Makassar, IDN Times - Koordinator Kebencanaan Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Cabang Makassar Mukhsan Putra Hatta menganggap banjir di daerahnya perlu dikategorikan sebagai bencana nasional.
Mukhsan menyebut kejadian banjir di Makassar tidak wajar lagi karena semakin sering terjadi dan dampaknya meluas. Pada tahun 2022 tercatat tiga kali banjir besar, yakni pada Januari, November dan Desember. Ini dianggap janggal, sebab menurut teori perencanaan bangunan air, banjir umumnya terjadi dalam periode dua tahun, lima tahun, atau lebih lama.
"Kalau sudah tiap tahun banjir, itu ada sesuatu. Apakah kemampuan DAS (daerah aliran sungai) tidak mencukupi untuk pola debit air atau apa," kata Mukhsan saat berbincang dengan wartawan di Makassar, Senin malam (26/12/2022).
"Hampir tiap periode, tiap hujan, banjir. Ada hal lain terjadi. Apakah saluran tidak mampu menampung aliran air itu atau yang lain," ucapnya.
