Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Mahasiswa demo di Kantor DPRD Sulawesi Utara, Rabu (4/11/2026). Dok. DPRD Sulut
  • Aliansi mahasiswa Permsta berunjuk rasa di depan DPRD Sulut pada 4 November 2026, membawa bendera, poster, dan salib merah sambil menyuarakan tuntutan lokal serta nasional.

  • Aksi sempat diwarnai saling dorong karena massa dilarang masuk halaman DPRD.

  • Audiensi batal dan massa membubarkan diri sekitar pukul 18.00 WITA setelah salat maghrib bersama.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Manado, IDNTimes - Aliansi Mahasiswa Persatuan Mahasiswa Sulawesi Utara (Permsta) menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor DPRD Sulut, Rabu (4/11/2026) sekitar pukul 16.00 WITA. Mereka membawa atribut lengkap seperti bendera, poster, hingga salib merah sembari menyampaikan sejumlah tuntutan.

"Kami ingin masuk bertemu dengan perwakilan anggota DPRD Sulut!" ujar salah satu orator.

Selain itu, para demonstran juga menyanyikan lagu Buruh Tani. Mereka juga mengacungkan tiga jari, simbol perlawanan yang dipopulerkan film Hunger Games.

1. Ketua DPRD Sulut ajak berdialog

Mahasiswa demo di Kantor DPRD Sulawesi Utara, Rabu (4/11/2026). Dok. Polresta Manado

Aksi saling dorong antara demonstran dan polisi yang berjaga pun tak terelakkan. Hal itu lantaran massa aksi dilarang masuk ke halaman DPRD Sulut.

Akhirnya Ketua DPRD Sulut, Fransiscus Andi Silangen, bersama dua anggota, Royke Roring dan Hillary Tuwo menemui para demonstran. Merea juga didampingi Sekretaris DPRD Sulut, Niklas Silangen.

Andi pun meminta mahasiswa untuk tenang. "Kalian semua mahasiswa, kelompok terpelajar. Saya lihat bawa salib, mari berdialog dengan kasih," tutur Andi.

2. Menolak dibatasi

Ketua DPRD Sulut, Fransiscus Andi Silangen (pojok kiri bawah), saat menerima massa aksi di depan Kantor DPRD Sulut, Rabu (4/11/2026). Dok. DPRD Sulut

Andi pun mengajak para demonstran berdoa. Setelahnya, ia mengajak perwakilan massa aksi berdialog di dalam.

"Silakan 20 orang perwakilan massa kami terima di dalam menyampaikan aspirasi," kata Andi.

Namun, tawaran tersebut ditolak para demonstran lantaran mereka ingin semuanya masuk. "Ini kan gedung rakyat, kenapa harus dihalang-halangi?" teriak orator.

3. Daftar tuntutan

Mahasiswa demo di Kantor DPRD Sulut, Rabu (4/11/2026). Dok. DPRD Sulut

Lantaran dibatas, audiensi pun dibatalkan. Massa aksi membubarkan diri pada sekitar pukul 18.00 WITA. Sebelumnya, mereka menutup aksi dengan salat maghrib berjamaah.

Hal itu dilakukan lantaran sebelumnya, mahasiswa beragama Kristen telah membuka aksi dengan doa bersama. "Karena meskipun bukan saudara dalam iman, kami adalah saudara dalam perjuangan," ujar salah satu orator bernama Febri.

Berikut poin-poin tuntutan yang dibawa ke DPRD Sulut:

Isu nasional

  • Segera menetapkan Karhutlah sebagai isu nasional

  • Menolak PSN di Papua

  • Hentikan militerisasi ruang sipil dan menjamin kebebasan berpendapat serta mengadili pelanggaran HAM

  • Realisasikan 9 juta lapangan kerja

Isu lokal

  • Hentikan perampasan ruang hidup masyarakat

  • Stop penerbitan usaha pertambangan

  • Efektifkan distribusi listrik dan pembangkit listrik di daerah kepulauan

  • Pemerataan pendidikan, kesehatan, ekonomi di Manado Tua

  • Penanganan kasus pelecehan seksual di Sulut

  • Tolak studi kepolisian di Unsrat

  • Tolak reklamasi Manado Utara

  • Evaluasi kinerja Polda Sulut

Curated For You

Editorial Team

Related Article