Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Dampak Positif Menjadi Orangtua yang Suportif
ilustrasi keluarga kecil (unsplash.com/Jessica Rockowitz)
  • Orangtua suportif meningkatkan kepercayaan diri anak
  • Dukungan orangtua dalam pendidikan mendorong prestasi akademis anak
  • Peran orangtua dalam membantu keterampilan sosial anak sangat penting
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Menjadi orangtua yang suportif ternyata menjadi salah satu aspek penting untuk mendukung kehidupan anak yang lebih baik. Alasannya karena tidak semua orangtua ternyata mampu menjaga sikap suportif yang dimiliki, sehingga bisa untuk terus mendukung anak-anaknya dalam mengatasi berbagai tantangan sehari-hari.

Sebetulnya menjadi orangtua yang suportif bisa memberikan landasan yang kuat terhadap aspek pertumbuhan emosional, sosial, bahkan kemampuan akademis yang dimiliki anak. Oleh sebab itu, orangtua harus memahami beberapa dampak positif berikut ini apabila berhasil bersifat suportif pada anak.

1. Meningkatkan kepercayaan diri anak

ilustrasi anak dan ibu (unsplash.com/Fernanda Greppe)

Dampak positif yang tentu saja akan sangat terasa apabila orangtua mampu bersikap sportif pada anak adalah meningkatkan kepercayaan dirinya. Sering kali meningkatkan kepercayaan diri anak merupakan hal yang sering diabaikan oleh banyak orangtua, sebab merekalah yang justru membuat kepercayaan diri anak-anaknya menjadi rendah melalui perkataan atau pun perbuatan.

Memberikan dukungan secara penuh tentu akan mendorong kepercayaan diri yang lebih tinggi pada anak, sehingga harus dilakukan sedini mungkin. Bukan tidak mungkin jika anak juga akan lebih berani dalam mengeksplorasi kemampuan dan juga menghadapi berbagai tantangan baru yang ada di sekitarnya.

2. Mendapatkan kesehatan emosional yang lebih baik

ilustrasi anak berenang (unsplash.com/Mieke Campbell)

Anak sering kali berada pada situasi emosional yang tidak bisa ditebak karena dinamis dan sering kali berubah-ubah sesuai dengan situasi yang ada. Tidak mengherankan apabila peran orangtua juga akan sangat penting dalam membentuk kemampuan emosional yang dimiliki anak, sehingga akan tetap stabil dan tidak mudah mengalami masalah.

Biasanya orangtua yang mampu bersikap sportif pada anak akan dapat meningkatkan kesehatan emosional yang lebih baik. Hal ini karena anak-anak akan terus merasa aman dan dicintai oleh orangtuanya, sehingga bisa mengurangi risiko kecemasan, takut, atau pun depresi yang mungkin dialaminya.

3. Meningkatkan prestasi akademik

ilustrasi menemani anak belajar (pexels.com/August de Richelieu)

Semua orangtua pastinya berharap agar anak anaknya bisa mendapatkan prestasi akademik yang tinggi sesuai dengan standar yang ada. Namun, sering kali orangtua tidak paham bagaimana caranya mendorong prestasi akademis anak, sehingga tetap saja melakukan atau pun mengucapkan sesuatu yang dapat menurunkan motivasinya.

Mungkin akan berbanding terbalik jika orang tua mampu bersikap sportif dan terlibat langsung dalam pendidikan anak sehari-hari. Jika orangtua bisa memberikan dukungan dalam bentuk menemani anak mengerjakan PR, berpartisipasi dalam berbagai kegiatan sekolah, hingga mendukung minat dan kemajuan akademis anak, tentunya bisa mendorong mereka untuk berusaha dengan lebih giat lagi. Dampak positifnya akan membuat anak jadi dapat memeroleh prestasi akademis yang jauh lebih baik dari sebelumnya.

4. Mampu memiliki keterampilan sosial yang baik

ilustrasi anak berenang (unsplash.com/Cor Dulce)

Anak-anak sejatinya merupakan makhluk sosial yang juga harus dilatih sejak dini agar bisa berbaur dan beradaptasi dengan baik. Tidak mengherankan apabila orangtua memiliki peran penting untuk membantu anak dalam meningkatkan keterampilan sosialnya, sehingga nanti tidak sampai mengisolasi diri atau pun mudah menarik diri dari sekitarnya.

Biasanya anak-anak yang dibesarkan oleh orangtua suportif akan memiliki keterampilan sosial yang jauh lebih baik, sebab diberikan kesempatan untuk berinteraksi dengan orang lain, membangun hubungan yang sehat, hingga mengelola konflik. Selain itu, dukungan yang diberikan oleh orangtua ternyata dapat membantu anak untuk mengembangkan empatinya, meningkatkan kemampuan bekerja sama dengan orang lain, hingga menjaga komunikasi yang efektif.

5. Hubungan keluarga yang lebih erat

ilustrasi ibu dan anak (pexels.com/Ketut Subiyanto)

Pada dasarnya keluarga merupakan orang terdekat yang memiliki peran penting untuk selalu ada dalam berbagai situasi. Tidak mengherankan apabila orangtua harus berusaha agar bisa membangun bonding keluarga yang erat, sehingga nantinya anak-anak akan tetap merasa betah di rumah dan tidak sampai mencari perhatian di luar.

Salah satu caranya bisa orangtua lakukan dengan berusaha bersikap suportif karena bisa membantu memperkuat ikatan keluarga secara keseluruhan. Selain itu, anak juga akan bisa lebih dekat dengan orangtuanya, sehingga cenderung nyaman untuk berbagi masalah atau pun menceritakan banyak hal yang dirasakannya. Inilah yang pada akhirnya membuat hubungan keluarga menjadi jauh lebih harmonis karena bisa saling mendukung dan menghargai.

Menjadi orangtua yang suportif dan tentu saja akan mendatangkan berbagai macam dampak yang positif bagi anak. Tidak mengherankan apabila orangtua memiliki peran penting untuk membesarkan anak-anaknya dengan baik, sehingga bisa membentuk kehidupan yang sukses dan bahagia. Jadilah orangtua yang suportif untuk mendukung anak sepenuh hati!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article