Basarnas Kerahkan KN Kamajaya Cari Korban Kapal Tenggelam di Selayar

- Basarnas Makassar mengerahkan KN SAR Kamajaya untuk memperkuat pencarian korban tenggelamnya KM Nurul Salsa di perairan Kepulauan Selayar, setelah berangkat dari Pelabuhan Soekarno Hatta Makassar.
- Operasi pencarian melibatkan sekitar 80 personel gabungan dari Basarnas, TNI AL, KSOP, Syahbandar, dan potensi SAR lainnya dengan dukungan KRI Marlin karena kondisi cuaca yang menantang.
- Area pencarian diperluas hingga arah Pulau Sabalana menggunakan dua sektor penyisiran dan dua unit RIB dari KN Kamajaya untuk menjangkau wilayah dangkal yang sulit dijangkau kapal besar.
Makassar, IDN Times - Basarnas Makassar mengerahkan KN SAR Kamajaya untuk memperkuat operasi pencarian korban tenggelamnya KM Nurul Salsa di perairan Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.
Kapal milik Basarnas itu diberangkatkan dari Pelabuhan Seokarno Hatta, Makassar pada Kamis (16/7/2026) malam, sekitar pukul 18.35 Wita dan telah tiba di Selayar, Jumat (17/7/2026) pagi pada pukul 07.00 Wita.
1. Operasi libatkan sekitar 80 personel

Kepala Seksi Operasi Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Andi Sultan mengatakan pada hari pertama pencarian, KN Kamajaya masih proses perbaikan sehingga meminta bantuan KRI Marlin milik TNI AL untuk mencari korban tenggelam.
"Karena operasi ini membutuhkan alut yang besar, apalagi melihat kondisi cuaca yang kurang mendukung," ujar Andi Sultan kepada IDN Times, Jumat
Andi Sultan mengungkapkan, operasi pencarian melibatkan sekitar 80 personel gabungan. Sebanyak 42 personel berasal dari Basarnas, sementara sisanya merupakan unsur KSOP, Syahbandar, TNI AL, dan potensi SAR lainnya.
"Jadi kurang lebih 80 personel gabungan dikerahkan membantu proses pencarian," kata Andi Sultan.
2. Area pencarian diperluas hingga arah Pulau Sabalana

Basarnas juga membagi area pencarian menjadi dua sektor. Sektor pertama disisir oleh KRI Marlin, sedangkan sektor kedua menjadi tanggung jawab KN Kamajaya.
"Mudah-mudahan hari ini ada tanda-tanda atau korban bisa ditemukan," katanya.
Jika sebelumnya pencarian dilakukan hingga radius sekitar 18 mil dari titik tenggelam, memasuki hari kedua operasi SAR, Basarnas memperluas area pencarian ke arah barat menuju Pulau Sabalana dengan mempertimbangkan pergerakan korban akibat arus laut.
"Kita juga menyisir sekitar pulau-pulau. Di KN Kamajaya ada dua unit perahu kecil atau Rigid Inflatable Boat (RIB) yang digunakan untuk mencari di wilayah dangkal yang tidak bisa dijangkau kapal besar," jelasnya.
3. Cuaca menjadi kendala utama

Andi Sultan menambahkan bahwa cuaca masih menjadi tantangan utama dalam operasi pencarian. Tinggi gelombang di lokasi dilaporkan mencapai 2 hingga 2,5 meter, terutama mulai siang hingga sore hari.
"Kalau pagi kondisi laut masih cukup baik sehingga kami maksimalkan pencarian. Memasuki siang sekitar pukul 12.00 Wita, ombak mulai membesar hingga sore hari," pungkasnya.













![[CEK FAKTA] Benarkah Basri Kajang Ditangkap Terkait Korupsi di Gowa?](https://image.idntimes.com/post/20250905/upload_fc8e899744468f849856dffec892bd8b_98b1d504-1079-497e-b1d9-b55bd29e8ff4.jpeg)





