Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Bukan Monyet, 5 Fakta Kuskus Kerdil yang Imut dari Sulawesi

kuskus kerdil sulawesi
kuskus kerdil sulawesi (SYAMSUL RIVAI, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons)

Saat mendengar nama Pulau Sulawesi, mungkin yang langsung terlintas di benakmu adalah keindahan bawah laut Bunaken atau uniknya rumah adat Toraja. Tapi, tahukah kamu kalau di balik rimbunnya hutan pulau ini, hidup sesosok hewan mungil menggemaskan yang sering kali bikin salah sangka? Namanya kuskus kerdil sulawesi (Strigocuscus celebensis), satwa endemik yang punya segudang keunikan.

Hewan ini jadi bukti betapa kayanya fauna di Indonesia, khususnya di wilayah Wallacea. Keberadaannya di hutan-hutan Sulawesi menjadi bagian penting dari keseimbangan ekosistem. Sayangnya, banyak yang belum kenal dekat dengan mamalia imut ini, bahkan ada yang mengiranya bagian dari keluarga primata seperti monyet. Padahal, kuskus kerdil punya cerita dan fakta yang jauh lebih menarik dari itu. Yuk, kenalan lebih jauh!

1. Kuskus kerdil sulawesi adalah marsupial, bukan primata

kuskus kerdil sulawesi
kuskus kerdil sulawesi (SYAMSUL RIVAI, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons)

Kalau dilihat sekilas, dengan mata bulat dan tangannya yang lincah memanjat, beberapa orang mungkin mengira kuskus adalah sejenis primata. Anggapan ini keliru besar, guys. Kuskus kerdil sulawesi sebenarnya termasuk dalam kelompok marsupialia atau mamalia berkantong, sama seperti kanguru dan koala di Australia. Dilansir Animal Diversity Web, klasifikasi ini menempatkannya dalam keluarga Phalangeridae, yang membuatnya lebih dekat kekerabatannya dengan posum ketimbang monyet.

Sebagai marsupial, salah satu ciri khas utamanya adalah cara mereka berkembang biak. Betina memiliki kantong di perutnya yang berfungsi sebagai 'rumah' aman untuk membesarkan anaknya yang lahir dalam kondisi sangat kecil dan belum berkembang sempurna. Ini adalah perbedaan fundamental yang memisahkannya dari kelompok primata yang umumnya melahirkan anak yang sudah lebih matang. Jadi, jangan salah lagi ya, kuskus ini bukan sepupuan sama monyet!

2. Punya 'kantong ajaib' untuk membesarkan anaknya

kuskus kerdil sulawesi
kuskus kerdil sulawesi (Mirwanto Muda, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons)

Melanjutkan fakta sebelumnya, kantong yang dimiliki betina kuskus kerdil sulawesi adalah adaptasi yang luar biasa. Setelah proses kehamilan yang sangat singkat, yaitu hanya sekitar 20 hari, bayi kuskus yang belum berbulu dan sangat ringkih akan lahir. Instingnya kemudian menuntun bayi super mungil ini untuk merangkak masuk ke dalam kantong sang induk untuk mendapatkan kehangatan dan sumber makanan utama, yaitu air susu.

Di dalam kantong yang aman inilah bayi kuskus akan tinggal dan menyusu selama beberapa bulan, biasanya antara lima hingga delapan bulan, hingga ia cukup besar dan kuat untuk mulai menjelajahi dunia luar. Setelah keluar dari kantong pun, anak kuskus masih akan sering terlihat digendong di punggung induknya saat ia belajar mencari makan dan memanjat. Sistem reproduksi dan perawatan anak yang unik ini jadi salah satu pesona utama dari dunia marsupial.

