Bisnis Parsel Lebaran di Makassar Bergeliat, Pesanan Didominasi Kantor

- Menjelang Idulfitri, bisnis parsel di Makassar kembali ramai dengan peningkatan pesanan, terutama dari perusahaan dan instansi yang mengirimkan paket sebagai bentuk silaturahmi Lebaran.
- Paket parsel seharga sekitar Rp300 ribu menjadi favorit karena dianggap terjangkau untuk dibagikan dalam jumlah banyak, berisi makanan ringan hingga kebutuhan rumah tangga.
- Lonjakan permintaan biasanya terjadi setelah pertengahan Ramadan, sementara pelaku usaha menghadapi tantangan kenaikan harga bahan baku dan ketersediaan stok barang di pasaran.
Makassar, IDN Times - Deretan keranjang dan kotak parsel memenuhi sudut toko Garasi Parcel di Jalan Bulukunyi, Makassar. Beragam ukuran tersusun rapi, sebagian sudah dibungkus plastik bening dengan pita besar. Sebagian lainnya masih terbuka, menunggu diisi aneka makanan ringan hingga perlengkapan rumah tangga.
Menjelang Idulfitri, usaha parsel seperti ini mulai bergerak lebih ramai. Pemilik Garasi Parcel Makassar, Sahlan, menyebut permintaan tahun ini masih berada di jalur yang sama seperti tahun-tahun sebelumnya, bahkan menunjukkan sedikit peningkatan.
"Masih sama. Lumayanlah ada peningkatan," kata Sahlan saat ditemui IDN Times di tokonya, Kamis (5/3/2026).
1. Pesanan didominasi perusahaan dan instansi

Sebagian besar pesanan datang dari perusahaan dan instansi. Parsel biasanya dikirim kepada rekan kerja, mitra bisnis, atau relasi di berbagai daerah sebagai bentuk silaturahmi Lebaran.
Sahlan mengatakan pelanggan dari luar kota tetap ada. Namun, kebanyakan pemesan berasal dari kantor-kantor di Makassar.
Biasa juga perusahaan yang berkantor pusat di Makassar memesan parsel. Parsel tersebut kemudian dikirim ke cabang atau relasi di daerah lain.
"Biasanya kantor di sini dikirim ke perwakilan sana. Kantornya di sini tapi dia minta pengiriman ke untuk relasinya di daerah," kata Sahlan.
2. Paket Rp300 ribu paling diminati

Dari berbagai pilihan paket, parsel dengan harga di bawah Rp300 ribu menjadi yang paling banyak dicari konsumen. Harga tersebut dinilai lebih terjangkau untuk dibagikan dalam jumlah banyak.
Isi parsel umumnya berupa campuran makanan ringan dan kebutuhan Lebaran, seperti biskuit, sirup, dan berbagai camilan kemasan. Paket tersebut dianggap cukup terjangkau untuk dibagikan dalam jumlah banyak.
Sahlan menjelaskan harga parsel di tokonya cukup beragam. Paket paling murah dibanderol sekitar Rp130 ribu, sedangkan paket premium bisa mencapai Rp5 juta.
"Yang Rp5 juta isinya ada dinner set, oven, peralatan makan dan snack," katanya.
3. Lonjakan biasanya setelah pertengahan Ramadan

Pesanan parsel mulai masuk sejak awal Ramadan. Namun, Sahlan menyebut lonjakan permintaan biasanya baru terasa setelah pertengahan Ramadan.
"Biasanya di atas tanggal 15 puasa. Sekarang masih standar," kata Sahlan.
Saat periode ramai, pesanan dapat mencapai puluhan paket dalam sehari. Dalam kondisi tertentu, jumlahnya bisa mendekati ratusan.
Sebagian besar pelanggan memilih parsel yang sudah tersedia dalam katalog. Mereka datang langsung ke toko untuk melihat contoh paket sebelum memesan.
Namun, sejumlah pelanggan meminta isi parsel disesuaikan dengan kebutuhan mereka. Permintaan ini biasanya berbeda dari paket yang tersedia di katalog.
"Sudah ada katalog tapi ada beberapa pelanggan kasih sesuai permintaan pelanggan. Tapi rata-rata sudah jadi memang. Pelanggan biasa datang langsung tunjuk," kata Sahlan.
4. Tantangan dari harga bahan baku dan stok barang

Di balik ramainya pesanan, pelaku usaha parsel juga menghadapi tantangan. Salah satunya kenaikan harga bahan baku yang memengaruhi harga paket.
"Karena kenaikan harga bahan baku itu berdampak sama harga parsel. Ada beberapa paket yang kita naikkan harganya, ada yang memakai harga lama," kata Sahlan.
Sebagian paket mengalami penyesuaian harga. Ada juga paket yang tetap dipertahankan dengan harga lama.
Selain itu, ketersediaan barang juga kerap menjadi kendala. Ada kalanya produk yang ingin dimasukkan ke dalam parsel tidak tersedia di pasaran sehingga harus diganti dengan alternatif lain.
"Itu biasanya suplai barang kadang ada barang yang kita mau pasang itu kosong, kadang kita cari alternatif lain," kata Sahlan.
Meski begitu, Sahlan mengantisipasi lonjakan pesanan dengan menyiapkan stok lebih awal. Cara ini agar pelanggan tidak perlu menunggu lama saat permintaan mulai meningkat menjelang Lebaran.












![[FOTO] Momen Gerhana Bulan Hiasi Langit di Malam Ramadan](https://image.idntimes.com/post/20260304/upload_75e2d0fca389cfb264f68d288a2aa1e9_7f5c2962-3d28-4b83-8415-9b82fd3894e6.jpg)





