Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Mitos Seputar Berbuka Puasa yang Salah Kaprah, Kamu Masih Percaya?

5 Mitos Seputar Berbuka Puasa yang Salah Kaprah, Kamu Masih Percaya?
ilustrasi makanan berbuka puasa (pexels.com/Sami Abdullah)
Intinya Sih
  • Berpuasa tidak boleh langsung makan berat, bisa menyebabkan masalah pencernaan dan kembung
  • Setelah berpuasa, tubuh kekurangan cairan sehingga jangan terlalu banyak makan saat berbuka agar gula darah tetap stabil
  • Menghindari karbohidrat saat berbuka tidak membantu diet, karena tubuh membutuhkannya untuk energi dan menjaga kadar gula darah
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Kebiasaan berbuka yang terjadi disekitar ternyata tidak sepenuhnya benar. Banyak orang yang masih mempercayai beberapa mitos seputar berbuka puasa. Padahal sebagian yang dilakukan, justru tidak baik bagi tubuh. 

Tanpa disadari banyak kebiasaan terbuka yang turun-temurun terjadi padahal tidak membawa manfaat bagi tubuh. Mulai dari kebiasaan berbuka dengan minuman dingin yang dipercaya membuat tubuh lebih segar atau menghindari karbohidrat saat berbuka bisa membantu diet. Benarkah demikian? Daripada penasaran, yuk cari tahu faktanya agar kamu tidak lagi keliru tentang kebiasaan saat berbuka.

1. Makanan berat harus langsung dikonsumsi saat berbuka

ilustrasi nasi dan ayam (pexels.com/Kent Ng)
ilustrasi nasi dan ayam (pexels.com/Kent Ng)

Setelah berpuasa seharian konon katanya perut harus langsung diisi dengan makanan berat agar energi tubuh cepat pulih. Padahal, langsung mengonsumsi makanan berat pada saat berbuka, justru akan membebani pencernaan yang baru saja beristirahat. Akibatnya pencernaan bekerja lebih keras sehingga memicu terjadinya begah ataupun perut kembung. 

Sebaiknya awali berbuka dengan minum air putih serta mengonsumsi makanan ringan seperti kurma atau cemilan lainnya. Beri jeda beberapa menit setelahnya untuk makan makanan berat. Kamu bisa menunggunya dengan menunaikan ibadah shalat maghrib terlebih dahulu. Makanlah dengan porsi yang cukup agar pencernaanmu lebih siap mencerna dan tidak menanggung beban yang berlebihan. 

2. Makan banyak saat berbuka biar energi cepat pulih

ilustrasi hidangan makanan (pexels.com/Nadin Sh)
ilustrasi hidangan makanan (pexels.com/Nadin Sh)

Setelah menahan lapar dan haus seharian secara tidak langsung tubuh akan kekurangan cairan yang mengakibatkan lemas. Sebagai manusia yang mempunyai hawa nafsu, tentu sangat tergoda dengan berbagai hidangan makanan yang lezat. Hal ini terkadang membuat seseorang menjadi lapar mata. 

Jika kamu tidak mengontrolnya, bisa jadi pola makanmu menjadi berantakan sehingga berdampak buruk bagi pencernaan. Makan terlalu banyak pada saat berbuka bisa menyebabkan lonjakan gula darah semakin naik, akibatnya kamu akan gampang mengantuk. Lebih baik berbuka secukupnya, tetapi tetap perhatikan makanan sehat agar gizi tetap seimbang.

3. Berbuka dengan minuman dingin bikin lebih segar

ilustrasi minuman dingin (pexels.com/JEFERSON GOMES)
ilustrasi minuman dingin (pexels.com/JEFERSON GOMES)

Berbuka dengan minuman dingin memang menyegarkan. Apalagi setelah seharian menahan haus, minuman dingin memang efektif untuk menghilangkan dahaga. Meksipun demikian, berbuka puasa dengan minuman dingin bukan pilihan terbaik apalagi dalam keadaan perut kosong. 

Minuman dingin hanya terasa segar di awal, setelah itu justru busa membuat tubuh cepat kehilangan cairan. Bagi penderita asam lambung, minuman dingin juga bisa menyebabkan sensasi perih di perut. Sebaiknya dahulukan air putih sebelum mengonsumsi miniman dingin untuk mengembalikan energi serta cairan tubuh secara perlahan.

4. Berat badan naik jika makan terlalu malam

ilustrasi menimbang berat badan (pexels.com/Shvets Production)
ilustrasi menimbang berat badan (pexels.com/Shvets Production)

Sebagian orang mempercayai bahwa makan setelah tarawih bisa menyebabkan kenaikan berat badan secara cepat. Padahal faktanya, kenaikan berat badan tidak ditentukan oleh waktu makan, tetapi lebih kepada berapa banyak jumlah kalori yang dimakan. Itu artinya berat badan naik karena jumlah asupan kalori lebih banyak, dibandingkan dengan kalori yang di bakar tubuh terlepas dari apakah mengonsumsi makanan tersebut di pagi, siang, maupun malam hari. 

Puasa seharian justru akan membantumu untuk mengatur pola makan. Makan malam setelah tarawih tidak langsung membuat berat badan naik, karena justru akan membantumu mengisi kembali energi tubuh yang hilang. Terpenting, kamu harus tetap perhatikan porsi makan dan memilih makanan yang tepat agar tidak menyebabkan lemak menumpuk. Pilihlah makanan yang sehat seperti sayur-sayuran, protein rendah lemak, serta karbohidrat yang kompleks agar keseimbangan kalori tetap terjaga. 

5. Menghindari karbohidrat saat berbuka bisa membantu diet

ilustrasi makanan mengandung karbohidrat (pexels.com/More Amore)
ilustrasi makanan mengandung karbohidrat (pexels.com/More Amore)

Jangan terlalu percaya pada berita jika menghindari karbohidrat saat berbuka bisa membantu diet, karena tidak sepenuhnya itu benar. Karbohidrat merupakan sumber energi utama dalam tubuh. Jika kamu menghindarinya maka tubuh akan merasa lemas dan tidak berenergi. 

Karbohidrat memiliki peran penting dalam menjaga kestabilan kadar gula darah. Jika tidak mengonsumsi karbohidrat pada saat berbuka kamu akan merasa pusing, lemas, bahkan sulit berkonsentrasi. Sebab, setelah lebih dari 12 jam tidak makan, cadangan makanan dalam tubuh mulai menipis. Jika kamu ingin menurunkan berat badan selama Ramadan sebaiknya atur agar porsi makan keseluruhan lebih seimbang bukan menghilangkan karbohidrat sepenuhnya. 

Pada intinya kunci berbuka puasa yng sehat adalah tetap menjaga kesimbangan nutrisi serta mengatur pola makan dengan baik. Yuk, lebih peduli dengan apa yang kita konsumsi. Pahami fakta di balik mitos-mitos yang tidak sepenuhnya benar agar kamu bisa menjalani puasa dengan lebih sehat dan nyaman.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Irwan Idris
EditorIrwan Idris

Latest News Sulawesi Selatan

See More