3. Mereka adalah hewan malam yang lincah di pepohonan

kuskus kerdil sulawesi
kuskus kerdil sulawesi (SYAMSUL RIVAI, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons)

Jangan harap kamu bisa dengan mudah bertemu kuskus kerdil di siang hari. Mereka adalah makhluk nokturnal sejati, yang artinya sebagian besar aktivitasnya dilakukan saat matahari sudah terbenam. Laman Animalia.bio menyebutkan bahwa kuskus kerdil menghabiskan waktu siangnya untuk tidur, sering kali di tempat tersembunyi seperti di antara mahkota pohon kelapa atau di dalam lubang pohon.

Saat malam tiba, barulah mereka keluar untuk berkelana mencari makan. Kuskus kerdil adalah pemanjat atau satwa arboreal yang andal. Struktur tubuhnya, termasuk cakar yang tajam dan ekor yang dapat memegang (prehensile tail), sangat mendukung gaya hidupnya di atas pohon. Mereka bergerak dari dahan ke dahan dengan lincah untuk mencari buah-buahan atau daun muda, menjadikan tajuk-tajuk hutan sebagai arena bermain sekaligus tempatnya bertahan hidup.

4. Menu makannya cukup beragam, dari buah sampai serangga

kuskus kerdil sulawesi
kuskus kerdil sulawesi (SYAMSUL RIVAI, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons)

Meskipun digolongkan sebagai herbivora dan secara spesifik frugivora atau pemakan buah, kuskus kerdil sulawesi ternyata punya selera makan yang cukup fleksibel. Makanan utamanya memang buah-buahan, yang menjadikan mereka punya peran ekologis penting sebagai penyebar biji. Saat memakan buah, biji yang tidak tercerna akan mereka keluarkan di tempat lain, membantu proses regenerasi hutan secara alami.

Namun, selain buah, mereka juga diketahui menyantap bagian tumbuhan lain seperti daun muda, bunga, serbuk sari, hingga sesekali jamur. Bahkan, untuk melengkapi nutrisinya, beberapa sumber menyebut mereka tidak ragu untuk memangsa serangga-serangga kecil. Fleksibilitas diet ini membantu mereka untuk bisa bertahan hidup di berbagai tipe habitat, mulai dari hutan hujan primer yang lebat hingga kebun-kebun di sekitar pemukiman warga.

5. Populasinya mulai terancam oleh kerusakan alam

kuskus kerdil sulawesi
kuskus kerdil sulawesi (SYAMSUL RIVAI, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons)

Di balik kelucuannya, kuskus kerdil sulawesi menghadapi tantangan yang tidak main-main. Ancaman terbesar bagi kelestarian mereka adalah perburuan dan kerusakan habitat. Dilansir Animalia.bio, populasi satwa ini terus mengalami tren penurunan. Deforestasi atau pembukaan hutan untuk lahan pertanian dan pemukiman membuat 'rumah' mereka semakin sempit dan terfragmentasi.

Selain kehilangan habitat, kuskus kerdil juga sering diburu untuk dijadikan hewan peliharaan ilegal atau bahkan dikonsumsi dagingnya di beberapa daerah. Kombinasi dari berbagai ancaman ini membuat masa depan satwa endemik Sulawesi ini menjadi tidak pasti. Diperlukan kesadaran dan upaya konservasi yang serius dari semua pihak agar generasi mendatang masih bisa mengenal hewan imut ini, tidak hanya dari cerita atau gambar saja.

Sebagai salah satu kekayaan hayati asli Indonesia, sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menjaga kelestarian kuskus kerdil sulawesi. Mengenal mereka lebih dekat lewat fakta-fakta ini adalah langkah awal yang baik. Semoga dengan semakin banyak yang peduli, upaya perlindungan habitat mereka bisa semakin ditingkatkan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Aan Pranata
EditorAan Pranata
Follow Us

Latest Life Sulawesi Selatan

See More

4 Hal Ini Perlu Kamu Siapkan Sebelum Usia 40, Bahagia dan Sejahtera

15 Jan 2026, 13:03 WIBLife