisasi dan mendeteksi dini serta skrining TB kepada masyarakat yang bergejala," kata Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegajan Penyakit (P2P) Dinkes Makassar, Mariani, Rabu (14/6/2023).
1. Deteksi dini menekan penularan TBC

Mariani mengatakan upaya deteksi dini diharapkan dapat menekan penularan penyakit TBC. Deteksi dini juga dapat dimulai dari masyarakat.
Dia menyebut pemahaman mengenai TBC belum sampai menyeluruh kepada masyarakat. Karena itu, masyarakat masih perlu diedukasi mengenai pentingnya deteksi dini TBC.
"Mungkin ada yang tahu tapi hanya setengah-setengah sehingga harapannya kami memberikan edukasi semaksimal mungkin ke masyarakat," kata Mariani.
2. Tim khusus dibentuk untuk edukasi masyarakat

Saat ini, Dinkes telah membentuk tim Forum Multisektor (FMS) Eliminasi Tuberkulosis Kota Makassar. Tim inilah yang akan aktif memeriksa secara dini kepada masyarakat.
Tim ini akan menyosialisasikan kepada masyarakat tentang penanganan TBC mulai dari gejala hingga pengobatan.
"Kami mengharapkan semua kelurahan juga mensosialisasikan tentang TB, itu ada 153 yang akan melaksanakan di tahun ini," kata Mariani.
3. Belum targetkan zero kasus

Meski gencar sosialisasi deteksi dini gejala TBC, namun Makassar belum optimis untuk menargetkan zero kasus. Untuk sekarang, Pemkot hanya memaksimalkan penemuan kasus sehingga deteksi dini dapat diupayakan.
"Kami obati sampai sembuh sehingga tidak menjadi penularan bagi orang-orang disekitarnya. Jadi kalau untuk zero belum, mungkin 2023 lewat baru ditargetkan," katanya.



















