Ilustrasi pelajar SMP Negeri.(Dok. SMP 5 Semarang)
Ayah FS, Hasanuddin sebelumnya mengatakan, putrinya kini masih dalam perawatan di ruang UGD Rumah Sakit Sultan Daeng Radja Bulukumba. Kemungkinan putrinya itu akan dirawat inap. FS menderita kesakitan.
"Setelah divaksin, baru 5 menit dia langsung drop, menggigil, sakit kepala luar biasa, mual, kesadaran sedikit menurun," katanya saat dihubungi IDN Times via telepon, Kamis (6/1/2022).
Hasan menerangkan, putrinya sebenarnya mengidap penyakit lupus, yaitu penyakit autoimun kronis. Awalnya dia tak ingin putrinya divaksinasi karena kondisi itu, namun keadaan memaksanya.
FS tak bisa masuk sekolah mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM) karena belum divaksinasi. Pasalnya, sekolah mewajibkan vaksinasi bagi siswa sebagai syarat ikut PTM.
Karena kondisi itu, Hasan lalu menghadap kepala sekolah untuk meminta kebijakan agar FS diikutkan PTM meskipun belum divaksinasi. Lagipula, kata dia, sisa masa belajar juga tinggal tiga bulan lagi.
"Dia belum vaksin karena memiliki penyakit lupus. Saya juga menjelaskan kepada sekolah bahwa selama anak saya menderita penyakit itu dia sudah pernah kemo 12 kali, biopsi ginjal 12 kali, serta pengobatan jantung, hati, kulit dan mata," kata Hasan.