Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Prinsip agar Masa Dewasa Lebih Tenang, Fokus Membangun Kehidupan

5 Prinsip agar Masa Dewasa Lebih Tenang, Fokus Membangun Kehidupan
ilustrasi seorang pria (pexels.com/Mario Amé)
Intinya Sih
  • Bicara dengan sesama dewasa bisa menambah beban pikiran dan kekhawatiran pribadi
  • Pentingnya merahasiakan beberapa hal dari orang lain untuk menghindari tekanan dan perbandingan negatif
  • Fokus pada kompetisi sehat, manajemen uang bijak, dan menghargai pencapaian pribadi untuk hidup lebih damai
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Apakah kamu merasa lebih mudah cemas dan sedih setelah dewasa? Tadinya dirimu berpikir masa yang paling menggelisahkan ialah remaja. Namun, ternyata masa dewasa malah memberimu lebih banyak beban pikiran. Pun jika semasa remaja kamu lebih tenang setelah bercerita dengan teman, di masa dewasa kadang gak begitu.

Sesama orang dewasa tak selalu dapat berinteraksi dengan asyik serta saling support. Tidak jarang kekhawatiranmu malah meningkat sehabis berbincang panjang lebar dengan kawan sebaya. Kamu pun menjadi serba salah. Ngobrol sama teman seperti itu, tapi menjadi lebih pasif pun bikin kamu stres sendiri. 

Sampai-sampai dirimu barangkali pernah ragu. Dapatkah kamu melalui masa dewasa dengan baik? Atau jangan-jangan dirimu tak pernah matang dan mapan sebagai individu dewasa. Terdapat lima prinsip yang bisa membantumu menapaki usia dewasa dengan perasaan yang lebih damai. Berikut bocorannya untukmu.

1. Tidak semuanya perlu diberitahukan pada orang lain

ilustrasi seorang perempuan (pexels.com/Nguyen Tran)
ilustrasi seorang perempuan (pexels.com/Nguyen Tran)

Seperti disinggung di awal, berbicara dengan sesama orang dewasa kadang malah hanya menambah buruk suasana hatimu. Pikiranmu juga dapat terpengaruh. Ini lantaran pribadi dewasa tak lagi sepolos anak-anak atau remaja. Individu di fase dewasa banyak terpengaruh oleh motivasi pribadi.

Hampir selalu ada kepentingan tertentu dalam tindakannya. Respons orang atas ceritamu menjadi sangat bervariasi. Teman yang betul-betul mengharapkan kebaikan dalam hidupmu akan bersikap suportif. Tentu selama sesuatu yang hendak dilakukan olehmu positif. Namun, kawan yang merasa kurang senang melihat kemajuanmu dapat bersikap sebaliknya.

Setiap keinginanmu untuk memajukan hidup seolah-olah dijegalnya. Ia menakut-nakuti dengan harapan kamu mengurungkan sebuah rencana baik. Inilah pentingnya merahasiakan beberapa hal dari orang lain. Sebelum suatu rencana atau impian yang sangat penting terwujud, bekerjalah dalam diam.

Alasan di balik berbagai pilihan hidupmu juga gak usah dibeberkan seluruhnya. Misalnya, alasan dirimu belum menikah. Tidak semua orang merasa cukup untuk mendengarkannya. Ada pula orang yang mendebat perkataanmu seakan-akan kamu kudu menikah saat ini juga.

2. Lebih sedikit mengetahui kehidupan orang lain lebih baik

ilustrasi perempuan muda (pexels.com/Cherry Ann Gonzales)
ilustrasi perempuan muda (pexels.com/Cherry Ann Gonzales)

Bukan kamu dilarang peduli pada kehidupan orang lain. Akan tetapi, tahu terlalu banyak seputar kehidupan orang lain cenderung negatif buatmu maupun yang bersangkutan. Di pihakmu, kamu menjadi sulit berhenti membandingkan diri dengannya. Dari asmara, pekerjaan, sampai fisik seluruhnya dijadikan bahan perbandingan.

Lalu muncul rasa tidak puas terhadap diri apabila kamu merasa orang lain lebih hebat. Atau, justru dirimu menjadi agak sombong kalau merasa lebih beruntung dibandingkan mereka. Pun dalam upayamu mencari tahu berbagai macam sisi kehidupan orang lain, itu membuat mereka gak nyaman.

Kamu mengorek informasi baik dengan langsung bertanya pada seseorang atau mencari tahu dari orang-orang di sekitarnya. Bandingkan dengan seandainya dirimu bersikap lebih tenang. Bukan hanya orang lain tak merasa terganggu olehmu. Pikiranmu juga lebih damai. Kamu tidak seperti selalu dipaksa untuk menengok ke kanan dan kiri.

