Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Debat Pilgub Sulsel: Danny-Azhar Soroti Tambang Pemicu Bencana Alam
Danny - Azhar paslon gubernur dan wakil gubernur Sulsel / Istimewa
  • Danny Pomanto akan evaluasi tata kelola hutan dan lahan di Sulsel jika terpilih sebagai gubernur
  • Ia berjanji mengevaluasi izin usaha pertambangan yang meresahkan, dengan jumlah IUP di Sulsel lebih tinggi dari Sulawesi Tenggara
  • Meminta perlindungan hulu sungai sebagai hal mutlak untuk mencegah bencana, serta mengkritik kurangnya keterlibatan masyarakat adat dalam RDTR
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Makassar, IDN Times -- Calon Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) nomor urut 1, Mohammad Ramadhan 'Danny' Pomanto, menyoroti masalah tata kelola hutan dan lahan di Sulsel yang dinilai amburadul sehingga menimbulkan bencana.

Hal itu disampaikan Danny Pomanto dalam sesi debat kedua Pilkada Sulsel yang digelar di Hotel Claro Makassar, Minggu (10/11/2024), yang mengangkat tema "Ekonomi, Infrastruktur, dan Tata Kelola Sumber Daya Alam".

Danny sesumbar, jika terpilih, ia berjanji bakal mengevaluasi semua tata kelola hutan dan lahan yang ada di Sulsel agar bencana-bencana yang sebelumnya terjadi seperti banjir di Luwu, Toraja, dan Sidrap tidak terulang lagi.

"Walaupun otoritasnya ini di pusat tapi sebagai orang yang melindungi rakyat Sulsel kami tentunya akan minta dievaluasi," kata Danny.

1. Danny akan evaluasi izin pertambangan

Suasana debat kedua palson gubernur dan wakil gubernur Sulsel di Hotel Claro Makassar, Minggu (10/11/2024) / IDN Times : Darsil Yahya

Termasuk, jelas Danny, evaluasi menyeluruh atas izin usaha pertambangan yang kian meresahkan. Berdasarkan data Kementerian ESDM tahun 2021, jumlah izin usaha pertambangan (IUP) di Sulsel 261 , lebih tinggi dari Sulawesi Tenggara 299 IUP.

"Di Sulsel jelas sekali begitu banyak bencana hari ini. Bencana di Luwu itu pembukaan di hulu, bencana di Sidrap, Toraja, itu karena pembukaan di hulu," ujarnya.

Danny menegaskan, jika dipercaya memimpin Sulsel, maka dirinya akan minta kepada pemerintah pusat agar semua izin pertambangan dievaluasi terutama yang terkait upaya perlindungan hulu.

"Kita ketahui bahwa hulu sungai-sungai di Sulbar berhulu di sekitar Seko, hulu di sekitar teluk Bone juga berada di pegunungan Latimojong, kalau itu tidak dilindungi, maka habislah daerah hilir kita," ungkapnya.

2. Tawarkan teknologi berbasis ekonomi biru

Calon Gubernur Sulsel Danny Pomanto menumpang ojek melintasi medan berat di jalan akses menuju Seko, Luwu Utara. (Dok. Istimewa)

Menurut Danny, area pertanian akan hancur karena terjadi bencana sehingga harus ada kesepakatan yang lebih kuat dengan pemerintah pusat bahwa perlindungan hulu sugnai adalah hal mutlak.

"Persoalan pertambangan banyak cara, jangan ada tambang terbuka lagi sehingga tambang-tambang dengan teknologi hijau dengan berbasis ekonomi biru, ini harus mulai kita bangun atau transformasi agar, semua bisa berjalan baik," ucapnya.

Dia juga menekankan perlunya koordinasi yang baik antara pemerintah pusat dan daerah, khususnya dalam upaya menjaga kawasan hulu serta sungai sebagai sumber air bersih bagi masyarakat.

"Dan hulu sungai-sungai kita terlindungi dengan baik, ketahanan air, energi kita akan lebih kuat dan daerah downstream kita akan lebih aman. Sehingga demikian semua perkampungan pemerintah baik pusat maupun daerah akan berjalan dengan baik. Intinya adalah perlindungan kawasan hulu," tegasnya.

3. Sorori RDTR yang tidak libatkan masyarakat adat

Suasana pendukung Danny -Azhar saat debat kedua Pilgub Sulsel di Hotel Claro Makassar, Minggu (10/11/2024) / IDN Times : Darsil Yahya

Tak hanya itu, Danny Pomanto juga mengkritik kebijakan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) yang selama ini dinilai kurang melibatkan masyarakat, terutama masyarakat adat seperti di Rongkong, Rampi, dan Seko.

"Masyarakat adat perlu dilibatkan dalam penyusunan RDTR, karena jika tidak, dampak yang muncul bisa seperti banjir permanen di Luwu," pungkasnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article