3. Fokus membangun hidup, bukan bersaing dengan orang lain

ilustrasi seorang pria (pexels.com/PNW Production)
ilustrasi seorang pria (pexels.com/PNW Production)

Dalam usahamu untuk membangun hidup memang terkadang diwarnai persaingan. Jika kamu sama sekali gak berani berkompetisi malah hidup sulit maju. Akan tetapi, kompetisi yang sehat berkaitan dengan skill, kreativitas, dan inovasi. Bukan semua hal dijadikan bahan persaingan.

Seperti persaingan gaya hidup dan kekayaan. Sibuk berkompetisi dengan orang lain di hal-hal yang tidak tepat justru menyulitkanmu mencapai tujuan hidup. Fokusmu terus terpecah dan dirimu selalu merasa iri pada orang lain. Perhatianmu kudu lebih dipusatkan pada kehidupan sendiri.

Tetapkan target yang hendak dicapai, langkah-langkah yang mesti dilakukan, dan evaluasi perjalananmu secara berkala. Jangan sibuk mengurusi hal-hal yang tak berkaitan dengan peningkatan skill,  kreativitas, dan inovasi. Hargai waktu serta energimu dengan hanya melakukan hal-hal penting. Kehidupanmu akan lebih cepat berkembang.

4. Membutuhkan uang tapi menolak diperbudak olehnya

ilustrasi seorang pria (pexels.com/Andy Lee)
ilustrasi seorang pria (pexels.com/Andy Lee)

Orang dewasa selalu memerlukan uang. Uang itu tidak hanya untuk diri sendiri, melainkan juga banyak orang yang menjadi tanggungannya. Termasuk ketika kamu berbagi pada orang-orang yang kurang beruntung secara materi. Namun, ini gak berarti dirimu mesti menghamba pada kekayaan. 

Bekerjalah untuk mendapatkan cukup uang. Kemudian kelola uang tersebut sebaik mungkin. Kamu gak perlu kehabisan waktu, energi, sampai mengalami gangguan mental dan fisik yang parah hanya karena terlalu banyak bekerja. Tidak pula dirimu boleh melakukan cara-cara yang buruk untuk memperoleh uang. 

Selalu ingat bahwa kebutuhanmu tak terlalu banyak sampai kamu perlu menjadi serakah. Dirimu juga tidak usah memelihara sikap yang terlalu pelit. Setiap orang akan terus memperoleh rezekinya selama mau berusaha. Kamu bakal bekerja dengan lebih tenang. Uang berada di tanganmu dan dirimu mampu menggunakannya secara bijak. Bukan lembaran-lembaran uang yang mencengkerammu sampai kamu gak bisa melihat hal-hal lain di dunia ini.

5. Percaya hidupmu gak berjalan di tempat

ilustrasi seorang perempuan (pexels.com/Munis Asadov)
ilustrasi seorang perempuan (pexels.com/Munis Asadov)

Apakah kamu sering cemas mendapati seakan-akan tidak ada perkembangan dalam hidupmu? Lain sekali dengan kehidupan teman-temanmu yang tampaknya cepat sekali bertambah baik setiap saat. Pemikiran seperti ini biasanya muncul kalau kamu lebih banyak melihat kehidupan orang lain melalui media sosial.

Kalian tidak benar-benar berinteraksi di dunia nyata. Bahkan dia tinggal di kota yang berbeda. Artinya, sangat mungkin dirimu cuma menarik kesimpulan dari sebagian kecil cerita atau momen yang dibagikannya. Tingkat kekeliruan kesimpulanmu pun menjadi begitu besar. Hidup kalian sama-sama berjalan, kok.

Kamu hanya merasa perkembangan itu tak ada karena kurang mengapresiasi satu per satu tantangan yang telah berhasil dilalui. Dirimu begitu terpukau oleh gambaran kehidupan orang lain. Keluarlah dari jebakan pemikiran seperti di atas. Kalau perlu ambil selembar kertas dan tuliskan pencapaian-pencapaianmu sampai yang terkecil. Dirimu akan menyadari betapa hidupmu terus bergerak maju.

Gelisah sepanjang waktu gak baik buat kualitas hidupmu. Orang dewasa memang punya begitu banyak tugas. Namun, percayalah bahwa semua itu tidak perlu dihadapi dengan kekhawatiran berlebih. Pegang lima prinsip di atas agar kamu bisa tetap fokus serta menikmati hidup.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Irwan Idris
EditorIrwan Idris
Follow Us

Latest News Sulawesi Selatan

See More